Lanjut ke konten

APCA Indonesia Besut Kuliner Legendaris Bergaya Kekinian

25/08/2019

Hidupgaya – Pernah nggak memperhatikan tren kuliner terkini lebih mengarah kepada resep-resep klasik yang divariasikan hingga akhirnya menghasilkan satu menu hidangan yang baru dan unik tanpa menghilangkan ciri khas menu tersebut?

Konsep kuliner yang unik dan tampilan yang ‘Instagramable’ juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum millenial. Sentuhan modernisasi menjadikan kuliner tradisional kembali terangkat dan ‘naik kelas’ khususnya bagi kaum urban.

Menandai ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia – salah satu sekolah pastry dan kuliner internasional di Indonesia – merilis kembali kuliner tradisional Nusantara yang dibalut dengan sentuhan modern. Melalui para chef profesional yang juga instruktur di APCA Indonesia, mereka bercerita mengenai kuliner tradisional yang memiliki nilai kenangan tersendiri.

Yang keren adalah, kuliner-kuliner tradisional tersebut dikemas kembali menjadi lebih modern dengan teknik memasak yang tinggi.

Bertajuk ‘APCA Indonesia Media Special Cooking Class’ menu-menu spesial dihadirkan, di antaranya Bhinneka Bahari Dabu Dabu, Archipelago Chocolate, Ketan Item Gelato dan Petit Gateau Modern Klapertart.

Bertempat di APCA Indonesia, Alam Sutera, Chef Andy Ramadhan, Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno dan Chef Glenn Nethanael Peter memperkenalkan kuliner khas Nusantara bernuansa modern kepada sejumlah media gaya hidup.

Kekayaan bahari Indonesia diceritakan oleh Chef Andy Ramadhan melalui olahan hasil laut yang memberikan sensasi baru tersendiri dalam Bhinneka Bahari Dabu Dabu. Bahan-bahan seperti ikan kakap merah, udang dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado yakni dabu-dabu. “Penggunaan gurita sebagai pengganti cumi-cumi selain unik, juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sedangkan sambal dabu-dabu yang rasanya pedas dan segar, menjadi pilihan tepat untuk hidangan olahan hasil laut,” kata Chef Andy dalam acara Media Special Cooking Class di Alam Sutera, Sabtu (24/8).

Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu. Tomat misalnya, di-comfit (slow cooking dengan minyak) dan kemangi diekstrak dengan minyak kemudian minyaknya dijadikan mayones. Sedangkan cabe rawit dan paprika diasap terlebih dahulu sebelum diolah menjadi saus.

Sedangkan Chef Christian Dewabrata menyajikan Archipelago Chocolate yaitu empat varian cokelat yang dipadukan dengan rasa kuliner tradisional. Beberapa kuliner dan minuman khas Indonesia seperti Wedang Ronde, Rempeyek, Bajigur dan Nasi Uduk dikemas dalam cokelat pralines.

Kekayaan rempah serta bahan khas masakan Nusantara yang mudah kita temukan sehari-hari, dan mengurangi penggunaan perisa buatan menjadi alasan pemilihan bahan hidangan cokelat ini.  Kali ini Chef Christian menggunakan teknik khusus digunakan untuk mengekstraksi bahan-bahan seperti santan, sereh, kacang tanah, bawang goreng dan daun jeruk untuk menjadi bahan isian (ganache) dari Archipelago Chocolate.

Untuk cold dessert, ada ketan hitam yang ditampilkan lebih modern dalam bentuk gelato tanpa menghilangkan rasa khas nusantara yang otentik. Chef Caesar Andry Priatno ingin mengenang kudapan khas yang sering disajikan sang ibunda ketika masih anak-anak yaitu bubur ketan hitam.

Selama ini kita mengenal bubur ketan hitam atau bubur pulut hitam yang merupakan hidangan penutup dengan cita rasa manis, dan bisa disajikan dalam keadaan dingin maupun hangat. Kali ini berbeda. Dalam Ketan Item Gelato, Chef Caesar akan menggunakan ketan hitam sebagai bahan dasar utama gelato bersama kelapa parut dan daun pandan.

Gelato atau es krim khas Italia terbuat dari campuran susu rendah lemak, memiliki tekstur yang lebih halus dari es krim, padat, dan creamy. Dalam pembuatan gelato perlu menambahkan soft mix dan soft ice, yang merupakan bahan konsentrat dan pelembut yang aman dikonsumsi.

Chef Glenn Nethanael Peter mengangkat Klappertaart sebagai hidangan penutup klasik khas Manado yang telah disajikan di keluarganya lebih dari dua generasi. Resep Klappertaart yang sudah turun-temurun ini dimodifikasi dengan teknik memasak dan tampilan penyajian yang lebih modern dalam Petit Gateau Modern Klappertaart. Petite Gateau sendiri diambil dari bahasa Perancis yang bermakna kue kecil atau individual cake.

Jika biasanya dipanggang, kali ini Klappertaart disajikan lebih modern dengan cara didinginkan saja. Kelapa tetap menjadi bahan utama, namun ditambah cokelat sebagai bahan isian. Selain itu, cokelat juga dijadikan poin presentasi yang unik untuk Klappertaart ini. Cokelat akan dibentuk seperti batok kelapa yang akan melingkupi Klappertaart di sisi luar sehingga menonjolkan nuansa dari kelapa sebagai bahan utama Klappertaart. Rasanya? Wow banget.

Tentang APCA Indonesia

Hadir sejak Januari 2019, APCA Indonesia memiliki misi untuk menghasilkan chef yang memiliki keterampilan bertaraf internasional, dapat bersaing di pentas global serta mencetak tenaga profesional yang siap terjun di industri kuliner. Baru-baru ini, APCA Indonesia berhasil menjuarai kompetisi Indonesia Pastry Cup 2019 dan akan mewakili Indonesia di Asian Pastry Cup 2020 di Singapura yang merupakan rangkaian kompetisi World Pastry Cup 2021 di Lyon, Prancis.

Director & Executive Chef APCA Indonesia, Louis Tanuhadi berharap melalui kegiatan ini, media dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat agar mengenal kembali ragam kuliner tradisional. “Saat ini tidak banyak chef yang secara khusus memiliki spesialisasi di kuliner Indonesia. Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia,” tandas Louis. (HG)

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: