Skip to content

Waspadai Infeksi H Pylori Bisa Sebabkan Tukak Lambung

13/09/2017

Hidupgaya – Helicobacter pylori atau H pylori merupakan nama yang masih asing di telinga awam. Namun menurut penelitian, prevalensi dari kuman H pylori di Indonesia 22,1 persen. Ini berarti 1 dari 5 pasien dispepsia (sakit maag) mengalami infeksi H pylori.

Suku bangsa dan sumber air minum menjadi faktor risiko terjadi infeksi kuman H pylori.  Menurut Dr dr Ari Fahrial Syam, Ketua Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), tak bisa disepelekan. Ini karena dapat menimbulkan tukak lambung.

Dampak klinis yang terjadi akibat infeksi ini begitu luas dari hanya dispepsia fungsional, gastritis kronis, ulkus peptikum, bahkan penyakit ini bisa menyebabkan terjadinya kanker lambung.

Kanker lambung akibat infeksi H pylori rupanya banyak terjadi di Jepang. Menurut Prof Hisao Tajiri, MD, President Japanese Gastroenterological Endoscopy Society yang datang ke Indonesia sebagai rangkaian outreach the Asia Pacific Society for Digestive Endoscopy (APSDE) tahunan – yang tahun ini digelar di FKUI RSCM Jakarta, kejadian kanker lambung di Jepang selain dipicu oleh kuman H pylori, juga akibat pola makan yang salah. Tajiri menekankan kuman H pylori merupakan faktor risiko kanker saluran cerna di Jepang. “Kuman ini dapat menyebabkan kanker saluran cerna (gastric cancer) jika tak diobati dengan tuntas,” katanya.

Kuman ini juga menjadi perhatian peneliti Indonesia. Ari yang memimpin studi tersebut juga menemukan ada beberapa faktor yang menyebabkan kuman ini bisa tumbuh di daerah lain, tapi tidak di tempat lain. Seperti antara Papua tidak sama dengan Bugis, Aceh dan Medan. Keragaman budaya dan suku bangsa membuatu kejadian infeksi H pylori berbeda-beda. Ini yang menimbulkan dugaan adanya peran genotip.

Selama tiga tahun, Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia, khususnya kelompok studi H. Pylori Indonesia, melakukan studi di 20 RS di Indonesia. Studi tersebut digelar dengan bekerja sama dengan peneliti Jepang Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Iota, Jepang.

Dari hasil penelitian terhadap 1.100 pasien, Dokter Ari bersama Prof Yoshio Yamaoka dari Universitas Iota, Jepang. Menemukan prevalensi H pylori di Indonesia sebesar 22,1%. Satu dari 5 pasien dispepsia (sakit maag) berpotensi mengalami infeksi bakteri tadi. “Suku bangsa dan sumber air menjadi salah satu faktor risiko infeksi kuman itu,” katanya.

Penyakit infeksi Helicobacter pylori telah mengantarkan penemunya Prof Barry Marshall dan Dr. Robin Warren mendapat hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 2005. Penemuan kuman ini telah mengubah cara tatalaksana pasien dengan gastritis atau ulkus peptikum yang sebelumnya hanya diberikan obat anti asam tetapi saat ini juga harus diobati dengan  antibiotik jika ditemukan pula kuman sebagai penyebab terjadinya ulkus peptikum.

Jadi, jika ditemukan lesi di gastroduodenum kemudian ditemukan pula kuman H. pylori maka harus dilakukan eradikasi (pemberatasan  kuman) yaitu dengan memberikan kombinasi 2 buah antibiotik dikombinasi dengan pemberian penghambat pompa proton dosis ganda.

“Dengan melakukan eradikasi kuman tersebut kita telah memutus kelanjutan perjalanan infeksi ini sebagai penyebab terjadinya kanker lambung di masa datang. Oleh karena itu diagnosis yang tepat harus ditegakkan dalam kita memberikan pengobatan infeksi H pylori,” tandas Dokter Ari.

Untuk mengatasi penyakit yang disebabkan H pylori, dokter bisa meresepkan antibiotik, amoksisilon, klaritromisin, atau rabeprazole.

Yang menarik dari penelitian yang dilakukan Dokter Ari dan kawan-kawan, adalah diperoleh data sekitar 10% dengan ulkus peptikum, 15,5% dengan esofagitis dan 1 kasus dengan kanker lambung pada pasien yang mengeluh dispepsia. “Inilah alasan endoskopi menjadi pilihan pertama pada kasus-kasus dispepsia dengan adanya tanda alarm untuk mengevaluasi adanya kelainan organik sebagai penyebab dari sindrom dispepsia tersebut,” pungkasnya. (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: