Lanjut ke konten

“Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” Jadi Ajang Pembuktian Adisurya Abdy

16/07/2018

Hidupgaya – Apa jadinya jika tema sejarah di masa kolonial dibesut dalam film bertema percintaan yang dibikin kekinian? Hasilnya bakalan mengejutkan. Apalagi di tangan sutradara kawakan yang memang terkenal piawai menyutradarai film romantis, Adisurya Abdy.

Sutradara yang lama absen di jagad perfilman ini dipercaya rumah produksi Xela Pictures membesut film bertajuk “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” yang mengupas kisah skandal asmara pada zaman Belanda.

Film percintaan ini merupakan karya Adisurya setelah 14 tahun tidak membuat film. Meski tidak menjadi sutradara, namun Adi bekerja di belakang layar selama periode vakumnya.

Apa alasannya kembali menerima tawaran Xela Pictures? “Saya pernah rasakan bagaimana bikin film di era seluloid dan sekarang ingin belajar lagi di era digital. Dan ternyata nggak sulit-sulit amat,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Adi memang memiliki kekuatan di film drama. Dulu dia membesut film Wanita, Ketika Cinta Telah Berlalu juga Asmara, yang mendapat sambutan positif ketika itu.

Dari film “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal”, Adi ingin mengukur kekuatannya. “Apakah karya saya masih disukai, serta apakah saya masih bisa fit in dengan kondisi kekinian,” imbuh pria kelahiran Medan 61 tahun silam.

Pembuktiannya tentu akan dilihat dari jumlah penonton yang menyaksikan film yang akan tayang di bioskop mulai 26 Juli mendatang.

Film ini terbilang berat, karena mengusung latar belakang sejarah yang dikemas dalam bentuk kekinian. “Ini sekaligus sebagai cara feeding knowledge untuk generasi milenial dengan cara yang menyenangkan,” imbuh Adi.

Dilatarbelakangi kisah cinta zaman Belanda yang terbawa hingga hari ini, film yang bisa dimaknai sebagai ‘Skandal Balaikota’ ini bersetting dua masa, lalu dan kini, di Stadhuis, atau yang kini dikenal dengan Museum Fatahilah. Lokasi syuting dilakukan di 4 lokasi, yaitu Jakarta dan Pangkalan Bun (Kalimantan), Shanghai dan Ningbo (Tiongkok).

Dalam film terbarunya, Adisurya menggandeng Areng Widodo sebagai penata musik adegan masa lalu, menyajikan kembali lagu ciptaannya berjudul “Syair Kehidupan” (dipopulerkan oleh Achmad Albar) yang diaransemen ulang dan dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas.

Ada alasan kenapa Areng dipilih untuk meramu musik film yang lumayan berat ini. “Intinya saya buat musik adegan masa lalu dan masa kini, berbeda warna. Saya termasuk musisi yang menolak warna musik konvensional,” ujar peraih Piala Citra sebagai penata musik terbaik.

Ada alasan khusus mengapa Areng memutuskan menerima tawaran membesut film perdana Xela Pictures. “Xela Pictures tidak mendikte sehingga saya menghasilkan karya yang maksimal,” ujarnya.

Produser Xela Pictures, Omar Jusma, ada alasan khusus pihaknya membesut film yang kental nilai sejarah ini.  “Saya mengharapkan generasi tahu akan cerita film ini, tentang cinta dan sejarah. Intinya film ini adalah hiburan yang bersetting sejarah. Tetap menampilkan cerita cinta anak muda, dengan segala romantikanya. Sehingga perlu ditonton oleh generasi milenial,” ujarnya.

Adisurya menjamin, meski bersetting sejarah, namun “Sara & Fei: Stadhuis Schandaal” tetap enak dinikmati. “Latar belakang sejarahnya paling 12 – 20 persen. Sisanya tetaplah percintaan yang dikemas sesuai minat kekinian, yang cocok dengan generasi milenial. Saya kemas berbeda tapi tak mau latah,” pungkasnya.

Sejumlah nama yang mendukung film ini sebutlah Amanda Rigby, Tara Adia, Tio Duarte, Anwar Fuady, Rensi Milano, George Taka, Aty Cancer, Iwan Burnani, Septian Dwi Cahyo, Riki Cuaca dan lain-lain.

Penasaran seapik apa film bertema sejarah berdurasi 90 menit ini dikemas? Nantikan tanggal mainnya di bioskop kesayangan. (HG)

Iklan

From → Movie Review

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: