Lanjut ke konten

Animo Penonton Melimpah, Bunga Penutup Abad Bakal Tampil Lagi di Jakarta

01/11/2018

Hidupgaya – Buat yang belum nonton pementasan teater Bunga Penutup Abad tak usah sedih. Pementasan teater yang mengangkat karya Pramoedya Ananta Toer ini bakal digelar lagi di Teater Jakarta,  Taman Ismail Marzuki, 17 dan 18 November mendatang, dengan konsep berbeda.

Chelsea Islan (tengah) berperan sebagai Annelies dalam Bunga Penutup Abad

Keputusan untuk menayangkan kembali Bunga Penutup Abad, menurut Happy Salma, Founder Titimangsa Foundation – yang mendanai projek ini – tak lepas dari antusiasme penonton yang ingin menyaksikan secara langsung pertunjukan yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pram.

Bunga Penutup Abad sebelumnya digelar di Jakarta, pada Agustus 2016, dan di Bandung, Jawa Barat, pada Maret 2017, sukses meraup 2.653 penonton.

Pementasan teater Bunga Penutup Abad memasang wajah-wajah yang tak asing di jagad perfilman Indonesia., Lukman Sardi sebagai Jean Marais, Chelsea Islan sebagai Annelies serta pemain cilik, Sabia Arifin sebagai May Marais.

Dalam pementasan mendatang, peran sentral Nyai Ontosoroh dimainkan oleh Marsha Timothy, yang terpilih dari 72 kandidat. “Ini membuktikan karakter Nyai Ontosoroh bukan hanya bisa diperankan oleh seseorang,” kata Happy, yang sebelumnya bermain gemilang sebagai tokoh sentral dalam pementasan teater ini. Happy yang baru melahirkan anak keduanya dua bulan lalu berperan sebagai produser, dan masih mempercayakan Wawan Sofwan sebagai sutradara.

Marsha Timothy berperan sebagai Nyai Ontosoroh dan Reza Rahadian sebagai Minke dalam Bunga Penutup Abad

“Dalam pertunjukan kali ini, terdapat pergantian pemain yang saya rasa akan memberikan kesegaran, bahwa sebuah peran bukan hanya milik atau diidentikkan pada seorang aktor. Mereka bebas diinterprestasikan, diolah dan dimainkan oleh setiap aktor dalam gaya pemeranan yang berbeda,” beber Happy.

Bunga Penutup Abad ini berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keberadaan Annelies, mengutus seorang pegawainya untuk menemani kemana pun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman.

Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman.

Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga, seperti ketika pertama kali Minke berkenalan dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda.

Cerita berakhir beberapa saat ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter. Ke Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya Jean Marais. Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.

Yang menarik, untuk penataan kostum pemain ditangani oleh desainer senior Deden Siswanto, sedangkan pimpinan artistik Iskandar Loedin, penata multimedia Deden Jalaludin Bulqini, dan Ricky Lionardi sebagai penata musik, berupa instrumentalia.

Marsha Timothy, yang biasa disapa Caca, saat dihubungi Happy mengaku kaget dirinya ditawari peran ini. “Saya bilang mau. Namun butuh waktu tiga hari untuk mengatakan ya, karena peran Nyai Ontosoroh tidak ringan. Apalagi bermain teater itu saya tahu berat,” ujar Caca yang menjalani latihan fisik dan dialog sejak Juli 2018 untuk mendalami perannya.

Pramoedya Ananta Toer merupakan sastrawan besar Indonesia, yang telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Happy menambahkan, untuk pementasan ini, Titimangsa Foundation menghadirkan pula musik soundtrack pementasan yang direkam dalam bentuk CD. “Masyarakat bisa mendapatkan CD yang akan dijual di media sosial Titimangsa dan di tempat pertunjukan,” ujarnya.

Dari sekira 2000 tiket yang disediakan, kata Happy, hanya tersisa 100 tiket VVIP untuk menyaksikan Bunga Penutup Abad dan bisa dibeli di http://www.tiket-titimangsa.com. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: