Lanjut ke konten

Semes7a, Film Dokumenter untuk Gaungkan Cinta Lingkungan yang Dikemas Apik

11/02/2020

Hidupgaya – Sejak lama kita tahu bahwa The Body Shop merupakan brand kosmetik yang berkomitmen menjalankan aksi-aksi terkait lingkungan, sosial dan women empowerment dalam rangka membawa perubahan positif. 

Nah dalam upaya menggaungkan kepedulian lingkungan, baru-baru ini The Body Shop mengajak pelanggan setia, karyawan, sejumlah jurnalis media dan influencer untuk bersama-sama menonton film Semes7a. “The Body Shop mendukung film Semes7a sebagai bentuk komitmen terhadap berbagai upaya mengampanyekan isu lingkungan dan perubahan iklim,” kata Suzy Hutomo, Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia di sela-sela nonton bareng Semes7a di Jakarta, baru-baru ini.

Film tentang lingkungan ini digawangi Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin sebagai produser dan disutradarai Chairun Nissa. “The Body Shop mendukung film Semes7a karena sejalan dengan misi kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengubah gaya hidup dan mulai mengambil sikap dalam menjaga lingkungan, demi menyelamatkan bumi. Kami berharap film ini bisa menjadi media edukasi untuk lebih peduli akan alam dan bumi, juga memulai gaya hidup yang ramah lingkungan,” bebernya.

Aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh The Body Shop dimulai dari 2008 dengan dimulainya program Bring Back Our Bottle (mengajak customer mengembalikan bekas kemasan produk ke toko untuk kemudian didaur ulang) dengan total lebih dari 7 juta botol kemasan kosong yang kembali sampai akhir 2019.

Kemudian pda 2013, The Body Shop memulai gerakan untuk mengurang sampah plastik dengan menjadi bagian dari pendukung Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Selain itu, bagi karyawan The Body Shop diberlakukan peraturan terkait botol dan kantong plastik sekali pakai, sedotan plastik dan styrofoam di green office. “Setiap event yang dibuat internal juga selalu mengajak karyawan untuk membawa tumbler dan kantong belanja sendiri,” imbuh Suzy.

Film Semes7a menceritakan 7 ‘climate warriors’ yang bertindak berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing untuk memerangi dampak negatif perubahan iklim di Indonesia. Ketujuh tokoh inspiratif tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Menurut Nicholas, rangkaian kisah ini akan mengingatkan akan keindahan alam Indonesia serta menyadarkan bahwa semua orang dapat memulai untuk memerangi perubahan iklim dimulai dengan melakukan hal-hal kecil. “Semoga film Semes7a bisa memberikan edukasi kepada kita semua untuk semakin peduli terhadap perubahan iklim yang semakin terasa dampaknya dengan lebih menyayangi, merawat serta memanfaatkan alam dengan lebih baik,” kata aktor yang suka olahraga alam ini diamini Mandy Marahimin, yang juga menjadi produser.

Film Semes7a merupakan film dokumenter yang menggambarkan 7 tokoh dari 7 provinsi  dengan latar belakang budaya dan agama berbeda tetapi satu tujuan yang sama, yaitu menjaga keseimbangan alam, untuk memperlambat proses kerusakan bumi yang dilakukan dalam kearifan adat istiadat dan agama yang mereka anut.

Film ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan didukung oleh Uni Eropa (EU). (HG)

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: