Maiko Kurogouchi Definisikan Keanggunan dan Kecantikan Wanita dalam Garis Rancangnya

Hidupgaya – Sebagai wanita, desainer Maiko Kurogouchi paham betul bagaimana sulitnya menemukan busana yang pas, yang selain nyaman dikenakan juga menonjolkan sisi feminitas perempuan. Melalui label yang dibesutnya pada 2010, Mame Kurogouchi, desainer muda yang mencuri perhatian dunia internasional ini mendesain busana yang mengakomodasi kebutuhan perempuan: Pakaian dengan potongan sempurna yang menyeimbangkan proporsi tubuh serta nyaman dikenakan.

Melalui label Mame, Maiko Kurogouchi telah mengasah estetika pribadinya dalam kurun satu dekade, berbekal keahlian Jepang yang tak tertandingi, dan selalu menyediakan telinga untuk mendengar keinginan mereka akan busana. Pengalamannya bekerja bersama desainer terkemuka dunia, Issey Miyake, turut membentuk dan mengasah keahlian Maiko sebagai desainer fashion. Namun tentu saja, melalui Mame, desainer kelahiran Nagano, Jepang ini memiliki ‘rasa’ dan inovasi serta integritas dalam garis desain yang dia tulis sendiri.

Dalam beberapa kali kesempatan wawancara dengan media internasional, Maiko mengakui Mame adalah merek yang penuh dengan kisah hidupnya. “Ketika informasi dapat diakses secara instan, saya merasakan kebutuhan yang kuat untuk membuat pakaian yang tak lekang oleh waktu dan seistimewa mungkin. Di dunia modern, di mana begitu banyak pakaian datang dan pergi, saya menganggap serius memproduksi pakaian baru,” ujar Maiko dalam wawancara dengan The Last Magazine. 

“Filosofi saya untuk menyoroti latar belakang artisan dari produksi pakaian tetap konsisten sejak koleksi saya diluncurkan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir berbagi narasi telah menjadi sesuatu yang dekat dengan hati saya,” imbuh desainer yang sempat mengentak panggung Paris Fashion Week.

Apatisme terhadap kemudahan instan dunia modern tampaknya mewabah di kalangan desainer akhir-akhir ini, tetapi Maiko Kurogouchi dengan cerdik memasangkan ‘ritme lambat’ dengan teknik kontemporer untuk menetapkan tempo baru. Tumbuh di antara perbukitan dan lembah yang berjalan lambat di pedesaan Jepang, Maiko Kurogouchi secara alami mendekati desain dengan mata pengamat yang terukur, melangkah mundur untuk melihat bagaimana detail halus dapat mewarnai seluruh gambar. 

Maiko mendeskripsikan wanita Mame seperti dirinya, berlapis dengan kemampuan, kemunduran, kepercayaan diri, dan kegelisahan. “Kehidupan sehari-hari seorang wanita dipenuhi dengan banyak pertempuran kecil,” kata Maiko Kurogouchi, mengenang dorongan awal untuk membangun merek tersebut. 

“Dia mungkin memiliki presentasi penting di tempat kerja. Dia mungkin menantikan kencan makan malam di malam hari. Saya menjadi percaya apa yang wanita kenakan memiliki kekuatan untuk membantu kita merasa aman dalam berbagai situasi,” urainya.

Unggul dalam Desain Keanggunan Klasik

Koleksi Mame unggul dalam jenis keanggunan yang bisa dianggap klasik, namun memiliki daya pakai tinggi. Menilik dari koleksinya, cara Maiko Kurogouchi mereferensikan kesenangan kecil dalam hidup, dari layu bunga hingga kepakan angin – sungguh sangat ajaib – dan orang dapat dengan mudah diyakinkan bahwa dia hidup di dunia lain yang lebih elegan. Keindahan karyanya sungguh mengakar dan bisa terwujud dalam nyata, bisa dinikmati.

Untuk koleksi musim gugur 2021 misalnya, Maiko Kurogouchi menerjemahkan temanya secara harfiah dengan dua teknik tradisional Jepang. Yang pertama adalah pencelupan itajime shibori, di mana kain dilipat dan setiap lipatan ditekan di antara papan, sehingga hanya bagian lipatan yang memenuhi pewarna. Ini digunakan pada rok midi yang mengembang dan pada blus yang diikat, kedipan warna oranye madu dan pewarna hitam membingkai siluet. 

Dia juga bekerja dengan satu-satunya pabrik marmer tanah liat di Jepang, yang berbasis di Kyoto, untuk membuat cetakan marmer berputar-putar yang berubah dari hitam-putih menjadi merah terang. Dengan cerdas Maiko mengembangkan teknik lipatan melengkung yang terlihat pada tunik abu-abu dan rajutan berusuk yang tidak teratur di mana setiap tulang rusuk menebal dan menipis di tubuh pemakainya.

Romansa dunia Maiko yang dia sematkan di koleksi Mame Kurogouchi melawan pragmatisme alaminya. Siluetnya selalu menawan, dan mencuri perhatian. Tak mengherankan sejumlah label terkemuka dunia meliriknya, sebutlah TOD’S dan UNIQLO.

Selama pandemi COVID-19, label Mame Kurogouchi membesut kolaborasi T Factory bersama label mewah TOD’S. Hadirnya Mame memperbarui DNA merek mewah dengan sudut pandang baru, memadukan Timur dan Barat dalam koleksi kolaboratif yang berpusat pada kecintaannya pada kerajinan tradisional Jepang dan kepraktisan. Tak dimungkiri, tingkat keahlian yang tinggi desainer Jepang ini menjadi poin yang membuat TOD’S, merek premium asal Italia, meliriknya. 

Sedangkan UNIQLO, peritel busana asal Jepang yang terkenal dengan busana nyaman dan berdaya pakai tinggi, juga tertarik menjalin kolaborasi dengan Maiko. Berbeda dengan kolaborasi sebelumnya, pakaian dalam menjadi fokus dari kerja sama UNIQLO dan Mame Kurogouchi yang mengemas produk feminin ini dalam konsep curvaceous styling, menghadirkan sebuah karya signature lewat keahlian yang sejak lama melekat pada UNIQLO, teknologi AIRism dan material 3D Knit.

Utamakan Kenyamanan

Maiko Kurogouchi mengakui sebagai desainer, salah satu tantangannya adalah menghadirkan kenyamanan dari sebuah kecantikan dan jatidiri feminin pada produk pakaian dalam, yang merupakan produk penting untuk sehari-hari. “Pakaian dalam merupakan pakaian yang kita kenakan pertama kali setelah bangun di pagi hari sehingga diperlukan kenyamanan pada kulit. Koleksi ini akan berkontribusi pada kesehatan juga kebahagian dalam gaya hidup,” bebernya.

Koleksi Mame Kurogouchi x UNIQLO (dok. UNIQLO)

Desainer kelahiran Nagano, daerah historis yang menjadi kota pertama di Jepang yang memiliki penduduk, gemar berpesiar mengelilingi kawasan Negeri Matahari Terbit. Berbekal pengalaman bekerja dengan desainer terkemuka Jepang, Issey Miyake, Maiko mendedikasikan Mame Kurogouchi yang lekat dengan kultur Jepang.

Kegigihan dan pengalaman yang menempanya membentuk sosok Maiko yang inovatif dalam berkarya. Tak hanya membesut Mame, Maiko bahkan mendirikan bisnis lainnya berupa pabrik garmen di tahun 2019 yang dinamakan Atelier Project, yang bertujuan untuk terus melambungkan semangat yang kental dengan ‘made in Jepang’.

Menarik inspirasi dari momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari, Maiko Kurogouchi mendesain pakaian yang meningkatkan bentuk alami tubuh wanita. Menambahkan keanggunan dan kebebasan bergerak dan berekspresi pada koleksi pakaian wanita modern. Koleksi kolaborasi Mame Kurogouchi x UNIQLO bakal rilis 18 Juni mendatang. Can’t hardly wait! (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s