Cegah ‘Happy Hypoxia’ di Masa Pandemi Covid-19, Perhatikan Saturasi Oksigen

on

Hidupgaya – Kita membutuhkan oksigen dan ini merupakan hal vital. Oksigen dibutuhkan agar organ dan jaringan tubuh manusia dapat berfungsi dengan baik, dimana gas ini diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah. Kisaran kadar oksigen dalam darah yang ideal adalah 95–100%. Jika kadar oksigen dalam darah menurun (di bawah 90%), fungsi organ dan jaringan tubuh akan ikut menurun sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. 

Menurut spesialis kedokteran olahraga, Monica Surjanto, kekurangan oksigen dalam darah sebaiknya tidak diremehkan karena bila sudah parah, dapat berakibat fatal bahkan hingga menyebabkan kematian. “Beberapa indikasi awal yang menunjukkan bahwa tubuh sedang kekurangan oksigen di antaranya: sesak napas, pusing, batuk-batuk, jantung berdetak cepat, serta kulit terlihat lebih pucat,” ujarnya.

Monica menambahkan, salah satu cara mudah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah adalah rutin dengan berolahraga. Berolahraga juga dapat membentuk pembuluh darah baru sehingga memperlancar peredaran oksigen ke seluruh tubuh. “Semakin banyak oksigen yang terserap, maka semakin baik pula kemampuan tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak,” ujarnya.

Guna meningkatkan pasokan oksigen dalam darah, Monica menyarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas sedang secara teratur yaitu 3-5 kali dalam seminggu selama 30-45 menit. “Untuk jenis olahraga, pilih yang bersifat ritmis dan berkesinambungan misalnya seperti renang, senam aerobik, jogging, bersepeda dan jalan cepat,” tuturnya. 

Selain berolahraga, Monica juga menyarankan untuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat seperti banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan mengonsumsi air putih sedikitnya 1,5 liter sehari; rutin melakukan latihan pernapasan; serta menjaga kualitas udara dengan memastikan sirkulasi udara lancar.

Dengan mewabahnya virus COVID-19 yang dapat mengakibatkan penurunan kadar oksigen dalam darah meskipun tanpa menimbulkan gejala atau dikenal dengan istilah ‘happy hypoxia’ Monica menyarankan untuk rutin melakukan pemantauan kesehatan salah satunya tingkat saturasi oksigen. 

Pemantauan kadar oksigen dalam darah secara berkala sangat diperlukan untuk mengetahui kecukupan kadar oksigen dalam darah seseorang. Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah dapat diketahui lewat pemeriksaan gas darah hingga tes pernapasan, atau dengan cara yang lebih praktis yaitu dengan menggunakan alat bernama pulse oximeter yang dapat membaca saturasi oksigen dengan mengukur panjang gelombang cahaya yang dipantulkan dari aliran darah. 

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini smartwatch canggih Amazfit Bip U Series telah mengusung fitur OxygenBeats™ untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Jam tangan pintar ini memiliki fitur kesehatan dan kebugaran canggih, yang dapat mengukur saturasi oksigen darah (SpO₂). Fitur ini dapat membantu penggunanya memonitor kondisi tubuh, saat sedang tidak sehat, stres, atau saat latihan intensif untuk maraton, sesi olahraga berat, atau beraktivitas di ketinggian. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s