Lanjut ke konten

Perempuan Kerap Jadi Pelaku Social Beauty Bullying

18/08/2019

Hidupgaya – Ada beragam perundungan, yang bisa dilakukan di dunia maya, atau dunia nyata. Nah, yang belakangan mengemuka adalah beauty bullying, sebuah bentuk perundungan yang kerap dialami perempuan Indonesia baik secara langsung atau melalui media sosial.

Permasalahan ini kerap menghantui para perempuan terutama di ruang media sosial yang biasa kita sebut dengan social beauty bullying.

Berdasarkan data dari The Cybersmile Foundation, social beauty bullying telah menjadi permasalahan umum yang dialami lebih dari 45 juta perempuan di dunia. Ironisnya, tindakan tersebut kerap kali datang dari sesama perempuan, baik dari keluarga, kerabat, rekan sekantor ataupun teman yang dapat mempengaruhi sisi psikologis dari perempuan tersebut.

Memahami isu ini, LUX bersama Maudy Ayunda meluncurkan inisiatif #STOPBeautyBullying untuk mengajak perempuan Indonesia melawan perundungan melalui media sosial dengan berani mengekspresikan kecantikannya

Tak dimungkiri, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, platform ini seringkali disalahgunakan, contohnya melontarkan komentar negatif yang menyerang penampilan fisik – hal inilah yang disebut social beauty bullying.

“LUX percaya bahwa setiap perempuan itu cantik dan berhak untuk mengekspresikan kecantikannya tanpa terkecuali. Melalui inisiatif #STOPBeautyBullying kami mengajak para perempuan untuk berani mengekspresikan dirinya dan mengesampingkan komentar negatif orang lain terhadap dirinya,” kata Maulani Affandi, Head of Skin Cleansing & Baby PT Unilever Indonesia Tbk, dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Psikolog klinis dari Brawijaya Healthcare, Nuran Abdat, mengatakan, perilaku social beauty bullying yang dilakukan oleh perempuan terhadap perempuan lain secara online yang mengomentari penampilan seperti make-up, model rambutnya, fitur fisik, dan lain-lain. “Dampak dari tindakan ini dapat mengganggu kondisi mental pelaku dan korbannya. Untuk itu, seseorang harus menghargai dirinya sendiri – agar dapat menghargai orang lain,” ujar Nuran.

Soal perundungan di dunia maya bukan hanya milik perempuan kebanyakan. Bahkan sosok Maudy Ayunda, pesohor yang juga menjadi Brand Ambassador LUX, juga kerap menerima nyinyiran atau cemoohan terkait dengan penampilannya di media sosial. “Orang kerap mengomentari gigi kelinciku. Ini dulu bikin kepikiran. Emang masalah ya punya gigi kelinci,” ujar Maudy.

Berkolaborasi dengan LUX, Maudy Ayunda turut menyuarakan inisiatif #STOPBeautyBullying bagi para perempuan Indonesia. “Dulu aku berpikir bahwa menerima komentar negatif tentang penampilan di media sosial merupakan risiko sebagai figur publik. Tapi lama-lama aku semakin menyadari bahwa tidak sepatutnya kita tinggal diam,” imbuhnya.

Bersamaan dengan peluncurkan inisiatif #STOPBeautyBullying, LUX meluncurkan produk terbarunya, LUX by Maudy Ayunda, Shimmering Sandalwood Musk. Terinspirasi dari keharuman bunga tuberose yang terpancar bahkan dalam kegelapan, LUX menginspirasi perempuan Indonesia untuk tetap berkarya meski dalam situasi yang tidak diinginkan atau dalam tekanan sosial.

Maudy berharap melalui inisiatif #STOPBeautyBullying perempuan Indonesia semakin berani untuk menunjukkan bahwa kalau komentar-komentar negatif itu tidak dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan kecantikan dan kemampuan untuk berkarya. (HG)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: