Hidupgaya – Fred Perry, brand sports dan streetwear dari Inggris, kembali menghelat Fred Perry Subculture Live pada 27 November 2021 dalam formal digital livestream. Meski digelar secara digital namun perhelatan ini tetap mempertahankan konsep Subculture, kali ini menampilkan para pemusik independen paling berbakat dari Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Perwakilan Fred Perry Indonesia Brand Team, Unita menyampaikan brand Fred Perry merupakan salah satu dari merek ternama di dunia. Fred Perry memiliki kaitan erat dengan musik. “Fred Perry telah digunakan oleh para pemusik kelas dunia. Kami berharap Fred Perry Subculture Live dapat menjadi platform bagi pemusik Indonesia untuk lebih berkembang lagi ke tingkat global,” ujarnya.

Salah satu penampil di Fred Perry Subculture Live (dok. istimewa)

Konsep Subculture dalam Fred Perry Subculture Live dapat diikuti melalui livestream dan memperkenalkan penampilan dari pemusik berbakat muda dan tentunya musisi profesional dari tiap negara.

Para penampil di antaranya: Legendary Indonesian psychedelic rockers THE S.I.G.I.T.; Raw and unfiltered rock band KAPOW dari Malaysia; Indie rock band SUBSONIC EYE dari Singapura; Punk Ska Legends PLAGUE OF HAPPINESS dari Malaysia; Upbeat and energetic hyper pop act CAYENNE dari Singapore; dan Indie pop rock band GRRRL GANG dari Indonesia.

Perhelatan berlangsung via livestream/Facebook event page: https://youtu.be/98p0Rrba4oY 

Untuk diketahui, Subculture Live merupakan platform pertunjukan musik yang unik dan khusus menghadirkan pemusik lokal paling cerdas dan paling menginspirasi. Subculture Live mengangkat kembali keunikan Fred Perry dan kaitannya dengan musik dan street style sejak tahun 1950-an,

Subculture Live menjanjikan pengalaman pertunjukan musik secara langsung yang menggabungkan pemusik lokal terbaik, visual yang spektakuler, dan dukungan Fred Perry.

Subculture adalah inisiatif dari Fred Perry yang membawa talenta muda dalam musik paling cerdas, selain pemusik dari Inggris yang telah lama memiliki kaitan dengan Fred Perry. Subculture diperkenalkan pertama kali oleh Paul Weller yang terkenal di The 100 Club, tempat musik independen tertua di Inggris, pada bulan September 2005. 

Fred Perry memiliki keterikatan dengan musik karena merupakan original sportswear yang telah ditampilkan di hampir setiap subkultur pemuda Inggris sejak Mod. Dari Mods, Suedeheads, Ska/Two Tone, Punk, New Wave, Casuals/Perry Boys, Britpop, Electronic/ Rave, dan kebangkitan Indie terbaru, Fred Perry selalu ada dan telah diwariskan dari generasi ke generasi sebagai brand klasik yang bersahaja.

Sejak diluncurkan, Subculture juga sering menjadi yang pertama menampilkan musisi lokal terbaik ke tingkat global, dimana hal ini menunjukkan kedalaman warisan musik dan relevansi kontemporer dari merek Fred Perry. Subculture telah dihormati oleh legenda musik seperti Paul Weller, Graham Coxon (Blur) dan Terry Hall (The Specials) yang pernah tampil di The 100 Club. (HG)