Lanjut ke konten

Minimalkan ‘Trial & Error’ dalam Merawat Kulit, Tes DNA Saja

13/08/2019

Hidupgaya – Demi tampil cantik, tak jarang kita melakukan sejumlah kesalahan (trial and error) dalam pencarian produk atau metode yang tepat. Di dunia marketing kondisi ini lazim disebut consumer pain points alias pengalaman yang menyulitkan konsumen.

Harus diakui memilih produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit, bukan perkara mudah. Pertama, kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi jenis kulit. Menurut dr. Leslie Baumann, peneliti dan ahli kecantikan dari Amerika, jenis kulit dibagi berdasarkan 4 kategori dasar, yaitu level sebum, sensitivitas/kepekaan, pigmentasi dan elastisitas. “Dari empat kategori dasar inilah, kita akan mendapatkan 16 jenis kondisi kulit yang berbeda,” beber Baumann.

Baumann lebih lanjut menjelaskan, urusan memilih perawatan yang tepat, ada banyak faktor lain di luar jenis kulit yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk. Antara lain apakah produk menjawab kebutuhan spesifik kulit (menghilangkan noda hitam), apakah bahan aktif kandungannya, aman untuk jenis kulit kita, dan sebagainya.

Manfaat Tes DNA Kulit

Terima kasih pada kemajuan teknologi yang banyak memberikan kemashalatan bagi umat manusia. Teknologi tes DNA misalnya, secara global telah memberikan manfaat bagi individu yang ingin memahami kondisi kulitnya dengan mudah.

Nah, untuk meminimalkan pengalaman menyakitkan yang dialami konsumen, teknologi tes DNA bisa menjadi solusi terbaik karena tes ini dapat menjelaskan kondisi dan kebutuhan spesifik kulit konsumen yang sesuai dengan hasil tes DNA tersebut.

Tes DNA kulit sudah umum dilakukan di negara maju, tujuannya tak lain untuk mengenal kondisi kulit dan mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai. Nah, JakPat sebagai platform Online Survei, melihat bahwa DNA sudah menjadi subjek global yang telah dijajaki oleh para pakar kesehatan kulit, agar menjadi solusi bagi konsumen dalam memahami kondisi kulit mereka.

Terkait hal ini, JakPat mengadakan survei pada 5 – 10 Juli 2019 terhadap 537 responden, mengenai pemahaman responden akan kondisi kulit dan pendapat mereka akan manfaat teknologi pada konteks perawatan kulit.

Head of Research Jakpat, Aska Primardi, mengungkap hasil riset yang diadakan JakPat menunjukkan pentingnya tes DNA kulit. Dalam konteks penggunaan produk perawatan wajah, hanya 15 persen responden yang mengatakan bahwa kinerja produk yang mereka gunakan, sesuai dengan harapan. Sisanya mengatakan bahwa mereka masih menderita masalah yang mengganggu seperti jerawat, iritasi, kulit kering, kulit berminyak, dan lainnya.

“Sebanyak 30 persen responden juga merasa belum puas dengan kondisi kulit mereka saat ini, kendati telah menggunakan berbagai macam produk perawatan.,” kata Aska.

Hasil riset lainnya menunjukkan bahwa para responden sudah selektif dalam mencoba produk perawatan kulit, untuk mencegah terjadinya masalah kulit dan menghindari terbuangnya uang dan waktu dengan sia-sia.

Dalam konteks menemukan produk perawatan yang tepat, 50 persen responden setuju untuk memeriksakan kondisi kulit mereka dan secara umum memilih untuk pergi ke dokter kulit.

DNA merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Tes DNA adalah prosedur yang digunakan untuk mengungkapkan secara akurat, informasi mengenai genetik dalam tubuh seperti potensi, risiko dan kebutuhan unik setiap individu yang berkaitan dengan banyak hal seperti kebutuhan suplemen dan nutrisi, intensitas olahraga yang sesuai, hingga perawatan kulit yang tepat.

Salah satu hal paling mendasar yang bisa diperoleh dari tes DNA adalah kondisi kulit seseorang. Sebagai organ tubuh paling luar, kulit merupakan lapisan pelindung yang bekerja 24 jam tanpa henti dan paling rentan terpapar oleh faktor eksternal seperti matahari dan polusi. “Pengecekan DNA kulit bisa memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas kolagen, elastisitas kulit, pigmentasi kulit, dan sebagainya,” urai Aska.

“Dalam konteks skin DNA treatment, kecenderungan responden untuk percaya akan hasil tes DNA kulit, mencapai 85 persen. Selain itu persentase minat responden untuk mencoba perawatan kulit dengan teknologi tinggi mencapai 90 persen,” tandas Aska.

Jika ingin mengetahui informasi lebih jelas mengenai teknologi DNA untuk kulit bisa ditemukan di http://www.smartskinsolution.com. (HG)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: