Lanjut ke konten

Gagal Berangkat Jemaah Umrah Tak Ditanggung Polis Asuransi Perjalanan Syariah

12/03/2020

Hidupgaya – Wabah coronavrirus yang dinyatakan sebagai pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berdampak luas. Tidak hanya di bidang kesehatan, sektor ekonomi juga terkena dampak nyata dari wabah yang memiliki nama resmi COVID-19.

Dampak dari wabah COVID-19 membuat sejumlah negara memberlakukan travel warning, termasuk Arab Saudi yang menangguhkan ibadan umrah setidaknya dalam setahun ke depan untuk meminimalkan penyebaran virus yang telah menewaskan lebih dari 4.200 orang dan menginfeksi lebih dari 115.800 orang secara global.

Terkait keputusan penangguhan ibadah umrah oleh Arab Saudi, Asosiasi Asuransi Syariah Inonesia (AASI) berkomitmen untuk mendukung perlindungan jemaah ibadah umrah. “AASI turut prihatin yang mendalam atas kondisi kahar (force majeure) yang menimpa para calon jamaah umrah yang mengalami pembatalan perjalanan terkait keputusan Arab Saudi menghentikan pemberian izin visa umrah dan melarang warga negara asing memasuki wilayahnya, termasuk bagi calon jemaah umrah asal Indonesia,” kata Ketua Umum AASI Ahmad Sya’roni dalam temu media di Jakarta, Kamis (12/3).

Akibat pelarangan (travel warning) tersebut ribuan calon jamaah umrah mengalami gagal berangkat. Sayangnya, jaminan Polis Standar Asuransi Syariah Perjalanan Umrah (ASPU) maupun Polis Standar ASPU PLUS tidak meliputi pembatalan perjalanan tersebut. Menurut Ahmad, hal itu tertuang dalam Bab IV – Pengecualian, Ayat 4.5 di Polis Standar ASPU dan Polis Standar ASPU Plus yang menyatakan bahwa manfaat gagal berangkat tidak berlaku atas sebab-sebab atau kondisi-kondisi yang dikecualikan, termasuk salah satunya adalah akibat campur tangan pemerintah dalam bentuk apapun, gagal mendapatkan visa atau dokumen kunjungan lain, pelarangan, pengaturan atau diberlakukannya peringatan perjalanan dari yang berwenang.

Belajar dari kasus ini, Ahmad menekankan, AASI dan para pelaku usaha membuka diri untuk membahas langkah-langkah perbaikan untuk ke depannya. “Kami berharap tetap mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama calon jemaah umrah,” bebernya. Jemaah umrah dari Indonesia mencapai sekitar 1 juta orang per tahunnya.

Ahmad menambahkan, terlepas dari jaminan yang sebelumnya disepakati bersama antara AASI – Kemenag – DSN (Dewan Syariah Nasional) – OJK (Otoritas Jasa Keuangan), potensi pengembangan pasar (cross selling) masih terbuka lebar dengan memperhatikan data jumlah jamaah yang besar ini.

Di kesempatan sama, Ahmad menekankan AASI siap memberikan perlindungan aset negara dengan prinsip syariah. “Kami juga membuka diri untuk menyediakan kapasitas tambahan bagi kebutuhan jaminan asuransi aset negara, sesuai dengan program yang sedang dan akan dijalankan oleh pemerintah,” ujarnya. 

Menurut Ahmad, asuransi syariah dapat turut berperan bagi perlindungan aset negara, baik aset fisik maupun aset jiwa, dan dapat berjalan beriringan dengan kondisi jaminan yang ada di konvensional. “Kami berharap dapat berpartisipasi aktif dalam mendorong pencapaian visi pemerintah untuk menjadinkan Indonesia sebagai global hub for sharia pada 2030,” ujarnya.

Terkait dengan rencana proses pemisahan (spin off) unit syariah dengan unit syariah, hingga saat ini  belum ada permintaan secara resmi dan tertulis dari pihak dan atau asosiasi manapun yang meminta penundaan dan atau pembatalan pemisahan unit syariah. “Prosesnya tetap berjalan. Kami minta anggota untuk menjalankan dan mematuhi kewajiban sebagaimana amanat UU 40 tahun 2014 dan POJK 67 tahun 2016,” ujar Ahmad.

AASI juga menyatakan siap mendukung pelaksanaan Qanun di Provinsi Aceh – terkait dengan penerapan Qanun Nomor 18 tahun 2018 di Nanggroe Aceh Darussalam yang akan mulai berlaku sejak 4 Januari 2022, tentang asuransi yang harus menggunakan prinsip syariah. “AASI menyambut baik dan memberikan dukungan serta siap memberikan masukan dan petunjuk agar pelaksanaan penerapannya tetap menjaga asas perlindungan nasabah dan tidak menimbulkan kendala atau kerugian bagi pemegang polis,” tandas Ahmad. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: