Skip to content

Menari Bersama Bintang ‘Magellani’ Hian Tjen

17/09/2017

Hidupgaya – Hian Tjen, desainer 32 tahun ini kembali melakukan pergelaran tunggal yang penuh kemegahan di Hotel Raffles Jakarta, baru-baru ini. Melakukan pergelaran tunggal adalah pencapaian tersendiri bagi desainer untuk mengukuhkan karyanya.

Yang keren adalah, pergelaran tunggal ini mendapat dukungan penuh dari produsen mobil premium Bentley dan Land Rover. Merek mobil dengan segmen pasar papan atas, Land Rover, bahkan merilis Range Rover Velar sesaat sebelum pergelaran busana bertajuk ‘Magellani’ digelar.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Magellani, menurut desainer lulusan ESMOD ini memiliki arti galaksi kecil yang mengitari Bima Sakti. Sesuai maknanya, Magellani memang terinspirasi dari keindahan galaksi Bima Sakti, atau yang dikenal sebagai Milky Way.

Ide Magellani ini berawal saat desainer kelahiran 1985 ini melakukan perjalanan ke Maroko. Saat menginap di tengah padang gurun, Hian sempat terbangun sebelum matahari terbit kemudian menatap ke langit. Lewat mata teleskop, Hian mendapati susunan bintang seolah menyerupai jalur bintang yang menuju ke arah selatan. Keindahan dan kecantikan galaksi tersebut yang menimbulkan rasa takjubnya.

Hian juga dibuat terpana oleh cerita romantis yang terselip di baliknya. Menurut kisah, jalur bintang tersebut merupakan seorang mahadewi bernama Lindu yang jatuh cinta pada ketampanan Cahaya Utara, namun menangis patah hati karena kekasihnya tak berkepastian. Kalau kata anak sekarang sih PHP, pemberi harapan palsu.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Lindu menjelma menjadi sesosok dewi yang memimpin kawanan burung yang terbang dari Utara ke Selatan. Jejak air matanya Dewi menjadi jalur migrasi burung-burung untuk berpindah dari tempat dingin ke area yang hangat.

Berbeda dengan koleksi busana pada dua tahun lalu, yang juga dihelat di Raffles Hotel Jakarta, koleksi adi busana Hian lebih simpel, ringan, dan lebih kekinian. Meski terkesan sederhana dan ringkas, namun Hian mengaku justru menghadapi kesulitan ketika menciptakan busana yang sarat akan unsur dekoratif.

“Saya harus menangkap esensi siluet yang ingin ditampilkan. Tidak seperti dua tahun lalu, koleksi yang sekarang mengikuti tren di dunia mode, di mana baju dibuat lebih simpel. Simpel tapi terlihat eye catching, teknik pengerjaannya pun tinggi. Jadi, walaupun cutting-annya biasa, tetapi tekniknya luar biasa,” ujar Hian yang mendesain baju pernikahan istri aktor Dion Wiyoko.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Hian mengaku, detail busana disematkan hanya sebagai penguat desain. Hal ini terlihat dari 59 koleksi yang dihadirkan. Di antaranya jaket berlengan lonceng yang dipadu rok lebar klok dari bahan flannel, atau terusan span berbahan tipis, yang sempat tren di era 1940-an.

Pada busana lain, Hian menampilkan torso transparan pada busana bersiluet lurus serta gaun-gaun malam panjang dengan rok tumpuk di atas bahan tulle yang memberi kesan sosok seorang dewi. Rok tumpuk hadir pula dalam lipit-lipit dan aksen fringe yang disusun helai demi helai hingga berjajar rapi di atas busana.

Aksen fringe yang dipadankan pada material busana menyerupai jerami kaku menghasilkan rancangan yang memberi kesan luwes.

Ada pula sebuah jaket lebar bertuliskan citra tokoh gadis Lindu di antara lambang astrologi hasil sulam tangan yang dijadikan sebagai aksen. Kekayaan sulam tangan dan bordir semakin menguatkan rancangan blus, rok, dan gaun-gaun yang saling berpadupadan dalam garis rancangan yang simpel.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Hiasan kristal Swarovski, payet, bebatuan, hingga bulu-bulu di atas busana menjadikan seluruh tampilan koleksi terlihat cantik rupawan. Hian menggunakan material busana seperti silk gazar, scuba, hingga tipis seperti tulle. Ragam material tersebut dipotong kemudian disusun menjadi motif baru yang dipadu dalam warna-warni berbeda.

Kristal cantik ini berceceran sebagian saat busana diperagakan 59 model. Untuk koleksi Magellani yang mengusung 59 baju, setiap satu busana dikenakan satu model. Terbayang bukan megahnya pergelaran busana yang konstelasinya dibuat mirip galaksi Milky Way lengkap dengan taburan bintang.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Perancang yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini memilih warna dusty pink, slate blue, midnite blue yang disisipkan warna keemasan dan keperakan. Seluruh warna busana tersebut seolah menceritakan fenomena alam saat senja menjelang dan malam menutup hari.

Untuk menyempurnakan desain, Hian berkoaborasi dengan illustrator asal Bali, Ian Permana, untuk membantu menuangkan inspirasinya dalam motif-motif busana yang diinginkan. “Ilustrasi si gadis Lindu, burung-burung, planet, bulan, rasi bintang, lambang astrologi, dan awan-awan, saya dibantu Ian agar seolah hidup saat diprint di atas material busana,” kata Hian yang mengaku print motif dilakukan di luar negeri karena di Indonesia belum ada yang bisa mencapai hasil cetak yang dia harapkan.

Magellani by Hian Tjen (Foto. Tim Muara Bagdja)

Banyak undangan yang berdecak kagum pada pergelaran busana Hian Tjen kali ini. Panggung megah di dalam Ballroom Raffles Hotel,Jakarta, diubah menjadi layaknya hamparan bintang-bintang di langit. Kubah besar tampak berdiri gagah ditengah panggung, memperlihatkan romatisnya lampu yang berkelip.

Dan Hian memang layak mendapat kemegahan itu setelah kerja keras yang dilakukannya bersama timnya dalam mempersiapkan pergelaran Hian Tjen Couture 2017-2018 Collection. Selamat Hian! (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: