Lanjut ke konten

Tiga Desainer Indonesia Siap Sajikan Karya Terbaik di Ajang Batik For The World

14/05/2018

Hidupgaya – Wastra Nusantara yang digunakan para raja hingga masyarakat ini dihadirkan dalam kesatuan peradaban di panggung dunia oleh tiga orang desainer terkemuka Indonesia yang juga akan membuka rangkaian Batik For The World.

Perhelatan Batik For The World akan berlangsung pada 6 – 12 Juni 2018 di UNESCO, Paris, Perancis. Dua tahun lamanya Oscar Lawalata menggagas konsep untuk bisa memamerkan batik di kantor pusat UNESCO di Paris. Melalui acara tersebut, Oscar beserta dua desainer Indonesia Edward Hutabarat dan Denny Wirawan, siap membawa batik ke dunia internasional Juni mendatang.

Sudah tentu ketiga desainer papan atas Indonesia ini akan menyuguhkan kreasi terbaiknya. Oscar misalnya,  membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, di antaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban dalam tampilan koleksi ready to wear. Sedangkan Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing. Denny Wirawan akan mengusung keindahan dan keunikan Batik Kudus.

Batik sejatinya merupakan inspirasi terbesar bagi Oscar Lawalata dan karyanya. Berbagai macam metode pengolahan batik akan diaplikasikan pada pergelaran kali ini, seperti bordir tangan, pewarnaan alam, dan berbagai olahan detail tangan lainnya ke dalam koleksi yang menjadi ciri khas Oscar Lawalata Culture.

Sebagai desainer Indonesia yang mengintegrasi kebudayaan tradisional dan gaya hidup modern, Oscar memiliki misi untuk mengangkat, melestarikan serta meperkenalkan kembali identitas budaya batik kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Sedangkan bagi Edward Hutabarat, batik bukan hanya kain bermotif kebanggaan bangsa Indonesia, melainkan kain peradaban warisan bangsa yang penuh dengan nilai sejarah tersendiri. Selama lebih dari 2 dekade mendalami batik, desainer yang disapa Edo ini mengolah kain batik sebagai bentuk peradaban Indonesia yang berjuang untuk terus bisa bertahan di tengah gempuran modernisasi.

“Ini merupakan kesempatan emas untuk berbicara di UNESCO untuk mengangkat satu dari kain peradaban Indonesia yaitu, batik, pada dunia. Mereka dapat melihat secara langsung keindahan dan kemegahan kain peradaban Indonesia. Ini juga bagian transfer sejarah pada generasi Indonesia saat ini bahwa harus menghargai dan mengenal batik lebih dalam. Hargailah dan berbanggalah Indonesia memiliki batik,” ujar Edo.

Untuk koleksinya, Edo memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing yang dihadirkan secara utuh dengan pembuatan pola terlebih dulu, lalu baru membatik di atas kain-kain yang dipilih sehingga tidak ada kain yang terpotong. Dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya, Edo mempresentasikan batik dalam pakaian kasual, beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan.

“Saya ingin menampilkan bagaimana batik bisa bersanding dengan berbagai barang bermerek lainnya namun batik tetap yang menjadi pusat perhatian,” ujarnya.

Sementara, Denny Wirawan menghadirkan inspirasi koleksi terbaru dari kain Batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa. Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok dengan penuh warna ceria, dipadu dengan embroidery akan menjadi inspirasi busana cocktail dan busana malam.

Denny berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengangkat Batik Kudus yang sempat populer di tahun 20an sampai 60an sebagai kain batik yang paling halus motif dan pewarnaannya, namun kini hampir punah karena tidak adanya regenerasi pembatik.

“Dengan tampilnya Batik Kudus di ajang Batik for The World di UNESCO ini diharapkan mampu memperkuat motivasi para pembatik Kudus untuk terus semangat melestarikan motifnya dan Batik Kudus semakin dikenal oleh masyarakat,” harap Denny. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: