Rumah BUMN Kuatkan Pelaku UMKM Agar Lebih Berdaya Saing

Hidupgaya – Potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat prospektif, terutama dilihat dari jumlah yang sangat besar. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta, berdasar data Kemenkop UKM tahun 2018, Apabila dikembangkan secara profesional, UMKM Indonesia dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian Indonesia.

Daya serap tenaga kerja UMKM kurang lebih sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha.

Guna membantu mengakselerasi hal ini serta upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku  UMKM, Kementrian BUMN bersama perusahaan milik negara membangun Rumah BUMN sebagai rumah bersama untuk berkumpul, belajar dan membina para pelaku UMKM menjadi UMKM Indonesia yang berkualitas. “Rumah BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha, peningkatan kompetensi, akses pemasaran dan kemudahan dalam mengakses permodalan,” ujar Staf Khusus BUMN, Arya Sinulingga, dalam acara Kickoff & Webinar UMKM GOL (Usaha Mikro Kecil Menengah Go Online) yang dihelat Rumah BUMN dan Vokraf secara daring, Selasa (16/3).

 Arya menambahkan, Rumah BUMN merupakan penguatan dari Rumah Kreatif BUMN yang dikembangkan oleh 14 BUMN dengan tujuan untuk membina para pelaku UMKM sehingga dapat naik kelas. “Tujuan utama Rumah BUMN memang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM sehingga dapat terwujud UMKM berkualitas. Selain itu, Rumah BUMN harus dapat dioptima;kan untuk menjadi pusat sinergi dan program BUMN,” bebernya.

Rumah BUMN telah tersebar di 246 lokasi di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 350 fasilitator.  Arya lebih lanjut menjelaskan, Rumah BUMN ini juga akan membantu UMKM untuk go digital dan memanfaatkan penggunaan teknologi.

Saat ini, jumlah UMKM yang telah terdaftar di website urmah-bumn.id sudah mencapai 573.112. Dari total tersebut, sudah ada sekitar 9 persen yang sudah go digital atau medigitalisasi usahanya melalui aplikasi dan sosial media. Dari total UMKM yang go digital tersebut 36,1% di antaranya sudah ‘naik kelas’ dan listing di marketplace.

Arya berharap, Rumah BUMN sebagai agen perubahan menyiapkan UMKM Champion di setiap daerah,. Para pemenang yang menjadi mitra binaan Rumah BUMN akan mendapatkan beberapa manfaat, antara lain mendapatkan akses permodalan usaha baik dari Pemda/CSR BUMN/KUR/program lainnya. “UMKM Champion juga mendapatkan akses kompetensi baik dalam hal manajemen keuangan, branding, dan sebagainya, serta  mendapatkan bimbingan akses ke pasar melalui digitalisasi,” ujar Arya.

“Selain itu, mereka juga mendapat bantuan legalitas usaha, bahkan berkesempatan mengikuti event pameran atau acara serupa dan bisa bertemu dengan pelaku UMKM lainya,” imbuh Arya.

Kegiatan di Rumah BUMN

Dikutip dari laman resmi Rumah BUMN, pendampingan pelaku UMKM dilakukan melalui proses kegiatan yang diawali dengan registrasi dan analisis data secara online/offline maupun secara online melalui website smartbisnis.co.id . Selanjutnya pelaku UKM akan mengisi data profiling terkait kompetensi dan data produk UMKM. Melalui platform data analitik, pelaku UMKM dapat melakukan analisis dan seleksi data UMKM terkait kompetensi dan kategorinya.

Hasil seleksi UMKM dengan klasifikasi kompetensi medium sampai dengan high akan diarahkan langsung pada tempat konsultasi dan kendali mutu. Di tempat ini, pelaku UMKM akan didampingi para ahli dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan kualitas produk, standarisasi bahan baku, standarisasi produksi, bimbingan pengembangan produk baru, packaging, branding, quality control dan bimbingan pendanaan.

Sedangkan UMKM dengan kompetensi rendah hingga sedang akan diarahkan menuju tempat belajar dan berbagi. Di sini, pelaku UMKM bakal mendapatkan pelatihan sesuai dengan modul yang dibutuhkan, antara lain Bisnis dan Keuangan, Permodalan, Segmentasi dan Target Pasar, Proses Produksi dan Pemasaran serta Total Quality Management. Setelah selesai mengikuti pelatihan, pelaku UMKM akan diajak melakukan sharing session (diskusi) dalam bentuk belajar mandiri.

Selanjutnya pendamping ahli akan membantu pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi produk dan proses usaha di tempat dogitalisasi dan e-commerce dengan membimbing bagaimana cara listing di marketplace, SEO (Search Engine Optimization) dan promosi melalui media sosial. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s