Lanjut ke konten

Jalan Berliku Vishal Tulsian Membesut Tunaiku di Indonesia

19/05/2019

Hidupgaya  – Tunaiku, pionir Financial Technology (fintech) dari Amar Bank telah hadir sejak 2014 di Indonesia. Sejak 2014 sampai saat, Tunaiku mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jumlah penyaluran kredit meningkat pesat dari Rp200 miliar tumbuh menjadi Rp1 triliun.

Jumlah install aplikasi yang mencapai 1 juta orang lebih dan jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 200 ribu orang memperlihatkan pertumbuhan yang siginifikan. Sukses saat ini dengan penyaluran kredit yang cukup besar, tidak lepas dari kerja keras di masa lalu.

Vishal Tulsian, Managing Director Amar Bank mengisahkan perjalanan membangun Tunaiku. Pada 2014, jenis perusahaan berbasis fintech belum begitu terlalu dikenal di masyarakat Indonesia. Namun dengan kerja keras dan usahanya serta atas izin dan bantuan dari pemerintah Indonesia, Vishal berhasil membangun Tunaiku sebagai perusahaan fintech pertama di Tanah Air yang saat ini dikenal luas.

Ketika Vishal datang ke Indonesia lima tahun silam, dia melihat peluang untuk fintech yang belum berkembang. Padahal, fintech memiliki misi sosial di dalamnya. “Saya mencoba mencari di mana atau dalam hal apa teknologi dapat memberikan dampak yang berarti,” ujarnya.

Vishal percaya bahwa teknologi dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan seseorang, “Saya percaya bahwa teknologi dapat memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya soal efisiensi, karena saya melihat adanya kesenjangan antara mereka yang memiliki uang dan mereka yang membutuhkan uang. Jadi, teknologi seharusnya dapat mengurangi kesenjangan yang ada, teknologi harus memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat,” bebernya.

Karena itu, Vishal membuat produk untuk mereka yang belum atau kurang terlayani (unbankable) oleh layanan perbankan. “Saya yakin teknologi keuangan akan berkembang dan akan diadopsi di Indonesia,” lanjutnya.

Menurut pria lulusan master dari Harvard Business School, ide membangun Tunaiku, diadopsi dari beberapa perusahaan fintech di Eropa, “Di sana perkembangan teknologi begitu cepat, kemudian saya membawa model bisnis ini ke Indonesia. Jadi waktu itu saya melihat infrastruktur pembayaran dan transaksi keuangan di Indonesia sudah bagus, tetapi untuk masalah kredit masih ada kesenjangan,” beber Vishal.

Melihat populasi masyarakat Indonesia yang berjumlah 250 juta orang, hanya sekitar 40 juta penduduk itu yang terlayani atau punya akses ke perbankan. Dari situ kemudian muncul pemikiran untuk menciptakan pasar melalui teknologi. Sehingga akan membuat mereka yang unbankable menjadi lebih mudah mengakses layanan keuangan melalui teknologi.

Vishal mengisahkan, pada awal Tunaiku beroperasi, sebagian besar dana pinjaman yang berhasil disalurkan digunakan oleh penerima pinjaman untuk membiayai kebutuhan sehari-hari yang mendesak, seperti, pengobatan ke rumah sakit. Sekarang, lebih banyak dari mereka meminjam untuk merenovasi rumah, modal usaha mikro, dan pendidikan.

Layanan Tunaiku saat ini tersedia di 16 kota besar. Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar Rp2 juta sampai dengan Rp20 juta dengan tenor pinjaman 6-20 bulan. Angka ini, menurut OJK, sudah melebihi target yang sudah ditentukan.

Dengan adanya pencapaian yang cukup tinggi, Vishal mengaku optimistis melihat geliat pertumbuhan perekonomian di Indonesia.  “Saya optimistis pertumbuhan perekonomian akan semakin baik lagi di tahun 2019, dan Amar Bank akan menjadi bagian dari pertumbuhan ini. Terutama dengan berkembang pesatnya Tunaiku, akses layanan keuangan akan menjadi semakin luas sehingga dapat memacu percepatan inklusi keuangan di Indonesia,” tandasnya.

Mengenai strategi lahun 2019, Vishal berharap Tunaiku dapat menjangkau segmen yang lebih luas, menjangkau lebih banyak pengusaha bisnis mikro (Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tunaiku saat ini tengah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pelaku usaha kecil dan mikro. Jadi kami berencana meluncurkan fitur spesial untuk pelaku UMKM. Fitur tersebut juga tentunya untuk membantu, sesuai kebutuhan mereka. Saat ini, kami menyiapkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Untuk timeline, karena ini terkait dengan regulasi, kami tidak akan mengumumkan sebelum mendapat persetujuan dari regulator. Tapi kami sudah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan ini dan kami akan meluncurkan fitur ini secepatnya,” papar Vishal. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: