Lanjut ke konten

6 Desainer Indonesia Unjuk Diri di Ajang Bergengsi New York Fashion Week 2018

27/08/2017

Hidupgaya – New York Fashion Week merupakan panggung impian setiap desainer untuk bisa tampil di sana. Ini merupakan pergelaran mode yang paling banyak dinanti dan menjadi ‘kiblat’ fashion dunia.

Nah, pergelaran pekan mode dunia akan segera dilakukan September mendatang, dan New York menjadi kota pertama yang akan menyelenggarakan pekan mode dunia ini.

Koleksi Barli Asmara yang akan ditampilkan di New York Fashion Week: First Stage SS 2018 (dok. Tim Muara Bagdja)

Sejumlah desainer kelas dunia biasanya akan unjuk gigi di NYFW, sebutlah sejumlah label kondang seperti Marc Jacobs, Calvin Klein, Coach, hingga Proenza Schouler.

Namun ada yang beda pada NYFW kali ini. Sejumlah nama desainer Indonesia juga akan tampil di sana, yaitu
Dian Pelangi, Vivi Zubedi, Barli Asmara, Catherine Njoo, Melia Wijaya, dan Doris Dorothea. Keenam desainer tersebut tergabung dalam Indonesia Diversity dan akan menghadirkan karya di hadapan fashionista kota New York dan berlaga di New York Fashion Week: First Stage.

Menurut Teti Nurhayati, CEO Indonesia Fashion Gallery , sebelum bisa melaju ke NYFW, keenam desainer ini telah melalui proses kurasi ketat.  Indonesia Fashion Galery (IFG) yang merupakan salah satu representatif dari NYFW untuk memilih desainer Indonesia yang berprestasi.

Koleksi Dian Pelangi yang akan ditampilkan di New York Fashion Week: First Stage SS 2018 (dok. Tim Muara Bagdja)

“Kami mengurasi 15 desainer asal Indonesia, kemudian terpilihlah enam desainer ini yang bisa masuk ke NYFW 2018,” kata Teti dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Keenam desainer terpilih ini akan menampilkan masing-masing 12 koleksi. Dian Pelangi dan Vivi Zubedi akan menampilkan busana muslim (modest wear), sedangkan Barli Asmara, Catherine Njoo dan Melia Wijaya akan mengusung busana yang memiliki signature masing-masing perancang. Sedangkan Doris Dorothea akan menampilkan sejumlah tas berkolaborasi dengan 5 desainer untuk melengkapi penampilan di atas panggung NYFW.

Bagi yang masih asing dengan label Doris Dorothea, merek asal Indonesia ini memang lebih dulu ‘besar’ di luar negeri dan baru belakangan ini ‘terdengar’ insan mode Tanah Air.

Sekilas mengintip koleksi yang hendak ditampilkan di NYFW, desainer Barli Asmara mengambil inspirasi dari Marie Antoniette. Untuk koleksi yang didominasi warna putih, Barli menghadirkan koleksi dengan potongan off shoulder yang terlihat klasik.

Koleksi Vivi Zubedi yang akan ditampilkan di New York Fashion Week: First Stage SS 2018 (dok. Tim Muara Bagdja)

Ada alasan khusus mengapa Barli merancang busana yang memamerkan keindahan bahu wanita. “Tren 2018 banyak menggunakan off shoulder. Zaman Marie Antoniette juga banyak menggunakan tali dan unsur detail yang coba aku gabungkan di sini,” kata dia.

Barli menambahkan, potongan serong dan block, serta penggunaan material lace juga sangat terkenal di abad ke-19, sehingga dia memutuskan menggunakan lace untuk koleksinya yang cantik itu.

Dian Pelangi – yang kali ini merupakan penampilan keduanya di panggung NYFW – akan  menyajikan sebuah akulturasi budaya yang diaplikasikan ke dalam seluruh busananya. Tentu ada alasan mengapa desainer berusia 26 tahun ini memilih akulturasi budaya untuk ditampilkan ke dalam 12 koleksinya. “Belajar dari pekan mode dunia lainnya, biasanya mereka akan senang jika budayanya dimasukkan ke dalam koleksi. Untuk itulah aku coba menggabungkan budaya Indonesia dan juga Amerika dalam koleksi untuk ditampilkan di New York Fashion Week mendatang,” ujarnya.

Koleksi Dian terinspirasi dari buku “Human of New York”.  “Aku ingin menjadikan ini misi kebudayaan untuk menunjukkan kecantikan budaya Indonesia. Jadi, aku akan coba memadu padan batik dan tenun khas Dian Pelangi dengan gaya urban serta street style khas New York. Harapannya, koleksi ini bukan hanya diterima publik sana, namun mereka juga akan tertarik memakainya,” harap Dian.

Enam desainer dari Indonesia akan menampilkan karyanya di New York Fashion Week: First Stage SS 2018 (dok. Tim Muara Bagdja)

Sedangkan desainer abaya  Vivi Zubedi akan menampilkan modest wear dengan sentuhan tenun khas Indonesia. “Saya mencoba memadu padan muslim wear dengan kain khas Indonesia. Saya pakai tenun, namun masih dengan konsep abaya. Semuanya masih memakai kain-kain Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan dua desainer asal Surabaya, Catherine Njo dan Melia Wijaya, keduanya akan menampilkan koleksi yang kental dengan sentuhan batik.

Di The Dream DownTown, New York, keenam desainer tersebut akan menampilkan karyanya pada 7 September mendatang. Hmmm, can’t hardly wait! (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: