Skip to content

Wasir Tak Terkontrol Bisa Picu Nyeri dan Anemia

25/10/2017

Hidupgaya – Siapa saja yang pernah terkena hemoroid pasti merasakan derita akibat kondisi tersebut. Lebih dikenal dengan nama wasir atau ambeien, berasal dari kata ”haima” dan ”rheo”. Dalam dunia kedokteran berarti pelebaran pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) di dalam pleksus hemorrhoidalis yang ada di daerah anus.

Kondisi ini muncul saat terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah vena di sekitar pinggang, akibat sembelit, kebiasaan mengejan saat buang air besar, kelebihan berat badan serta kehamilan.

Menurut dokter spesialis bedah Klinik Rumah Wasir dr Firdaus SpB, tekanan yang terjadi secara terus menerus akan melemahkan jaringan pendukung pembuluh darah di sekitar anus, serta mengakibatkan pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah. “Jika pembengkakan terjadi di dalam disebut sebagai wasir internal dan jika pembengkakan pembuluh darah terjadi di luar sekitar anus disebut sebagai wasir eksternal,” kata Firdaus dalam keterangan tulisnya.

Firdaus menambahkan, diperkirakan sebanyak 50  persen dari populasi yang berumur lebih dari 50 tahun menderita hemoroid derajat sedang hingga berat. “Pada kasus yang berat, perdarahan lebih mungkin terjadi, terutama saat buang air besar, perdarahan ini selanjutnya mengakibatkan masalah kesehatan lain berupa; nyeri dan anemia,” ujarnya.

Nyeri sering muncul saat penderita wasir duduk, atau saat buang air besar, ini terjadi terutama pada penderita wasir derajat sedang hingga berat yang disertai perdarahan. Atau pada penderita wasir internal yang mengalami prolaps, namun prolaps tersebut terjepit di spingter (bantalan anus) setelah buang air besar. “Cepitan inilah yang kemudian menimbulkan sensasi nyeri karena airan darah terhenti,” jelas Firdaus.

Hal ini dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan Isselbacher tahun 2000, yang menyebutkan bahwa prolaps yang sudah terinfeksi akan menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan akan terjadi pendarahan yang banyak.

Bagaimana mengatasi keluhan ini? Menurut Firdaus, pembedahan bisa menjadi salah satu solusi. “Fibrosis jaringan sekitar anus juga menjadi penyebab terjadinya nyeri pada penderita hemoroid. Adanya fibrosis mengakibatkan anus kehilangan elasitisitasnya untuk membuka dan menutup,” beber Firdaus.

Infeksi juga dapat menimbulkan nyeri yang cukup hebat pada penderita hemoroid, terlebih jika infeksi tersebut menyebabkan pembentukan nanah.

Risiko yang kemungkinan terjadi akibat wasir adalah anemia, sebuah masalah kesehatan yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada di bawah nilai normal.

Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika seseorang kekurangan sel darah merah, maka sel-sel dalam tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup, akibatnya dapat menimbulkan gejala, meliputi lemah, letih dan lesu.

Anemia pada pasien hemoroid terjadi saat perdarahan terus menerus dan terjadi dalam waktu yang lama. “Adanya anemia, menambah kompleksitas pengobatan hemoroid bagi dokter, tak hanya memberikan terapi hemoroid saja, dokter harus melakukan tatalaksana anemia. Akibatnya, biaya pengobatan menjadi lebih besar,” jelas Firdaus.

Adanya anemia, juga dikatakan sebagai indikasi pasien untuk segera melakukan pembedahan untuk kasus hemoroid yang dialaminya. (HG/dokterdigital)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: