Lanjut ke konten

Mereka Wujudkan Mimpi Jadi Beautypreneur Kosmetik Lokal

20/10/2019

Hidupgaya – Memiliki bisnis sendiri mungkin menjadi mimpi bagi sebagian besar orang. Selain lebih leluasa mengatur waktu, memiliki bisnis sendiri berarti bisa merangkul banyak orang dan bahkan mengangkat taraf hidup mereka.

Itulah yang melandasi Irvyn Wongso (41) terjun menjadi beautypreneur dengan membesut merek Innertrue. Pria ini sebelumnya telah berbisnis produk peralatan musik, namun tergelitik untuk terjun ke bisnis kosmetik yang diakuinya menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan.

Mengutip data riset ekonomi UOB Indonesia yang dirilis tahun ini, ada empat konsumsi utama millennial Indonesia, dan 50% pendapatan millennial dihabiskan untuk empat jenis konsumsi yang disebut “Gaya Hidup 4S” mencakup Sugar (makanan dan minuman), Skin (perawatan tubuh dan kecantikan), Sun (liburan dan hiburan), dan Screen (konsumsi layar digital).

Menyoroti Skin, potensi pasarnya amat menjanjikan jika dilihat dari pertumbuhan yang signifikan di kategori personal care dan skincare. Di kategori mass beauty and personal care, nilai bisnisnya mencapai US$4,4 miliar pada 2018. Disusul kategori skincare yang membukukan US$1,7 miliar, kategori premium beauty & personal care US$0,4 miliar, dan kategori Men’s Grooming alias perawatan pria mencapai US$0,4 miliar.

Menyadari bisnis yang legit inilah banyak bermunculan para beautypreneur yang mencari peruntungan.bisnis di Tanah Air dengan merilis merek sendiri. Hal ini ditunjang dengan hadirnya perusahaan produsen OEM (Original Equipment Manufacturing) atau maklon kosmetik yang menawarkan investasi yang terjangkau.  Pendek kata, pengusaha kosmetik tak perlu repot membikin formula yang membutuhkan tim R & D atau pabrik sendiri yang butuh biaya besar, karena semuanya ditangani oleh perusahaan maklon. Harga investasi juga terjangkau. Sebutlah maklon kosmetik PT Nose Herbalindo yang menawarkan investasi mulai Rp50 juta untuk produksi produk skincare.

Menurut Direktur Nose Herbalindo, Yoda Nova, sejak dibesut pada 2017, Nose Herbalindo, telah menangani sejumlah merek kosmetik lokal seperti Innertrue, Hanada, Somethinc,  Maska, Evershine, Everwhite, juga Msglow. Para seleb juga mempercayakan produk skincarenya di Nose, antara lain Buza milik Bunga Zainal, SA Natural milik Shandy Aulia, Keyglow milik Sarah Salsabila, juga Ashanty.

Innertrue, yang merilis produk skincare sejak Agustus 2019 memilih memakai formula mosseltech dari ekstrak tumbuhan lumut yang mampu membuat kulit menjadi mudah beradaptasi. “Lumut ini tahan hidup ratusan tahun dalam kondisi ekstrem. Selain itu, formula mosseltech mengandung zat antiblue light yang memancarkan radiasi, contohnya sinar ponsel yang memiliki pengaruh terhadap kulit,: ujar Irvyn dalam bincang-bincang bersama media di ajang Cosmo Beaute 2019 di JCC, Sabtu (19/10).

Irvyn mengaku kolaboraai dengan Nose sejak 2017. “Selama 2 tahun belum jualan. Kami lakukan riset untuk mendapatkan produk yang pas. Setelah melewati fase trial and error, Innertrue akhirnya merilis produk skincare pada Agustus 2019. Dalam 1 set skincare terdiri 5 produk yaitu toner, gel cream, cleansing, essence dan serum, dengan harga mulai Rp100 ribuan per produk dan paling mahal Rp220 ribu.

Meski baru 3 bulan rilis, sambutan pasar terhadap produk Innertrue menggembiralan. “Penjualan bagus. Stok untuk 6 bulan habis dalam 1 bulan saja dan permintaan terus naik,” klaim Irvyn yang mengaku nekad “membedah dan mempreteli” skincare merek luar yang mahal demi mengetahui komposisi dan membandingkan dengan produk Innertrue.

Produk Innertrue dipasarkan melalui toko online Shopee dan Tokopedia, Instagram @Innertrue serta reseller. Dalam waktu dekat Innertrue bisa ditemukan di Sociolla. Saat ini jumlah reseller mencapai 50 orang tersebar di sebagian wilayah Indonesia. Hingga akhir tahun ditargetkan menjadi 70 reseller. “Saat ini ada 300 aplikasi calon reseller yang sudah masuk dan sedang kami seleksi,” ujar Irvyn.

Irvyn menyebut, dengan bergabung sebagai reseller Innertrue, mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan. Dengan investasi awal Rp3 juta (mendapat 4 set produk) tiap reseller mendapatkan margin 30% dari harga jual. “Kami disiplin menjaga harga agar tidak terjadi obral yang malah mengorbankan margin reseller. Rata-rata omset reseller mencapai hingga Rp60 juta per bulan. Ini lumayan besar dan membantu meningkatkan pendapatan mereka,” beber Irvyn.

Untuk mengenalkan produk secara lebih luas, Innnertrue menggunakan beauty influencer Sulha dan  Tasya Farasya. “Instagram tentunya bukan hanya jualan produk namun juga mengedukasi konsumen,” imbuh Irvyn

Senada dengan Irvyn, Diana Jafar juga tertarik menjadi beautypreneur dengan merilis skincare merek Hanada (dalam bahasa Jepang berarti taman bunga). Hanada tampil dengan skincare simpel dengan mengusung kualitas terbaik, termasuk menggunakan teknologi stem cell tumbuhan algae.

Diana Jafar (kiri) dan Yoda Nova (kanan)/dok. Hidupgaya

Saat ini Hanada merilis.4 produk skincare, dengan andalannya micellar gel (pembersih makeup) dan serum. “Kebanyakan.pembersih makeup di pasaran dalam.bentuk micellar water. Hanada menyodorkan micellar gel dengan kemampuan membersihkan makeup optimal, bahkan untuk makeup yang didesain tahan lama,” ujar Diana yang terjun ke bisnis beautypreneur antara lain karena dorongan teman akrabnya dari kecil, Yoda Nova, direktur Nose Herbalindo.

Tak butuh waktu lama, micellar gel menjadi best seller, juga Brighten Up Body Serum. “Ini serum oke banget saat dipakai di tangan dalam beberapa hari tampak hasilnya. Kulit terlihat lebih cerah,” ujar Diana.

Hanada bisa ditemukan di toko online Shopee dan Tokopedia, juga Instagram @hanadaofficial. “Permintaan di pasar online tinggi. Untuk mengoptimalkan promosi kami juga menggunakan beauty influencer Harumi,” imbuh perempuan penggemar tas Louis Vuitton.

Diana mengaku menggunakan produk luar negeri sebagai benchmarking. “Tapi dibikin lebih bagus dengan harga terjangkau. Micellar gel hanya Rp90 ribu dan serum paling mahal Rp219 ribu,” ujarnya.

Diana mengaku sangat menekan harga agar Hanada bisa dijangkau lebih banyak kalangan. “Kami berani.produksi banyak dengan memgoptimalkan kapasitas produksi karena yakin dengan kualitasnya,” kata Diana optimistis. (HG)

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: