Co-Living Bisa Jadi Solusi Enyahkan Kesepian saat Harus di Rumah Saja

Hidupgaya – Di berbagai belahan dunia, tinggal di bangunan tinggi dan menerapkan flatsharing sudah menjadi sesuatu yang biasa, namun masih belum begitu umum di Jakarta. Kos sudah dan masih menjadi pilihan pertama dalam waktu yang begitu lama berkat keterjangkauan serta pelayanannya yang beragam.

Aspek-aspek tersebut berlawanan dengan apartemen, yang mensyaratkan pembayaran di muka serta biaya sewa lebih tinggi  membuatnya hanya menjadi pilihan bagi orang-orang bermodal cukup.

Namun, pada saat di mana isolasi sosial sedang digalakkan demi mencegah penyebaran wabah COVID-19, sementara berkumpul dengan keluar menjadi sesuatu yang tak memungkinkan, tinggal di ruangan besar berfasilitas lengkap, dengan beberapa teman atau rekan sesama penghuni flat yang sudah pasti higienitasnya, menjadi pilihan menarik.

Pengaturan hidup menjadi solusi isu akomodasi yang terjadi di Jakarta saat ini. Tinggal di apartemen juga lebih memungkinkan keberlangsungan kegiatan memasak, khususnya dengan dapur yang hanya digunakan bersama 2-3 orang penghuni flat lainnya. Masalah higienitas pun dapat lebih terkendali, dan pengaturan akomodasi bahan makanan untuk membatasi pemesanan sajian dari luar juga amat mungkin untuk dilakukan.

Apartemen co-living yang disediakan Flokq di Setiabudi Jakarta bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang tak bisa kumpul dengan keluarga di rumah. CEO  Anand Janardhanan mengakui, pergi dari kos saat ini untuk pindah ke apartemen bersama beberapa teman tentunya bukanlah hal yang simpel. Namun, hal tersebut tidak lagi menjadi masalah dengan munculnya beberapa operator co-living, salah satunya Flokq.

“Beberapa anggota Flokq mengaku bersyukur memutuskan pindah ke hunian bersama hanya beberapa saat sebelum pandemi COVID-19 dimulai,” ujar Anand.

Meski tengah dihadapkan dengan konsekuensi tak terhindarkan berupa rasa kesepian akibat anjuran untuk tetap di rumah, co-living bersama beberapa penghuni lain bisa menjadi pilihan yang ideal. “Di masa krisis seperti ini, ditemani oleh orang lain di sekitar rumah, bahkan dalam jarak yang aman, dapat menghadirkan rasa persatuan serta dukungan,” pungkas Anand.

Nah, kamu berminat? (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s