Lanjut ke konten

Parade Busana Syari Meriahkan Panggung Indonesia Fashion Week 2019

01/04/2019

Hidupgaya – Sebagai bagian dari perhelatan Indonesia Fashion Week 2019 yang baru berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 27-31 Maret 2019, sejumlah desainer memamerkan busana muslim syari di panggung runway.

Ada tiga merek yang unjuk gigi dalam merilis busana muslim, yaitu Khazzanah by Eva Hazna satu panggung bersama Zahwazee by Salty Jofimar, Althafunissa Syari by Karina yang tergabung dalam Syari Community Indonesia (SCI), sebuah komunitas pengusaha wanita syari.

SCI Dibentuk oleh 30 orang desainer syari Indonesia sebagai wadah bagi para desainer busana syari untuk meningkatkan kualitas diri dan kualitas hidup lebih bersikap syari dimulai dengan penampilan, lalu bergerak terus melalui aktivitas sosial, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Khazzanah mengusung The Beauty of the Ribbon, dipersembahkan untuk wanita muslimah yang selalu tampil cantik syari namun tetap ingin tampil bergaya. Ditampilkan dalam 9 koleksi desain dengan aplikasi kristal dan swarovski yang gemerlap namun anggun.  Eva Hazna, sang desainer mengatakan, tema koleksi warna pastel yang lembut, terinspirasi dari keindahan. “Kolaborasi bentuk pita dan bunga menggambarkan keanggunan wanita,” kata Eva sesaat setelah pergelaran busana di Jakarta Convention Center, baru-baru ini.

Sedangkan merek Zahwazee by Salty Jofimar mengusung tema Fleur D’Amour yang terinspirasi dari kenangan masa lalu akan keindahan bunga- bunga  di taman serta kecintaan akan warna – warna pastel dalam lukisan dan wallpaper klasik, sehingga lahirlah koleksi ini.

Motif bunga sendiri melambangkan kecantikan wanita  di dalam kehidupannya, dan warna- warna pastel yang melambangkan kedewasaan seorang wanita dalam menghadapi warna – warni kehidupan. “Bunga  memberikan kesan romantis, elegant, dan memesona di saat yang sama yang seakan-akan menggambarkan keanggunan seorang wanita dalam balutan busana syari,” kata Salty, sang desainer.

Dalam koleksi ini Zahwazee juga banyak memainkan teknik pleats yang sedang jadi tren saat ini dan mengusung cutting model ‘princess’ yang akan memberi kesan nyaman pada pemakai. Pemilihan bahan satin bridal pada sebagian besar koleksinya dan dengan aplikasi laser bordir bunga yang dijahit tangan dengan beragam payet,batu, dan kristal yang menambah keanggunan.

Sementara itu, Althafunissa Syari by Karina, mengusung tema ‘Spectrum Of Liris’ yang terinspirasi dari selembar kain putih dan canting sehingga tercipta aneka motif dan corak warna batik yang rupawan. “Liris berarti hujan gerimis dengan harapan hujan adalah berkah. Begitu juga harapan manusia agar rezeki dan hidupnya penuh keberkahan,” kata Karina, desainer di belakang merek Althafunissa.

Seperti koleksi yang sering ditampilkan, kali ini Althafunissa syari tetap menggunakan bahan-bahan yang ringan dipakai, dengan tujuan agar muslimah syari tetap bisa beraktivitas nyaman. Bahan yang dipakai didominasi bahan chiffon, dengan aplikasi tulle dan organza. Jadilah gaun muslim yang elegan, mewah namun tidak berlebihan. (HG)

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: