Daewoong Kembangkan SGLT-2 Inhibitor untuk Terapi Diabetes

Hidupgaya – Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang meningkat dengan cepat di seluruh dunia. Data International Diabetes Federation (IDF) menyebut, sekitar 463 juta penduduk dunia menderita diabetes dan angka ini diperkirakan akan meningkat hingga 700 juta pada tahun 2045.

Sejauh ini diabetes tidak dapat disembuhkan secara total, namun dapat dikelola agar tidak menimbulkan komplikasi yang berpotensi menyebabkan kecacatan, bahkan kematian. Diabetes muncul ketika kadar gula darah melebihi ambang tertentu karena glukosa dalam darah (gula darah) tidak dapat terkontrol dengan baik.

Tubuh manusia mengatur gula darah melalui hormon insulin yang dikeluarkan oleh pankreas dan dalam proses tersebut. Hormon insulin berperan membantu penyerapan glukosa oleh tubuh. Umumnya diabetes dibagi menjadi 2 jenis, yaitu diabetes tipe 1, di mana pankreas tidak mampu mengeluarkan insulin dengan benar, dan diabetes tipe 2, yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menyerap glukosa secara efektif pada saat pankreas memproduksi insulin.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis penyakit yang diderita oleh sebagian besar pasien dan disebabkan oleh faktor gaya hidup seperti pola makan kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan stres, dan biasa terjadi setelah usia 40-an. Pasien dengan diabetes tipe 2 berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan komplikasi lain serta memerlukan perawatan dan manajemen yang berkelanjutan.

Pasar Obat Diabetes Melesat

Pasar untuk obat diabetes tipe 2 menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan hingga 7%. Ukuran pasar dengan nilai sekitar US$40,1 miliar pada tahun 2016 ini diprediksi akan meningkat hingga US$57,6 miliar pada 2021. Terkait dengan terapi diabetes, tingkat pertumbuhan SGLT-2 inhibitor mencatat kenaikan tinggi. Ukuran pasar SGLT-2 inhibitor diharapkan akan meningkat sebesar rata-rata 24% secara tahunan dari US$3,7 miliar pada 2017 menjadi US$11,1 miliar pada 2022.

SGLT-2 berperan dalam reabsorpsi (penyerapan kembali) gula yang keluar dari darah selama produksi urin di ginjal. Ketika SGLT-2 dihambat, glukosa dapat dikeluarkan ke dalam urin dengan menghalangi reabsorpsi glukosa di dalam tubulus. Karena pasien diabetes memiliki kadar glukosa dalam darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal, SGLT-2 inhibitor dapat membantu mengontrol gula darah melalui tindakan penghambatan reabsorpsi glukosa ini.

Obat SGLT-2 inhibitor dikenal efektif tidak hanya untuk pengobatan diabetes, tetapi juga untuk pengobatan gagal jantung kronis dan gagal ginjal. SGLT-2 inhibitor yang tersedia di pasar Korea Selatan saat ini adalah Farxiga (AstraZeneca), Jardiance (Boehringer Ingelheim), dan Suglat (Astellas). SGLT-2 inhibitor dari Farxiga cukup menarik perhatian karena obat tersebut terus diperluas penggunaannya untuk perawatan penyakit selain diabetes.

Studi klinis berskala besar mampu membuktikan bahwa bahwa obat tersebut memiliki efek yang efektif untuk perawatan penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal. Hasilnya, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Cina mulai memperluas penggunaan obat ini untuk perawatan penyakit kardiovaskular dan ginjal.

Baru-baru ini, indikasi gagal jantung telah disetujui oleh Komite Uni Eropa setelah Administrasi Obat dan Makanan AS (FDA) dan obat ini telah ditetapkan oleh FDA sebagai ‘perawatan inovatif’ untuk menyembuhkan pasien dengan penyakit ginjal kronis terlepas dari apakah mereka juga mengidap diabetes tipe 2.

Daewoong Kembangkan Kandidat Obat SGLT-2 Inhibitor

Meski pasar SGLT-2 inhibitor semakin berkembang pesat, namun belum ada obat SGLT-2 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Korea Selatan. Akhirnya, pasar dalam negeri Korea Selatan masih didominasi oleh perusahaan farmasi multinasional.

Terkait situasi saat ini, minat industri terhadap Enavogliflozin – kandidat obat SGLT-2 inhibitor yang sedang dikembangkan oleh Daewoong Pharmaceutical, – diklaim meningkat. Seung-ho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical mengatakan, Enavogliflozin telah terbukti memiliki efek penurunan gula darah dan tingkat keamanan yang baik dibandingkan dengan obat lain yang ada di pasaran.

Dalam uji klinis Fase 2 yang dilakukan pada lebih dari 200 pasien Korea, telah terbukti bahwa hemoglobin terglikasi – yang merupakan indikator utama kontrol gula darah – dapat menurun lebih dari 30% dibandingkan dengan menggunakan obat SGLT-2 inhibtor lainnya. Selain itu, terdapat maksimal 61% pasien dengan tingkat hemoglobin terglikasi yang menurun pada level ‘7,0% atau lebih rendah (tingkat 7% merupakan target pengendalian diabetes internasional), sedangkan terdapat 72% pasien yang mengalami penurunan tingkat hemoglobin terglikasi lebih dari 0,5% dibandingkan dengan sebelum menerima pengobatan.

Pada September silam, Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan telah memberikan izin untuk pelaksanaan uji klinis Fase 3 terapi kombinasi monoterapi dan metformin. Saat ini, uji klinis Fase 3 dilakukan di 30 rumah sakit besar di seluruh negeri. Bulan lalu, Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korsel juga telah menunjuk obat ini untuk dilakukan peninjauan jalur cepat pertama di negara itu. Baru-baru ini, uji klinis Fase 3 terapi kombinasi 3 obat dengan metformin dan DPP-4 telah disetujui. Diharapkan obat ini bisa rilis pada 2023 di Korsel.

Terkait dengan efikasinya, Daewoong Pharmaceutical berencana untuk memperluas penggunaan obat tidak hanya untuk diabetes, tetapi juga penyakit yang berkaitan dengan obesitas, jantung, ginjal, dan lainnya. Daewoong Pharmaceutical tercatat menjadi perusahaan pertama di Korea yang mengembangkan obat diabetes baru dengan mekanisme SGLT-2 inhibitor sambil menyelesaikan uji klinis Fase 3 dan meluncurkan enavogliflozin di pasar.

“Melalui keberhasilan pengembangan SGLT-2 inhibitor pertama Korea Selatan, Daewoong akan melakukan segala upaya untuk tak hanya meningkatkan status industri farmasi Korea Selatan, tetapi juga memberikan pilihan pengobatan yang baik untuk banyak pasien diabetes di seluruh dunia,” tandas Seung-ho Jeon. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s