Lanjut ke konten

Jadilah Konsumen Cerdas, Jangan Malas Baca Label Kemasan Pangan

19/10/2018

Hidupgaya – Indonesia menghadapi beban gizi ganda yang jika tidak ditangani dengan serius akan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM), misalnya penyakit kardiovaskular (jantung dan dan pembuluh darah) juga diabetes melitus tipe 2.

Gula memang manis namun bisa menjadi ‘racun’ jika dikonsumsi berlebihan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan masyarakat mengurangi asupan gula hingga kurang dari 10 persen dari total asupan energi, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga telah memberi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak yang ideal bagi individu per hari sebagai G4, G1, dan L5. Anjuran G4, G1, dan L5 adalah konsumsi dengan takaran gula sebanyak 4 sendok makan (50 gram), garam sebesar 1 sendok teh (5 gram), dan lemak sejumlah 5 sendok makan (67 gram) setiap harinya.

Konsumsi gula, garam, dan lemak sejatinya harus dijaga karena jika berlebihan akan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti, hipertensi, stroke, diabletes, dan serangan jantung.

Sejatinya penyakit tidak menular bisa dicegah. Salah satu yang memicu penyakt tak menular adalah pola makan dan minum yang berlebihan jumlah kalorinya sehingga mengakibatkan kegemukan.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan “Isi Piringku” yaitu 2/3 porsi karbohidrat, 1/3 porsi protein dan lemak (lauk pauk), ½ sayur serta buah.

Baca Label Nutrisi

Namun, dengan banyaknya pilihan makanan dan minuman siap saji, kita masih sering menambahkan sejumlah makanan diluar makanan pokok yang dapat mempengaruhi pertambahan berat badan karena kandungan kalorinya yang tinggi.

Karenanya, penting untuk cerdas membaca dan mengerti label nutrisi, terutama dalam minuman siap saji yang terkadang terlihat ringan namun tidak sesuai dengan kebutuhan kita.

Profesor Ujang Sumarwan, ahli perilaku konsumen dari Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa beragam masalah kesehatan di Indonesia antara lain dipicu oleh ketidakseimbangan asupan gizi, baik dari makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Sebagai konsumen kita dapat memilih minuman yang akan konsumsi sesuai dengan kebutuhan. Sayangnya, kita cenderung minum berdasarkan rasanya yang disukai sehingga tidak memperhatikan kandungan nutrisi terutama gula.

Minuman kemasan siap saji yang banyak beredar di pasar banyak diminati konsumen. Namun sebagai konsumen, kita harus cerdas dengan mengenal kandungan nutrisinya. “Tujuannya agar kita masih dapat menjaga jumlah kalori yang masuk untuk mengurangi risiko kegemukan,” kata Profesor Ujang dalam acara Hydration Talk yang dihelat Danone Indonesia di Jakarta, Kamis (18/10).

Dalam kesempatan yang sama ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Rimbawan, menambahkan, saat memilih makanan dan minuman siap saji, konsumen dapat memperhatikan takaran saji, angka kecukupan gizi, serta kandungan nutrisinya, terutama gula, garam, dan lemak.

“Konsumen dapat dengan mudah menemukan informasi ini, dalam box informasi nilai gizi yang ada pada kemasan makanan dan minuman,” ujarnya.

Dengan cermat memilih minuman kemasan yang akan dikonsumsi, maka PTM dapat dihindari. Jika konsumen memilih untuk mengonsumsi minuman dalam kemasan, ujar Rimbawan, artinya konsumen harus lebih cermat dalam memilih alternatif minuman yang lebih sehat. “jadilah konsumen cerdas dengan memperhatikan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya,” bebernya.

Senada dengan hal itu, Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) Tria Rosemiarti mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang.

“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi tiap harinya terutama yang terkandung pada minuman kemasan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai pola hidup yang lebih sehat,” ujar Tria. (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: