Berlibur dengan Cara Lebih Sehat ala NIVEA Sun

on

Hidupgaya – Studi menunjukkan, kebiasaan mencuci tangan mengalami penurunan dibanding masa awal pandemi. Komitmen bersama untuk disiplin dalam menerapkan PHBS (Perilaku HIdup Bersih dan Sehat) sangat diperlukan.

Mengerti akan pentingnya peran strategis Bali bagi industri pariwisata Indonesia, NIVEA Sun mengajak masyarakat khususnya wisatawan untuk menjalani liburan dengan cara yang lebih sehat.

“Selain menghadirkan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata, NIVEA melalui NIVEA Sun juga akan menyebarkan edukasi melalui pengumuman di area publik mengenai wisata aman dan taat prokes sekaligus membagikan informasi tempat wisata yang aman dan taat prokes di Bali,” ujar Marketing Director NIVEA Indonesia, Yulias Rachmatika.

Ilustrasi dukungan Nivea Sun untuk program Bali Bangkit (dok. istimewa)

Tak hanya itu, NIVEA juga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan sun protection dengan membagikan produk NIVEA Sun secara gratis kepada para wisatawan. 

Melalui program Bali Bangkit, sambil membagikan produk NIVEA Sun secara gratis kepada para wisatawan untuk memastikan bahwa wisata mereka selalu terlindungi dari efek buruk sinar matahari, NIVEA juga akan menyediakan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata guna menyebarkan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan ketertiban dalam menerapkan PHBS.

Koordinator Udayana One Health Collaborating Center (Udayana OHCC), Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K) – yang berperan sebagai koordinator bagi semua pihak termasuk pemerintah dan pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam program –  menyampaikan Bali Bangkit  merupakan upaya untuk memulihkan perekonomian melalui sektor pariwisata dengan mengajak masyarakat menerapkan wisata aman dan taat prokes. 

“Kepatuhan terhadap prokes melalui penerapan PHBS merupakan langkah penting dalam pemulihan perekonomian Bali yang memerlukan komitmen semua pihak termasuk wisatawan dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan pedoman Tri Hita Karana yang salah satunya menekankan pentingnya hidup dalam keharmonisan antara manusia dengan manusia lainnya (pawongan),” ujar Ni Nyoman.

PLT Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menyampaikan, pada tahun 2019, wisatawan mancanegara yang berwisata di Bali mencapai 6,3 juta orang atau sekitar 39% dari total kunjungan nasional. Artinya, pariwisata Bali menyumbang sekitar 29% terhadap devisa nasional atau 50% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). 

Memahami pentingnya peran strategis Bali bagi industri pariwisata Indonesia, sinergi yang baik dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk membangun Bali yang lebih kuat. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari NIVEA Sun dan juga Udayana OHCC terhadap program Bali Bangkit,” ujarnya.

Atas nama NIVEA, Yulias mengajak semua pihak untuk saling jaga, menjadi guard atau pelindung bagi Bali tercinta.  Kami berharap Bali bisa menjadi destinasi wisata yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi masyarakat,” tandasnya. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s