Lanjut ke konten

Karya Desainer Indonesia Mendapat Pujian di Asia Young Designer Summit

23/03/2018

Hidupgaya – Wakil Indonesia dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil memperoleh kesan dan tanggapan yang baik dari para juri Asia Young Designer Summit (AYDS) 2017/18 untuk kategori Arsitektur dan Desain Interior, yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 14 Maret – 17 Maret silam.

Zulkifli Yuanata dari ITB mewakili Indonesia dalam Asia Young Designer Summit (AYDS)

Setelah melalui penjurian yang kompetitif, sebanyak 25 mahasiswa arsitektur dan desain interior dari 15 negara di Asia telah berhasil menampilkan karya terbaiknya melalui tema “You For Tomorrow” pada Asia Young Designer Summit 2017/18.

Salah satu desain wakil Indonesia, Zulkifli Yuanata dari ITB disebut oleh salah satu juri sebagai “A modern way to express Indonesia”.

Chief Executive Officer (CEO) Decorative Paints Nippon Paint Indonesia Jon Tan mengatakan, meski belum berhasil meraih gelar Asia Young Designer of the Year 2018, wakil Indonesia telah menunjukkan karya yang luar biasa dan berhasil mendapatkan kesan yang sangat baik dari para Juri.

“Kami harap prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan dapat memotivasi mahasiswa arsitektur dan desain interior lainnya di Indonesia untuk terus meningkatkan semangat berkarya dan kompetisi. Kesempatan ini tentunya dapat menjadi bekal yang baik bagi para peserta untuk bersaing pada dunia profesional sesungguhnya,” ujar Jon Tan.

Pada kategori Desain Interior, Indonesia diwakili oleh Zulkifli Yuanata dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui karyanya yang berjudul “Archipelago Theatre Indonesia”. Lewat karya itu,  Zulkifli berusaha menunjukkan keunikan Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar yang sekaligus memiliki keberagaman suku yang tersebar di seluruh wilayahnya.

“Archipelago Theatre Indonesia merupakan sebuah fasilitas yang dirancang untuk melestarikan berbagai seni dan budaya Indonesia yang dipersembahkan melalui modern music, modern theatre dan modern film,” ujarnya.

“Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam dan kompleks. Terasering dan daun kelapa saya aplikasikan pada desain auditorium untuk mencerminkan ciri khas lokal. Sebuah kebanggaan bagi saya untuk mewakili Indonesia dan memperlihatkan budaya Indonesia melalui karya saya di hadapan negara Asia lainnya pada Asia Young Designer Summit 2017/18,” imbuhnya.

Sementara, Alfian Reza Almadjid dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mewakili Indonesia untuk ketegori arsitektur melalui karyanya “Pixellate Farm” yang menekankan pentingnya unsur pertanian bagi negara Indonesia yang sejatinya merupakan negara agraris.

Gagasan dari konsep ini adalah mendekatkan kembali masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perkotaan dengan budaya agraris agar kesadaran akan isu pangan lokal dapat meningkat. “Saat ini banyak orang yang tidak menyadari dari mana makanan kita berasal. Ide saya adalah membawa pertanian kembali ke perkotaan,” ujat Alfian. “Dengan cara ini, saya berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli pada pertanian dan sumber makanan yang dihasilkannya.”

Alfian Reza dari UGM mewakili Indonesia dalam Asia Young Designer Summit (AYDS)

Gelar Asia Young Designer of the Year pada Asia Young Designer Summit 2017/18 berhasil disandang oleh Malaysia, baik untuk ketegori arsitektur maupun interior. Ng Wai How (Arsitektur) dengan karyanya yang berjudul War Museum – Extension of Tugu Negara dan Shahmeena Labeeb (Desain Interior) dengan Plan Bee – City Beekeeping-nya berhasil memperoleh hadiah uang tunai sebesar USD$5.000. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: