BPOM Setujui Penggunaan Vaksin COVID-19 Sinopharm dari Cina, Apa Kelebihannya Dibanding Sinovac?

Hidupgaya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 dari Sinopharm Cina, yang akan digunakan dalam skema imunisasi swasta di mana perusahaan membeli vaksin yang diperoleh pemerintah untuk menyuntik karyawannya. Skema ini lazim disebut sebagai vaksinasi ‘gotong royong’.

Vaksinasi gotong-royong adalah vaksinasi yang dilakukan pihak swasta atau perusahaan. Nantinya, para pekerja dapat disuntik vaksin tersebut secara gratis. Pelaksanaan vaksinasi gotong royong dijadwalkan mulai Mei 2021, bergantung pada ketersediaan vaksin COVID-19.

Setelah Sinovac Biotech (SVA.O) dan AstraZeneca (AZN.L), Sinopharm adalah perusahaan ketiga yang vaksinnya disetujui oleh BPOM. Pemerintah bermaksud melakukan vaksinasi 181,5 juta orang pada Januari 2022, atau sekira 70% dari populasi untuk mencapai tujuan kekebalan kawanan (herd immunity).

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1,66 juta dengan korban meninggal tak kurang dari 45.000 orang – menjadikannya sebagai salah satu negara dengan kasus pandemi terburuk di Asia.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan penerima vaksin Sinopharm telah melaporkan tingkat antibodi yang lebih tinggi dan efek samping yang jarang terjadi, seperti pembengkakan atau diare. “Berdasarkan evaluasi dan pertimbangan manfaat atau risikonya,, BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat (untuk Sinopharm),” katanya dalam temu media di Jakarta, Jumat (30/4).

CEO Kimia Farma, Verdi Budidarmo mengatakan program vaksinasi swasta yang dimulai bulan depan diharapkan dapat mendukung pemerintah untuk mencapai kekebalan kelompok. Kimia Farma tercatat sebagai BUMN farmasi yang bertanggung jawab dalam pendistribusian vaksin COVID-19.

Sejauh ini tidak ada data khasiat rinci dari vaksin Sinopharm yang telah dirilis ke publik. Namun, menurut pengembangnya, Beijing Biological Products Institute, sebuah unit anak perusahaan Sinopharm China National Biotec Group, vaksin itu 79,34% efektif dalam mencegah orang mengembangkan penyakit, berdasarkan data sementara.

Program vaksinasi di Tanah Air cenderung melambat menyusul penangguhan ekspor vaksin COVID-19 dari India – yang mengalami tsunami COVID gelombang kedua –  dan masalah pasokan lainnya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap upaya vaksinasi dapat kembali ke jalurnya pada bulan Mei.

Jumlah populasi yang menerima satu suntikan vaksin COVID-19 sejauh ini diperkirakan sekitar 12,3 juta dari 270 juta warga. Indonesia menerima 3,85 juta dosis vaksin AstraZeneca minggu ini dan Menkes Budi mengatakan 10 juta hingga 15 juta dosis tambahan vaksin Sinovac akan diterima dalam beberapa minggu ke depan. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s