Lanjut ke konten

Keterampilan Bahasa Inggris Orang Indonesia Menurun

14/12/2018

Hidupgaya – Keterampilan bahasa Inggris tak bisa dimungkiri akan membuka cakrawala dunia sekaligus meningkatkan daya saing. Dewasa ini bahasa Inggris menjadi semakin penting dalam interaksi yang lebih luas dan bahkan pada skala global. Bahasa Inggris secara de facto menjadi bahasa komunikasi untuk segala jenis pertukaran internasional, baik berupa barang, layanan maupun gagasan di berbagai belahan dunia.

Sayangnya, Indonesia termasuk di urutan bawah terkait kecakapan bahasa Inggris. Menurut data yang dirilis EF English Proficiency Index (EPI), tahun ini Indonesia menduduki peringkat ke 51 dari 88 negara di dunia, skor menurun menjadi 51,58 dari 52,14 pada 2017.

Skor ini menempatkan Indonesia pada posisi ke 13 dari 21 negara di Asia dan berada di bawah nilai rata-rata kecakapan Bahasa Inggris kawasan Asia sendiri (53,94). Peringkat Indonesia bertahan di tingkat kecakapan rendah sejak 2017 dan masih berada di bawah peringkat negara ASEAN lainnya, seperti Singapura dengan (68,63) pada tingkat Kecakapan Sangat Tinggi, Filipina (61,84) dan Malaysia (58,32) di Tingkat Kecakapan Tinggi. Bahkan Indonesia, berada di bawah Vietnam (53,12) yang berada di Tingkat Kecakapan Menengah.

Menurut Executive Director of Academic Affairs EF Education First, Minh N. Tran, temuan utama EF EPI tahun ini menemukan bahwa secara umum kecakapan bahasa Inggris orang dewasa di Asia relatif stabil dibandingkan tahun lalu. Pencapaian Indonesia dalam berbahasa Inggris patut disayangkan mengingat kemahiran bahasa Inggris memiliki keterkaitan dengan daya saing ekonomi, perkembangan sosial dan inovasi. “Negara-negara dengan tingkat kemahiran bahasa Inggris yang tinggi, cenderung memiliki pendapatan rata-rata lebih tinggi, kualitas hidup lebih baik, serta investasi yang lebih besar dalam penelitian dan pengembangan,” kata Tran dalam temu media media memaparkan penelitian EF EPI edisi ke 8 bertema “Building a Bridge to the World through English Proficiency. Are We Qualified enough for the Challenges?” di Jakarta, Kamis (13/12).

Tran menambahkan, kemahiran berbahasa Inggris juga menunjukkan keterkaitan dengan penghasilan individu, yang diukur berdasarkan pendapatan per kapita negara-negara yang berpartisipasi pada EF EPI. “Semakin tinggi tingkat kemampuan Bahasa Inggris suatu negara, maka semakin besar pula rata-rata pendapatan penduduk di negara tersebut,” imbuhnya.

Laporan EF EPI disusun berdasarkan analisa data dari hasil tes bahasa Inggris yang dilakukan melalui tes online gratis pertama di dunia, yaitu EF SET (Standard English Test). EF EPI telah menjadi sebuah kajian terbesar di dunia, yang mengukur tingkat kemahiran berbahasa Inggris orang dewasa yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

Laporan EF EPI 2018 juga menunjukkan kota-kota dengan tingkat kecakapan bahasa Inggris terbaik. Di Indonesia sendiri terdapat tiga kota yang menunjukkan perkembangan kecakapan bahasa Inggris terbaik, yaitu Surabaya sebagai Best City, Bali sebagai Best Improvement Region dan Bandung sebagai Most Improved City.

Di kesempatan yang sama Direktur Pengembangan Standarisasi dan Pelatihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Sukiyo mengakui tenaga kerja Indonesia memang kurang bisa bersaing di kancah internasional karena keterbatasan bahasa Inggris. “Salah satu alasannya bahasa Inggris bukan bahasa ibu di Indonesia. Saya misalnya, paham kalau ada orang ngomong bahasa Inggris, namun jika harus bicara harus mikir karena kosa kata dalam bahasa Inggris kurang,” ujarnya.

Sukiyo berharap, para generasi milenial dapat meningkatkan kecakapan bahasa Inggris agar lebih memiliki daya saing di kancah global.

Tran menambahkan, bahasa Inggris menjadi sebuah kemampuan yang penting dimiliki pada era industri saat ini yang disebut sebagai Revolusi Industri 4.0. “Revolusi Industri 4.0 memungkinkan setiap orang dari berbagai belahan dunia sudah saling terhubung dan bersaing dalam berbagai sektor industri,” ujarnya.

Menyadari pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu communication skills yang perlu dimiliki pada era saat ini, EF memiliki keyakinan jika kemampuan bahasa Inggris ini terus dilatih sejak usia sekolah, maka para siswa kelak dapat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat berpartisipasi aktif dalam dunia profesional. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: