Hidupgaya – Kolesterol merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol agar tetap berada pada kadar normal. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah, yaitu dengan menerapkan 3P, pola makan, pola aktifitas, dan perlu mengonsumsi suplemen herbal.

3P merupakan panduan perubahan gaya hidup yang dapat membantu dalam proses menurunkan dan menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap stabil, seperti yang dijelaskan oleh dokter herbal medik lulusan Universitas Indonesia, dr. Rianti Maharani M.Si,  “Kita bisa mengontrol kadar kolesterol dengan mengubah gaya hidup melalui penerapan 3P.,” ujarnya.

P yang pertama adalah pola makan, pastikan kebutuhan nutrisi seimbang tercukupi jangan sampai kurang atau berlebihan. Menurut Rianti, cara paling gampang menggunakan metode Isi Piringku yang terdiri dari 2/3 karbohidrat, 1/3 protein, 2/3 sayuran, dan 1/3 buah. Lalu untuk P yang kedua adalah pola aktivitas, yaitu mengubah pola rebahan menjadi aktif.

Suplemen penurun kolesterol Nutrafor Chol (dok. istimewa)

“Sebagai permulaan, cobalah aktivitas fisik yang ringan-ringan dulu dan bisa dilakukan di dalam rumah yang penting lakukan secara konsisten dan terukur. Kemudian jika kedua hal tersebut sudah dilakukan maka P yang terakhir adalah perlu mengonsumsi suplemen herbal untuk membantu menurunkan dan menjaga kadar kolesterol tetap normal,” saran dia.

Selain itu, suplemen herbal yang terbuat dari bahan alami dan sudah teruji secara klinis mampu menurunkan kadar kolesterol menjadi pilihan terbaik. Seperti Nutrafor CHOL, suplemen herbal yang diproduksi oleh PT. Novell Pharmaceutical Laboratories ini terbuat dari bahan herbal alami seperti red yeast rice (ragi beras merah) merupakan makanan tradisional di banyak negara Asia dan telah digunakan untuk meningkatkan pencernaan serta sirkulasi darah.

Red yeast rice diproduksi oleh fermentasi beras putih dan jamur kapang Monascus purpureus, dan menghasilkan zat monacolins, terutama monacolin K yang memiliki struktur yang identik dengan lovastatin. Zat Ini menghambat aktivitas 3-hidroksi-3-metilglutaril koenzim A (HMG-CoA). Akibatnya, sintesis endogen kolesterol berkurang dan peningkatan kadar kolesterol menurun, juga mengandung zat sterol yang berfungsi mengurangi penyerapan kolesterol dalam usus.

Kemudian ada guggulipid dihasilkan dari getah tumbuhan India yang berfungsi mencegah perlekatan kolesterol pada pembuluh darah. Guggulipid diekstrak dari pohon guggul, pohon ini memiliki guggul (Commiphora mukul) dengan zat kimia aktif yang bernama guggulsteron. Kandungannya adalah plant sterols yang berguna untuk menurunkan kolesterol, LDL (kolesterol jahat), dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Ada beberapa keunggulan dari guggulipid yaitu berupa anti oksidan yang menghambat nekrosis myocard, anti agregasi platelet dan meningkatkan fibrinolisis juga terdapat beberapa penelitian mengenai aktivitas guggulipid sebagai antiartritis atau antiperadangan. Guggulipid dulu dipakai sebagai obat obesitas, aterosklerosis, dan berbagai kondisi peradangan. Cara kerjanya menghambat sintesis asam empedu dalam metabolisme kolesterol. 

Kandungan kromium picolinat, yaitu logam mineral essensial berperan membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi kerja hormon insulin. Penelitian menyebutkan bahwa kekurangan kromium berhubungan dengan diabetes melitus karena bahan ini meregulasi insulin.

Proses penuaan menyebabkan defisiensi kromium sehingga sirkulasi insulin menurun, hal ini menyebabkan glukosa darah meningkat yang diikuti dengan naiknya kolesterol, menurunnya HDL, dan menurunkan konduksi saraf.

Penelitian juga menyebutkan pada pasien diabetes ipe II jumlah kromiumnya jauh berkurang dibanding yang non-DM, sehingga suplementasi kromium bisa meningkatkan toleransi glukosa dan perbaikan profil lemak darah atau kolesterol.

Ketiga herbal dengan fungsinya yang sudah teruji mampu menurunkan kadar kolesterol tergabung menjadi satu dalam bentuk suplemen herbal Nutrafor CHOL.  “Red yeast rice, guggulipid dan kromium picolinat sudah terbukti melalui beberapa penelitian memiliki fungsi yang baik dalam hal menurunkan kolesterol,” ujar Rianti.

Ketiganya sudah tersedia dalam bentuk suplemen yang pastinya lebih praktis karena berbentuk kapsul yang bisa dikonsumsi dengan mudah dan efisien karena sudah diukur dengan dosis yang tepat. Suplemen ini sudah dapat diresepkan oleh dokter dalam rangkaian pengobatan untuk pasien dengan kadar kolesterol tinggi.

Nutrafor CHOL sudah diuji klinis sampai tahap tiga untuk memastikan keamanannya, termasuk pada fungsi hati dan ginjal.  Uji klinis terakhir dilakukan oleh PT. Clinisindo Laboratories selama delapan minggu terhadap penderita kolesterol tinggi atau normal juga diikuti penyakit komplikasi lain. Hasilnya penggunaan Nutrafor CHOL tidak menimbulkan efek samping yang signifikan.

Product Manager Nutrafor CHOL, R. Bagus Arigunanto mengatakan bahwa Nutrafor CHOL sudah melalui tahap uji klinis secara berkala dan terbukti efisien dalam menurunkan kolesterol. Hasil penelitian yang terakhir dilakukan selama 8 minggu dan ditemukan bahwa Nutrafor CHOL dapat menurunkan LDL sebanyak 15,4% dan kadar kolesterol total sebanyak 14,2%.

Hasil penelitian juga menunjukan Nutrafor CHOL aman dikonsumsi setiap hari untuk menurunkan dan menjaga kadar kolesterol karena tidak ditemukan efek samping yang berarti baik pada organ ginjal dan hati selama penggunaan sesuai dengan yang dianjurkan. (HG)