Lanjut ke konten

Straps Padukan Konsep Kestabilan dalam Produk dan Bisnis

24/12/2018

Hidupgaya – Pernah nggak dikasih kado jam dari orang tercinta dan bolak balik dipakai hingga tali jam atau strap rusak minta pensiun? Akan jadi masalah jika strap untuk jam itu harganya premium, atau bahkan harus memesan hingga berbulan-bulan untuk bisa sampai ke tangan konsumen.

Memahami kebutuhan konsumen akan tali jam berkualitas, Yanto Chou membesut merek Straps, yang menyediakan ragam tali jam mulai kulit, nilon hingga kayu untuk konsumen dengan harga terjangkau namun kualitas papan atas.

Bicara tentang Straps, tentu tak bisa dilepaskan dari Dutemps, sebuah toko yang dikreasikan oleh Yanto pada 2011. Dutemps, yang merupakan cikal bakal Straps, berdiri karena naluri bisnis Yanto tajam mencium adanya peluang bagus. Yanto yang pernah bekerja di perusahaan jam yang berkembang pesat sejak 2002 ini sering dicurhati pelanggan terkait kesulitan mereka mendapatkan tali jam.

“Ada yang untuk mendapatkan tali jam premium saja butuh waktu berbulan-bulan, bisa hingga 6 bulan. Berawal dari sinilah muncul ide untuk berbisnis tali jam berkualitas dengan harga terjangkau,”ujar Yanto dalam temu media menandai peluncuran Straps x Collaboration di Lippo Kemang Village Jakarta, baru-baru ini.

Selama bekerja di perusahaan jam, Yanto mengenali bahwa para distributor jam mewah di Indonesia masih kurang peduli akan layanan after sales service dari jam yang dijualnya. “Salah satu utamanya adalah tali jam. Para distributor tersebut tidak menyediakan ready stock dari tali-tali jam pengganti sehingga konsumen kesulitan mendapatkannya sementara mereka ingin tetap memakai jam favoritnya,” bebernya.

Berbekal adanya peluang bisnis tersebut maka pada 2011, Dutemps berdiri di Bengkel Fairground SCBD yang menawarkan tali jam tangan branded, pemutar jam dan trading jam. Seiring waktu, semakin banyak koleksi yang dimiliki Dutemps dan tidak berujung hanya pada original branded saja tetapi semua tali jam berkualitas diminta untuk diproduksi. “Koleksi tali jam makin banyak. Muncullah ide mengganti nama Dutemps menjadi Straps,” imbuh Yanto seraya menebar senyum.

Pada 2013, merek Straps lahir. Menurut Yanto, Straps berbicara tentang kestabilan dan fengshui. “Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli fengshui, bahwa kita perlu sebuah kestabilan di manapun kita berada, termasuk pada saat kita menggunakan aksesori. Saat menggunakan jam di tangan kanan atau kiri, maka kita perlu menstabilkan dengan gelang yang memiliki unsur yang sama di tangan satunya lagi, sehingga terjadi balance (seimbang),” ujarnya.

Yanto Chou, Founder & General Manager Straps Indonesia

Berkat konsep kestabilan itu, Straps tidak melulu memproduksi tali jam, namun juga gelang yang menjadi paduan untuk mencapai keseimbangan.

Merek Straps awalnya dibentuk dengan slogan ‘Design Your Watch’ yang memiliki makna semua hal yang dapat mempercantik jam tangan konsumen, tanpa merusaknya. Hal ini mencakup tali jam, buckle pin, gelang dari logam maupun kulit.

Seiring perjalanan waktu, slogan ‘Design Your Watch’ yang diusung sejak awal berdirinya Straps berubah menjadi ‘Respect Your Hand’ pada tahun ini. “Perubahan slogan ini sebagai upaya Straps menyebarkan awareness kepada konsumen Indonesia, bahwa kami hanya menggunakan kualitas bahan terbaik yang ada di pasaran dengan garansi perbaikan seumur hidup,” beber Yanto.

Dengan slogan baru ini Straps juga memastikan menghargai tangan yang memakai aksesoris tali jam tangan dan gelang produksinya. “Slogan ini juga ditujukan untuk merangkul kaum millenials yang kami percaya akan menduduki ekonomi dunia. Slogan itu mengandung petuah penting, di antaranya semangat pantang menyerah dan hargai apa yang ada, karena anak muda adalah sebuah penggerak dan penggagas bangsa yang harus tahan banting dan untuk selalu menghargai tangan mereka dengan perbuatan baik,” urai Yanto.

Merek Straps hingga kini telah diakui sebagai penyedia tali jam dan leather bracelet terlengkap yang ada di pasar Indonesia, dengan menyediakan tali jam berbahan besi, nilon, kulit (sapi/ular), perlon, jeans, batik, stingray, hingga kulit buaya dengan ukuran mulai dari 14 mm sampai dengan 28 mm.

Tak hanya tali jam, Straps juga menghadirkan deretan koleksi gelang buatan tangan manusia, di antaranya Western Horoscope, Chinese Horoscope, Leopard Edition, Skull Edition, HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Edition dan banyak model lainnya yang semuanya dibuat internal.

Yanto sebagai pendiri sekaligus General Manager Straps mengakui peluang yang masih besar di pasar aksesoris jam tangan dan gelang di Indonesia. Hal ini tak lepas dari berkembangnya gaya hidup masyarakat modern yang turut menumbuhkan peluang bisnis di pasar aksesoris jam tangan. “Masyarakat tak lagi sekadar menilai bahwa sebuah jam tangan hanya sebagai alat penunjuk waktu semata tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mencitrakan personal masing-masing pemakainya,” ujarnya.

Aksesoris jam ini pun sedikit banyak dapat menandakan jati diri sang pemilik, yang juga dapat disesuaikan dengan acara atau kesempatan berbeda. Karena terkait gaya hidup, saat ini masyarakat Indonesia tak hanya memiliki 1 buah jam tangan saja, tetapi bahkan hingga beberapa buah yang model atau desainnya disesuaikan dengan kebutuhan.

“Melihat adanya perkembangan gaya hidup masyarakat modern itulah, kami optimistis Straps dapat menjadi pilihan chic untuk segala kebutuhan aksesoris jam dan gelang konsumen Tanah Air,” beber Yanto.

Indahnya Kolaborasi dan Berbagi

Yang bikin bangga, Kata Yanto, Straps dipercaya untuk bekerja sama dengan Harley Davidson USA pada 2915. Saat itu Straps diminta untuk membuat sesuatu yang berbeda untuk aksesoris yang dapat dipakai oleh para bikers, yang kemudian membawa Straps menjalankan kolaborasi ini secara terus menerus hingga saat ini dengan Harley Davidson Club Indonesia.

Dengan HDCI misalnya, Straps mendesain gelang dengan kepala tengkorak yang ikonik. Yanto menjelaskan, ukuran gelang bisa dipersonalisasi, demikian juga dengan benang tali jam yang dapat disesuaikan dengan warna kesukaan. Layanan terbaru yang diberikan Straps adalah konsumen dapat menyematkan nama ataupun inisial di gelang dengan mesin laser engraving. “Semuanya bisa dilakukan di Straps,” ujarnya.

Dengan semangat ‘Respect Your Hand’ Straps mengumumkan kolaborasi baru dengan dua mitra, yaitu Wecare.id dan Ciayo Corp.

Kiri ke kanan: Yanto Chou, Founder & General Manager STRAPS Indonesia, Gigih Septianto selaku CoFounder, CEO & CTO WeCare.id dan Victorio Primadi selaku Founder & CTO CIAYO Corp

Dalam upaya mengerakkan gelang persahabatan untuk dapat membantu sesama, Straps menyumbangkan sebagian hasil penjualannya dengan memberikan dukungan melalui program SEHATI dari wecare.id. “Kontribusi Straps adalah memberikan sebuah gelang sebagai bentuk token of appeciation bagi para penyumbang program SEHATI dari wecare.id,” kata Yanto. Wecare.id merupakan wadah ‘urunan online’ yang dari para donatur yang memberikan bantuan pengobatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sedangkan kolaborasi dengan Ciayo Corp berupa penyematan desain gelang Straps di salah satu game Ciayo, yaitu Chipz yang akan dirilis pada paruh pertama 2010. “Kami ingin menyasar komunitas Ciayo Comic yang merupakan wadah berkumpul para generasi milenial saat ini,” Yanto memberi alasan kerja sama Straps dengan Ciayo.

“Dengan kolaborasi ini kami ingin menunjukkan banyak sisi positif Straps. Bukan sekadar produk tali jam dan gelang yang memiliki kualitas premium dengan koleksi lengkap, namun kami pun memiliki komitmen dan kontribusi untuk berbagi kepada sesama. Bisnis pun perlu balance, tak melulu hanya urusan komersial saja tetapi juga berbuat sesuatu bagi lingkungan,” tandas Yanto.

Saat ini toko Straps telah hadir di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, juga Makassar. Produk Straps juga merambah hingga Vietnam dan Malaysia. Harga produk ditawarkan mulai Rp250 ribu per item.

Ke depannya, Yanto menambahkan, Straps siap berkolaborasi dengan perajin lokal di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kerja untuk mengurangi angka penggangguran di Tanah Air. Bravo, Straps! (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: