Lanjut ke konten

Kemenpar Rangkul 100 Restoran Diaspora untuk Populerkan Kuliner Indonesia di Kancah Dunia

25/11/2018

Hidupgaya – Kuliner merupakan media diplomasi sosial ekonomi paling halus, cepat, namun berdampak tinggi serta efektif untuk mempopulerkan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang menarik di dunia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, kuliner memberikan kontribusi terbesar dalam kegiatan pariwisata sekitar 30 hingga 40 persen pengeluaran wisatawan untuk kebutuhan makan dan minum.

Mengutip Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), PDB ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia tahun 2016 sebesar Rp923 triliun atau 7,4 persen dari total PDB Indonesia. “Kontribusi terbesar sekitar Rp382 triliun atau sekitar 41 persen dari kuliner,” kata Arief di sela-sela acara Wonderful Indonesia Gastronomy Forum 2018 yang dihelat di Jakarta, baru-baru ini.

Arief menandaskan, kuliner Indonesia harus mengejar kemajuan kuliner Thailand yang sudah mendunia dengan memiliki nation’s food Tom Yang yang dipopulerkan oleh lebih dari 16.000 restoran diaspora yang tersebar di seluruh dunia.

Arief menyebut, tumbuh pesatnya restoran Thailand ini tidak lepas dari peran pemerintah yang memberikan soft loan sekitar Rp1,5 miliar per restoran. “Kita tidak bisa mengikuti cara Thailand ini karena keterbatasan anggaran. Sebagai solusinya, kita menggandeng 100 restoran diaspora Indonesia untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia,” ujarnya.

Selain melakukan co-branding 100 restoran Indonesia, hal lain yang menjadi perhatian Kemenpar adalah menetapkan nation’s food yaitu Rendang, Nasi Goreng, Sate, Soto dan Gado-gado untuk memudahkan kita mengedukasi dan memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat dunia.

Kemenpar juga menetapkan 3 destinasi kuliner Indonesia yaitu: Bali, Bandung dan Joglosemar (Jogya, Solo dan Semarang).

Arief menambahkan, keistimewaan yang dapat dinikmati para mitra co-branding restoran Indonesia diaspora ini adalah mereka dapat menggunakan kekuatan brand Wonderful Indonesia untuk meningkatkan nilai merek restoran. Sebagai timbal balik, para mitra akan mempromosikan 10 destinasi prioritas Indonesia melalui berbagai materi branding yang telah disediakan oleh Kemenpar juga menggaungkan 5 masakan nasional Indonesia yang akan memancing keinginan masyarakat dunia untuk datang ke Indonesia.

Wisata kuliner menjadi salah satu produk andalan pariwisata dalam mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

Sebagai kick off dari rangkaian program co-branding Wonderful Indonesia dengan 100 restoran diaspora tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara Wonderful Indonesia Gastronomi Forum 2018 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Aryaduta Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Kegiatan Wonderful Indonesia Gastronomy Forum 2018 diselenggarakan dengan semangat untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada restoran Indonesia di mancanegara yang telah membantu pemerintah untuk mempopulerkan kuliner Indonesia di kancah dunia.

Soto, satu dari 5 nation’s food yang ditetapkan Kemenpar

Kriteria 100 Restoran Indonesia Milik Diaspora

Di kesempatan yang sama, Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau Messakh mengatakan, kerja sama co-branding ini dilakukan dengan lebih dari 100 restoran Indonesia milik diaspora di Eropa, Amerika, Australia, Middle East, ASEAN, China dan Asia Timur tersebut menggunakan kriteria khusus.

Vita menjelaskan, kriteria mencakup syarat yang mesti dipenuhi, yaitu restoran tersebut berada di kota utama dunia dengan lokasi mudah dijangkau serta sudah berdiri lebih dari 3 tahun kecuali restoran yang memiliki konsep outstanding dan sangat representatif bagi kuliner Indonesia. Memiliki minimal 2 dari 5 masakan nasional yang dipopulerkan oleh Kemenpar. “Pemiliknya bersedia menjadi outlet channel mitra promosi Wonderful Indonesia. Resto juga mempunyai review bagus dengan rating minimal 3.5 dari website traveller and foods popular seperti Google, TripAdvisor, Yelp, dan Zomato,” bebernya.

Setelah terpilih, mereka mendapatkan recognition sebagai official co-branding partner Wonderful Indonesia yang dinyatakan dalam sertifikat apresiasi dan ditandatangani langsung oleh Menpar Arief Yahya.

Kegiatan Wonderful Indonesia Gastronomy Forum 2018 yang berlangsung 22 – 23 November 2018, sekitar 250 peserta dari unsur Pentahelix pariwisata menampilkan sejumlah narasumber yang mempresentasikan isu aktual seputar upaya mempopulerkan kuliner Indonesia di kancah dunia.

Di kesempatan sama juga dilakukan pemberian penghargaan Culinary Ambassador kepada Sri Owen – Inggris, Chef Agus Hermawan – Belanda, Chef Widjono Purnomo – Amerika Serikat dan juga Chef William Wongso – Indonesia. Penghargaan Lifetime Achievement pun diberikan kepada almarhum Bondan Winarno atas segala jasanya untuk memajukan wisata kuliner di Indonesia. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: