Peternak Kartini Indonesia: Bukan Sekadar Kesetaraan Gender Namun Menjadi Perempuan Mumpuni

Hidupgaya – Kesetaraan gender (gender equality) masih menjadi hal yang perlu menjadi fokus perhatian di Indonesia. Tingkat kesetaraan gender di Indonesia bisa dibilang masih rendah. Hal ini tecermin dari indeks kesetaraan gender yang dirilis Badan Program Pembangunan PBB (UNDP), yang menunjukkan posisi Indonesia di peringkat 103 dari 162 negara. Hal ini menempatkan Indonesia di posisi terendah ketiga se-ASEAN.

Webinar peluncuran program Kartini Peternak Indonesia (dok. FFI)

Kondisi ini menunjukkan realita di lapangan bahwa saat ini perempuan masih tertinggal di belakang laki-laki. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa kesetaraan gender berdampak langsung pada target kesetaraan pembangunan. 

Ketimpangan gender pun semakin terlihat di masa pandemi Covid-19.  Perempuan sebagai kelompok rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan, harus menghadapi berbagai tantangan. Seperti, beban sebagai pendidik, pencari nafkah, hingga ancaman kekerasan rumah tangga.

Rumitnya perwujudan kesetaraan gender di Indonesia berkaitan dengan timpangnya akses partisipasi kontrol, serta kesempatan memperoleh manfaat antara perempuan dan laki-laki. Masalah kesetaraan gender bisa diatasi dengan partisipasi semua pihak, bukan hanya pemerintah, namun juga pihak pemangku kepentingan, perusahaan dan masyarakat.

Ada hal menarik terkait isu kesetaraan gender dikaitkan dengan langkah nyata untuk mengajak perempuan lebih berdaya dan tidak terpaku pada stereotipe. Baru-baru ini FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia PT Frisian Flag Indonesia (FFI) merilis program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ yang bertujuan menggali potensi peternak perempuan.

Selama ini peternak identik dengan dunia laki-laki. Dengan program ‘Kartini Peternak Indonesia’ diharapkan peran perempuan lebih besar dalam pengelolaan peternakan sapi perah lokal.

Menurut Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro, program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah program yang didesain berdasarkan pengamatan terhadap kebutuhan, potensi, dan peran peternak perempuan dalam upaya memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri. 

“Kami mengambil pelajaran terbaik dari FrieslandCampina yang telah melakukan pengelolaan peternakan sapi perah selama 150 tahun yang juga banyak dilakukan oleh peternak perempuan,” kata Andrew dalam temu media virtual menandai peluncuran program Women Empowerment in Dairy ‘Kartini Peternak Indonesia’ yang dihelat 22 September silam.

Andrew menambahkan, program Women Empowerment in Dairy dengan nama ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP), bekerja sama dengan mitra koperasi dan menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan, antara lain program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri, sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia.

Atas inisiatif ini, Asisten Deputi Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyanti, memberikan apresiasi tinggi. “Program ini membuka pengarusutamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan kesetaraan gender,” ujar Eni dalam webinar.

Eni bahkan menyebut, program ‘Kartini Peternak Indonesia’ adalah program yang responsif terhadap gender, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

Dia menambahkan, dengan peningkatan jumlah peternak perempuan akan berkontribusi pada peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan. Pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup. 

“Harapannya program ‘Kartini Peternak Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi,” tuturnya.

Poin lebih lainnya adalah, program ‘Kartini Peternak Indonesia’ diharapkan mampu menghasilkan susu yang berkualitas. Itu juga akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian ibu, kematian bayi dan prevalensi stunting. Dengan kata lain, sebut Eni, program ‘Kartini Peternak Indonesia’ punya potensi yang besar untuk berkontribusi pada peningkatan PDB (produk domestik bruto) Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns menyampaikan dukungan penuh inisiatif ‘Kartini Peternak Indonesia’ sebagai wujud komitmen kemitraan pemerintah dan korporasi Belanda mendorong pembangunan manusia, di area perusahaan beroperasi.

Syipa, peserta program Peternak Kartini Indonesia (dok. FFI)

“Pemerintah Belanda sangat mengapresiasi inisiatif dari Frisian Flag Indonesia dan terus mendukung langkah-langkah yang mengedepankan kemitraan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa,” ujar Grijns seraya menambahkan melalui program ini, semua peternak diperlakukan secara setara, tanpa memandang jenis kelamin maupun usia para peternak,.

Grijns menekankan, hal itu penting dan menjadi poin utama mengingat langkah itu sejalan dengan konsensus internasional tentang pentingnya mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang selama ini selalu digaungkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan menjadi bagian dari program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

“Semoga program ini dapat terus menginspirasi para peternak perempuan dan mengharapkan yang terbaik untuk semua pihak yang terlibat,” harap Grijns.

Bukan Sekadar Kesetaraan Gender Namun tentang Menjadi Peternak Mumpuni

Adalah Syipa, perempuan yang memutuskan terjun membantu suaminya dalam mengurusi sapi perah. Beberapa tahun yang lalu suaminya menangani semua kegiatan yang berhubungan dengan peternakan sapi perah. Namun kemudian Syipa memutuskan terlibat, dan mengambil tanggung jawab atas pengelolaan keuangan dan pakan sapi. 

“Saya percaya bahwa dengan bekerja sama secara erat, suami dan saya melakukan pekerjaan yang lebih baik dan dapat memberikan bisnis yang sehat kepada putra kami suatu hari nanti.” tutur Syipa dalam tayangan video yang disiarkan selama webinar.

Syipa mengakui, pelatihan yang dia erima sebagai bagian dari proyek ‘Kartini Peternak Indonesia’ telah memberinya kesempatan untuk mencapai impian di masa depan. “Proyek ini sangat penting bagi saya karena pengetahuan yang saya peroleh tidak ternilai harganya. Pelatihan ini sangat penting bagi saya karena banyak pengetahuan yang saya peroleh,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Nurwati, peserta program Kartini Peternak Indonesia. Diakuinya menjadi peternak sapi tidaklah mudah dan butuh kekuatan dan kesabaran sekaligus keterampilan. “Saya ingin mengangkat perekonomian keluarga dengan menjadi peternak sapi,” ujarnya.

Pelatihan yang diperoleh dalam program Kartini Peternak Indonesia akan menjadi bekal berharga bagi Nurwati dalam memajukan usaha ternak sapinya.

Nurwati, peserta program Kartini Peternak Indonesia (dok. FFI)

Andrew menambahkan, program ‘Kartini Peternak Indonesia’ diharapkan akan menjangkau 1500 peternak yang ada di Jawa Barat dan Jawa Timur yang akan dilakukan oleh Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), organisasi nirlaba Belanda yang membantu perkembangan sektor pertanian, energi terbarukan, serta air bersih, sanitasi dan kebersihan di negara berkembang.

Andrew menuturkan, kunci utama keberhasilan adalah kolaborasi yang kuat dan konsisten. “Dengan memanfaatkan keahlian Peternak Belanda yang telah memberikan pengalaman selama 150 tahun dalam mengelola peternakan sapi perah yang berkelanjutan, bersama kita terus meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri dan memberikan manfaat kebaikan susu dalam rangka membangun keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera dan selaras,” pungkasnya. (HG/ewidayati)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s