Lanjut ke konten

Ramadan dan Lebaran Tak Harus Sepi Terisolasi, Siasati dengan Cara Ini

14/05/2020

Hidupgaya – Pandemi COVID-19 dan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah sejak Maret silam telah mengubah dinamika kehidupan hampir di segala bidang. Bagi para pekerja kantoran, di hari-hari biasa, meeting dengan rekan setim di kantor via aplikasi Zoom dan Google Hangout, dan bekerja dari rumah (WFH) sudah merupakan ‘new normal’.

Begitu tiba bulan Ramadan di minggu terakhir April lalu, ada banyak yang merasakan pengalaman lain yang berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Uniknya, bulan puasa di masa pandemi bagi mereka tidak begitu terasa berat seperti di kondisi normal. PSBB dan WFH malah menjadikan mereka lebih khusyuk menjalaninya. Seperti pengalaman Sifat Hasan, seorang karyawan HR asal Dhaka, Bangladesh, yang tinggal di apartemen yang dikelola oleh operator co-living Flokq di kawasan Senopati.

Baginya, Ramadan kali ini bisa membuatnya makin mudah menjalani hari. “In a weird way, pandemi ini membuat saya lebih mudah menciptakan atmosfir yang saya inginkan selama Ramadan,” akunya. Baginya, Ramadan memang selalu tentang merefleksikan diri, menghindari berbagai macam godaan duniawi, dan untuk tahun ini ia merasakan begitu banyak kemudahan, seperti tidak harus berpergian dalam kondisi berpuasa.

Tidak perlu bepergian, artinya lebih banyak di dalam ruangan atau kamar. Tamanna, seorang data analyst di sebuah perusahaan swasta, mengaku menikmati betul kondisi seperti ini. Apalagi di bulan Puasa, di mana sangat mudah untuk mengantuk di jam-jam sibuk. “Tidur siang sejenak sangat mudah saya lakukan di siang hari tanpa merasa melanggar aturan. Dan tentunya tak perlu minta izin atau sibuk mencari tempat yang aman untuk tidur,” beber perempuan 27 tahun ini.

Beruntung Tamanna mempunyai flatmates yang pengertian di tempatnya tinggal di apartemen yang dikelola oleh Flokq. Segala perubahan jadwal makannya seperti sahur dan berbuka puasa sudah mereka pahami bersama. “Senang rasanya memiliki teman untuk berbagi makanan ketika berbuka. Saya berteman dengan Flokqers (member Flokq) yang suka dan sering bergabung dengan saya ketika makan, sampai-sampai mereka menyesuaikan jam makannya.

Puncak ibadah puasa di bulan Ramadan adalah Idul Fitri atau Lebaran. Bagi muslim, momen tersebut dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar yang biasanya dilakukan di kampung halaman. Namun pandemi virus corona mengubah tradisi itu. Pemerintah sudah menetapkan pelarangan mudik demi memutus dan mengurangi penyebaran virus. Masyarakat pun diminta untuk mematuhinya.

Hal itu bagi ekspatriat yang sudah lama tinggal di Indonesia seperti Sifat, jelas tak jadi masalah. Namun Tamanna, yang sudah menjadwalkan pulang ke negaranya untuk bertemu keluarga tahun ini, terpaksa membatalkannya. “Keluarga saya mengerti dalam situasi seperti ini tidak mungkin untuk saya melakukan perjalanan ke sana. Mereka mengerti sekali risikonya,” jelasnya.

Suasana Lebaran yang identik dengan perayaan dan makan-makan bersama, langsung menjadi ide dalam pikiran mereka masing-masing untuk membawa suasana lebaran ke apartemen. “Saya merencanakan mengadakan Eid dinner. Saya suka sekali memasak untuk teman-teman. Saya rasa di momen Eid ini, makan malam kecil untuk 6 orang sangat ideal dengan three course meal di ruang makan saya,” kata Tamanna.

Sifat juga sudah merencanakan memasak tidak hanya untuk housemates-nya. “Semoga saya juga bisa berbagi menu cuci mulut untuk satpam di apartemen saya,” ujarnya.

Selama masih ada teman dan fasilitas, hidup ini memang menjadi mudah. Terutama di masa pandemi seperti sekarang. Keduanya dapat menjadi obat rasa rindu akan kebersamaan. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: