Lanjut ke konten

Ragam Alasan Masyarakat Mengandalkan Emas sebagai Tempat Bersandar Paling Aman

25/05/2019

Hidupgaya – Emas sejak lama menjadi salah satu instrumen ‘menabung’ yang dapat diandalkan. Mudah dilakukan, likuid (mudah diuangkan) kapan saja dan harganya cenderung stabil. Investor membeli emas dengan beragam alasan, antara lain sebagai lindung nilai, tempat yang aman, atau investasi langsung. Penelitian menyebut bahwa emas adalah lindung nilai terbaik terhadap kejatuhan pasar saham.

Menurut laporan The Financial Review, emas dalam fungsinya sebagai lindung nilai (hedging) dalah investasi yang mengimbangi kerugian di aset lain. Banyak investor membeli emas untuk melakukan lindung nilai terhadap penurunan mata uang, biasanya dolar AS. Ketika mata uang jatuh, maka membuahkan harga impor dan inflasi yang lebih tinggi. Karena alasan inilah emas menjadi pertahanan terhadap inflasi.

Coba kita merunut ke belakang sejenak, harga emas naik lebih dari dua kali lipat antara tahun 2002-2007, dari US$347.20 menjadi US$833.75 per ounce. Mengapa? Karena di periode yang sama nilai dolar AS (yang diukur terhadap euro) turun 40 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh Trinity College menemukan bahwa emas adalah lindung nilai terbaik terhadap potensi kejatuhan pasar saham. Selama 15 hari setelah kehancuran, harga emas naik secara dramatis. Investor yang ketakutan panik, menjual saham mereka dan membeli emas.

Bagaimana fungsi emas sebagai a safe haven? Emas dalam hal ini menjadi tempat berlindung yang aman – melindungi investor dari kemungkinan bencana. Itu sebabnya banyak investor membeli emas selama krisis keuangan 2008. Harga emas terus meroket dalam menanggapi krisis zona euro. Banyak orang mencari perlindungan terhadap kemungkinan keruntuhan ekonomi Amerika Serikat. Sebagai akibat dari ketidakpastian ekonomi yang ekstrem, harga emas naik lebih dari dua kali lipat, yaitu dari US$869.75 pada 2008 menuju rekor tertinggi US$1.895 pada 5 September 2011.

Banyak investor ingin mendapat untung dari kenaikan harga emas yang luar biasa ini. Mereka membelinya sebagai investasi langsung untuk mengambil keuntungan dari kenaikan harga di masa depan. Yang lain terus membeli emas karena mereka melihatnya sebagai barang berharga yang terbatas dengan banyak kegunaan. Yang tidak kalah pentingnya, emas dipegang oleh banyak pemerintah dan individu kaya.

Apa yang membuat emas begitu istimewa? Logam mulia ini memiliki sejarah panjang sebagai bentuk uang pertama, yang kemudian menjadi dasar untuk standar emas yang menetapkan nilai untuk semua uang. Karena alasan ini, emas memberikan ‘keakraban’ sekaligus ‘kenyamanan’. Logam mulia ini menciptakan perasaan aman sebagai sumber uang yang akan selalu memiliki nilai, apa pun yang terjadi.

Emas Punya Karakteristik Unik

Karakteristik emas juga menjelaskan mengapa instrumen ini tidak berkorelasi dengan aset lain, misalnya termasuk saham dan obligasi. Harga emas tidak naik ketika kelas aset lainnya melejit. Emas bahkan tidak memiliki hubungan terbalik seperti saham dan obligasi.

Sebaliknya, emas adalah cerminan dari banyak sentimen investor. Inilah yang menjadikan alasan menjadikan emas sebagai bagian dari portofolio yang terdiversifikasi dengan baik di dunia global saat ini di mana sebagian besar kelas aset akhirnya menjadi sangat berkorelasi.

Menurut Melvin Mumpuni, perencana keuangan dari Finansialku, investasi emas atau logam mulia adalah jenis investasi yang paling kuno. Di zaman dulu, orang-orang sudah berinvestasi di emas lokal. Namun di zaman modern, investor lebih percaya membeli emas yang tersertifikat. “Investasi emas termasuk investasi tradisional, mudah dijalankan dan tidak membutuhkan ilmu khusus untuk memulainya,” kata Melvin. Singkat kata, kita hanya perlu membeli emas, menunggu harga naik dan menjual pada saat harga lebih tinggi.

Melvin menyebut, harga emas dari tahun 2006 mengalami kenaikan cukup signifikan sampai tahun 2012. Dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, harga emas cenderung stagnan (bahkan sempat mengalami penurunan).

Ada sejumlah alasan orang berinvestasi pada logam mulia, antara lain tahan terhadap inflasi (jika inflasi naik, harga emas pun naik), likuiditas tinggi yang berarti mudah dijadikan uang kembali, serta risiko cenderung rendah karena harga emas akan cenderung naik secara jangka panjang. Namun investasi emas juga memiliki kelemahan, misalnya jika dalam jumlah banyak maka membutuhkan tempat penyimpanan yang layak. Poin lainnya adalah keuntungan tidak terlalu tinggi dan bertahap, sehingga tidak cocok untuk pembiayaan jangka pendek.

Strategi berinvestasi emas orang-orang zaman dahulu adalah beli emasnya, simpan dan berharap harga naik dan jual saat dibutuhkan, misalnya saat anak masuk sekolah. Melvin melihat emas dijadikan andalan mewujudkan tujuan keuangan.

“Dilihat dari kenaikan harga emas, sebenarnya emas tidak bisa diandalkan 100% untuk mewujudkan tujuan keuangan. Dalam investasi dikenal sebuah teknik yang disebut diversifikasi atau alokasi aset. Intinya jangan meletakkan investasi hanya pada satu produk. Jika investasi diibaratkan sebuah telur, jangan simpan telur-telur dalam satu keranjang, karena risikonya tinggi:Jika keranjangnya jatuh, semua telur akan pecah,” beber Melvin.

Melvin menyarankan, lebih baik buatlah sebuah diversifikasi investasi untuk dana pendidikan, misalnya 50% emas dan 50%nya investasi yang lain (bisa deposito, reksa dana, obligasi dan sebagainya).

Beli Emas Kini Lebih Terjangkau

Bagaimana untuk mereka yang hanya memiliki dana cekak, apakah bisa ikut membeli emas dan berharap mendapat keuntungan? Kemajuan teknologi juga dunia digital memungkinkan masyarakat menjangkau emas dengan cara mudah. Masyarakat kini bisa memiliki simpanan Emas di Treasury mulai dari Rp20.000 saja, demikian dikatakan Narantara Sitepu, Head of Brand Development Treasury,

Treasury bahkan akan memberikan emas gratis seberat 0,03 gram untuk semua pengguna baru sebagai THR. “Ini diharapkan dapat menstimulasi masyarakat untuk memiliki emas,” kata Narantara.

Narantara menyarankan bagi mereka yang sudah terima THR untuk membuat daftar alokasi keuangan. “Pastikan alokasi untuk #PunyaSimpenan Emas ada pada deretan paling atas dari daftar yang dibuat sehingga pundi-pundi simpenan emas terus bertambah,” ujarnya.

Melvin berbagi tips memanfaatkan THR agar tidak habis tanpa bekas. “Pisahkan THR dengan pendapatan bulanan. Alokasikan sebagian untuk menabung atau memiliki simpanan emas. Jangan lupa sisihkan untuk dana tidak terduga, yang mungkin dibutuhkan saat Lebaran nanti,” ujarnya.

Mengalokasikan uang THR ke beberapa pos yang membutuhkan, sebaiknya dilakukan secepat mungkin. “Ingatlah pada tujuan keuangan jangka panjang anda, maka sebaiknya alokasikan sekitar 20% sebagai simpanan. Ini mencegah godaan belanja lapar mata saat diskon menjelang Lebaran,” ujar Melvin.

Selebihnya, bisa dialokasikan sebesar 20% untuk keperluan mudik, 10% untuk sedekah, 20% untuk dana tak terduga, dan 30% untuk alokasi lain-lain, termasuk di antaranya untuk membeli pakaian dan berbagi dengan keluarga.

Hal kecil yang terus dilakukan secara berulang bisa memberikan manfaat yang besar. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Hal ini jga berlaku dalam simpanan emas. Coba bayangkan, apabila secara rutin mengalokasikan pendapatan untuk punya simpanan emas sejak 10 tahun lalu saat harga emas masih sekitar Rp360.000 per gram. Sekarang harga emas sudah naik menjadi sekitar Rp623,745 (harga di Treasury pada 13 Mei 2019).

“Kenaikan nilai emas yang mencapai 42,28% tentu akan sangat membantu kondisi keuangan, saat semua kebutuhan seakan datang bersamaan,” tandas Narantara. Simpanan emas yang telah terkumpul bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti dana darurat atau pendidikan.

Mulai beroperasi sejak November 2018, Treasury adalah platform daring untuk beli, simpan dan jual emas batangan serta perhiasan yang dapat diakses melalui Google Playstore dan Apps Store. Lebih dari itu, untuk semakin memudahkan pengguna Treasury juga menyediakan layanan transfer dan redeem emas bagi konsumen.

Treasury telah menjadi anggota AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia), asosiasi yang memayungi perusahaan dan institusi keuangan yang memaksimalkan peran teknologi dalam bisnisnya. Keanggotaan AFTECH juga merupakan salah satu persyaratan bagi perusahaan fintech dalam melakukan proses pencatatan untuk mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk menjaga keamanan pelanggan, Treasury bekerja sama dengan lembaga kliring sebagai penjamin transaksi dan Untung Bersama Sejahtera (UBS) sebagai penyedia emas yang ditransaksikan. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: