Tingkatkan Partisipasi Lansia, Sumbar Vaksinasi Covid-19 di Masjid

on

Hidupgaya – Pemerintah daerah melakukan beragam cara untuk menjemput lansia agar tingkat partisipasi  mereka meningkat dalam mengikuti vaksinasi Covid-19. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, misalnya, melakukan percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia di sentra vaksinasi di tempat ibadah, Masjid Raya. “Petugas puskesmas juga kami dorong untuk hadir di Masjid karena aktivitas masyarakat di bulan Ramadan saat ini terpusat di sana,” ujarnya.

Selain membuka peluang lansia bisa divaksinasi di masjid, Pemprov Sumbar juga membuka layanan vaksinasi di Kantor Gubernur. dengan membuka sentra vaksinasi dengan konsep drive thru. “Hal ini cukup strategis dalam mempercepat vaksinasi di Sumatera Barat, hingga kini stok vaksin tersisa tinggal 200 dosis,” bebernya.

Pemprov Sumbar juga mendorong kabupaten/kota untuk memaksimalkan program vaksinasi di daerah masing-masing terutama untuk mendorong partisipasi vaksinasi pada golongan lansia. Ditambahkan Mahyeldi, saat ini tingkat positivity rate di Sumatera Barat juga turun, antara lain tercapai karena pengetatan disiplin protokol kesehatan. Kini zona merah sudah tidak ada lagi di Sumatera Barat. “Positivity rate kini 8,32%, dan skor kita sudah berada di risiko sedang secara nasional,” bebernya.

Suksesnya menekan angka penularan COVID-19 di Sumbar tak lepas dari  pelaksanaa  PPKM Mikro lebih awal. “Di Kota Padang  misalnya sudah mengerahkan kongsi COVID-19 di tingkat RT/RW. Sehingga penanggulangan kasus COVID-19 bisa ditangani di lingkungan itu,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harry, juga menyampaikan pentingnya masyarakat berpartisipasi dalama program vaksinasi. dalam menurunkan  kesakitan akibat COVID-19 sembari tetap menerapkan  protokol kesehatan dengan ketat.

Belajar dari kasus di India, yang sebetulnya sudah menurunkan kasus COVID-19 dengan sangat baik, bahkan dengan tingkat vaksinasi mencapai 3 juta orang per hari, namun dikarenakan longgarnya disiplin protokol kesehatan pada berbagai acara pertemuan dan keagamaan, pada akhirnya membuat program vaksinasi di India kurang efektif. “Banyak negara yang justru berhasil mengendalikan COVID-19 dengan tingkat vaksinasi yang lebih rendah dari Indonesia, namun berhasil memperketat protokol kesehatan mereka,” ujar Sonny. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s