Lanjut ke konten

Penggunaan Software Ilegal Rugikan Triliunan Rupiah

10/10/2017

Hidupgaya – Indonesia masih jadi surga produk bajakan. Hal ini tentu memprihatinkan sekaligus menyimpan potensi bahaya yang besar.

Brigjen Pol Agung Setya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri memastikan kerugian akibat penggunaan software ilegal mencapai triliunan rupiah.

“Semua yang menggunakan software palsu pasti rugi. Misalnya harga sofware palsu Rp500 ribu, yang asli Rp1,5 juta. Memang murah yang palsu tetapi banyak hal tidak bisa sinkron dengan aplikasi yang kita perlu dan menjadi tidak optimal saat digunakan,” kata Agung dalam sosialisasi kekayaan intelektual yang diselenggarakan MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) di Jakarta, Selasa (10/10).

Belum lagi data dalam perangkat dicuri, seperti kasus yang sedang ditangani Bareskrim saat ini. “Ketika malware masuk ke sistem, lalu membekukan sistem, kemudian dibuat backdoor, bisa semaunya. Kemudian meminta tebusan. Kita rugi dobel. Kalau kita hitung secara total bisa triliunan,” jelas Agung.

Untuk itu, lanjutnya, bersama MIAP dan kementrian terkait, Agung menjelaskan pihaknya akan fokus dalam menangani kasus software ilegal ini. “Dengan kekuatan legal yang kita punya, kita akan terus mencari, temukan, dan kita pukul keras kejahatan cyber ini” tegasnya.

Tetapi masyarakat juga harus paham dengan tidak menggunakan sofware palsu. Selain itu juga melaporkan jika dirugikan. “Kami bergerak setelah ada aduan, kemudian diberi kesempatan mediasi untuk berdamai. Nah dalam hal ini salah satu poinnya adalah tarik semua produk palsu. Dari situ kita tahu jaringan bisnisnya,” katanya.

Di Indonesia, undang-undang dan peraturan yang berlaku telah memberlakukan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar hak kekayaan intelektual. Pasal 113 ayat (3) UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta menjatuhkan
sanksi pidana berat berupa hukuman penjara maksimal 4 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1 miliar bagi pihak –pihak yang melanggar hak ekonomi pencipta dengan melakukan penggandaan, pengkomunikasian dan distribusi ciptaan secara tanpa hak dan tanpa izin untuk digunaan secara komersial.

“Ancaman ini saya kritisi, karena saya melihat seperti di imigrasi itu terlalu berat. Kadang karena berat mereka lalai dan melakukan penyimpangan. Denda ini harus dihitung lagi. Ada yang diterapkan denda kecil untuk pedagang kecil, tetapi kesalahannya besar. Terlalu gampang membuat ancaman,” kata Aidir Amin Daud, Plt Dirjen Kekayaan Intelektual di kesempatan yang sama.

Namun, dia tetap sepakat atas denda tersebut oleh karena besarnya risiko penggunaan sofware ilegal, seperti pencurian data, dll. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: