Dari 100 Negara, Kecakapan Bahasa Inggris Indonesia Bercokol di Posisi 74

Hidupgaya – Posisi Indonesia terkait kecakapan berbahasa Inggris dari 100 negara yang disurvei berada di urutan 74, setara dengan Bahrain dan Maroko, berdasar EF English Proficiency Index (EF EPI) yang dirilis oleh EF Education First. Hasil ini diperoleh dengan menganalisis data 2,2 juta orang bukan penutur asli bahasa Inggris dari 100 negara dan wilayah. Tahun ini, Belanda tetap menduduki posisi pertama, sedangkan Denmark dan Finlandia menyusul di posisi kedua dan ketiga.

EF Executive Vice President for Academic Affairs, Christopher McCormick (bawah)/dok.HG

Menurut EF Executive Vice President for Academic Affairs, Christopher McCormick, walaupun tahun 2020 dapat dianggap sebagai tahun yang penuh tantangan, situasi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan kerja sama lintas batas. “Sebagai bahasa pengantar global, bahasa Inggris terus menyatukan manusia dari berbagai negara, dan EF EPI memuat wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan dalam mengevaluasi dan memperkuat kemampuan pembelajaran bahasa bagi organisasi maupun pemerintah mereka,” ujarnya dalam webinar yang dihelat Rabu (18/11).

EF EPI menggunakan nilai tes dari EF Standard English Test (EF SET), tes bahasa Inggris standar yang tersedia secara gratis pertama di dunia. EF SET telah digunakan di berbagai negara oleh ribuan sekolah, perusahaan, dan pemerintah untuk tes berskala besar.

McCormick memaparkan sejumlah temuan utama EF EPI 2020:

1. Dampak penggunaan bahasa Inggris dalam berjejaring tidak pernah sebesar ini. Semakin banyak orang yang bertutur dalam bahasa Inggris, maka semakin bermanfaat pula bahasa ini bagi individu, bisnis, maupun negara untuk dapat mengakses sumber daya dan peluang.

2. Meskipun kecakapan bahasa Inggris Eropa secara konsisten kuat, kecakapan 27 dari 33 negara di benua tersebut mengalami peningkatan kekuatan sejak tahun lalu. Kecakapan bahasa Inggris Rusia telah membaik sehingga negara ini kembali masuk ke dalam kelompok kecakapan “Sedang” setelah tahun lalu sempat merosot ke kelompok kecakapan “Rendah”.

3. Kesenjangan terbesar antara peraih nilai tertinggi dan terendah, dari seluruh kawasan, terdapat di Asia, dimana Cina terus memperlihatkan peningkatan, sementara India menurun dari kecakapan “Sedang” ke “Rendah”.

4. Tren peningkatan Amerika Latin terus berlanjut, walaupun Meksiko mengalami penurunan yang signifikan.

5. Kecakapan bahasa Inggris di Afrika meningkat secara signifikan, tetapi kesenjangan antara negara  dengan kecakapan tinggi dan negara dengan kecakapan rendah tetap lebar. Sebagian besar negara di benua ini masih belum memiliki data tes bahasa Inggris yang dapat dimasukkan ke dalam EF EPI.

6. Orang-orang berusia 26–30 tahun memiliki kecakapan bahasa Inggris tertinggi di seluruh dunia. Namun orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun memperoleh nilai lebih baik dibandingkan orang-orang berusia 18–20 tahun—menegaskan peran universitas dan tempat bekerja dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

7. Sektor pemerintah, pendidikan, dan kesehatan berada di urutan terbawah dalam peringkat industri. Persaingan di sektor swasta mendorong banyak perusahaan secara aktif mengutamakan kecakapan bahasa Inggris dan berinvestasi dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Jika dibandingkan dengan sektor swasta, kemampuan bahasa Inggris di sektor publik tertinggal jauh.

“Untuk pertama kalinya, Armenia, Tajikistan, dan Rwanda memiliki data yang cukup untuk dimasukkan ke dalam EF EPI,” imbuh McCormick seraya menambahkan tahun ini, skala penilaian EF EPI berganti menjadi 800 poin untuk menghindari kebingungan dari skala sebelumnya yang menyerupai persentil.

Seiring dengan penggunaan skala baru ini, penjelasan tentang konversi nilai EF EPI ke Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) turut disertakan di dalam laporan. Laporan EF EPI dapat diunduh di http://www.ef.com/epi . (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s