Lanjut ke konten

Inilah Hubungan Unik Karbohidrat dan Diabetes

07/11/2016

Hidupgaya – Makan yang benar sangat penting untuk pengobatan dan pengelolaan diabetes. Untuk orang yang telah terkena diabetes, mengelola asupan karbohidrat dan membuat pilihan makanan sehat sangat membantu dan penting untuk dijalankan.

Diet rendah karbo.

Diet rendah karbo.

Diabetes dapat dianggap sebagai penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproses karbohidrat dengan benar. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, memungkinkan sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa (gula darah).

Nah, pada penyandang diabetes, sel-sel tidak merespons dengan baik terhadap insulin. Atau, dalam beberapa kasus, tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau untuk benar mengelola kadar gula darah. Bagi sejumlah orang yang mengidap diabetes, hal itu bisa keduanya.

Hasilnya adalah bahwa kadar glukosa darah menjadi abnormal tinggi, berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Mengelola asupan karbohidrat adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari komplikasi ini dan mengontrol kadar glukosa darah.

Gejala diabetes yang terjadi biasanya macam-macam. Namun perlu diketahui bahwa gejala diabetes pada wanita ada yang tidak terjadi di gejala yang terjadi kepada laki-laki.

Makanan yang Bersahabat dengan Diabetes

Kunci untuk mengelola kadar gula darah adalah mengelola asupan karbohidrat. Hal ini karena karbohidrat bertanggung jawab untuk menaikkan kadar gula darah. Mengelola kuantitas karbohidrat adalah tujuan utama, meskipun memilih karbohidrat yang lambat dicerna dengan kadar serat tinggi juga turut membantu.

Selain karbohidrat, penyandang diabetes perlu juga membatasi asupan garam, lemak jenuh, dan menghindari lemak trans. Penting bagi penyandang diabetes untuk meemasukkan serat dan lemak sehat dalam makanan harian.

Orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung daripada populasi umum. Sangat penting untuk mempertimbangkan risiko ini saat merencanakan pola makan.

Mengenal Lebih Jauh Karbohidrat

Berdasarkan molekulnya komposisi karbohidrat dapat dibagi menjadi:

Monosakarida: terdiri dari 1 unit gula (mono=satu),

Disakarida (di=dua): terdiri dari 2 unit gula yang dihubungkan menjadi satu ikatan, contohnya seperti sukrosa, maltosa dan laktosa,

Oligosakarida (oligo=beberapa): terdiri dari 3 s/d 9 molekul gula yang dihubungkan menjadi satu ikatan, contohnya seperti raffinose dan starchyose. Polisakarida (poli=banyak): puluhan, ratusan, atau ribuan molekul gula yang dihubungkan menjadi satu.

Sistem pencernaan kita menangani semua karbohidrat dengan cara yang sama, semua dipecah menjadi glukosa. Darah menyerap glukosa dari usus dan tubuh menggunakannya sebagai energi.

Menurut jenisnya karbohidrat dipecah menjadi dua:

Karbohidrat sederhana, menunjuk kepada gula (termasuk glukosa dan fruktosa dari buah-buahan dan sayuran, laktosa dari susu dan sukrosa dari tebu atau gula tebu).

Karbohidrat kompleks menunjuk kepada starch, juga termasuk selulosa atau serat yang terdapat pada makanan nabati.

Lantas, apa hubungan karbohidrat dengan diabetes?

Seperti disebutkan, karbohidrat dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa  dan darah akan membawa glukosa (gula) ke seluruh tubuh, selanjutnya diserap tubuh dan diolah menjadi senergi.

Keseimbangan atau jumlah glukosa yang dibutuhkan oleh tubuh akan dikendalikan oleh insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Jika pankreas tidak bisa atau hanya menghasilkan insulin sangat sedikit, maka kadar glukosa dalam darah akan berlebih, yang lazim disebut gula darah tinggi, yang lazim disebut sebagai diabetes melitus.

Bahan makanan berkabohidrat tinggi antara lain gula, beras, gandum, umbi-umbian, jagung, roti, mie, bihun, bubur, kentang, biskuit, juga sagu.

Makanan dengan kandungan kadar karbohidrat hampir murni atau mendekati 100 persen adalah gula pasir.

Sebenarnya semua jenis sayuran mengandung karbohidrat, tapi karena kandungan seratnya yang tinggi, maka sayuran dimasukkan dalam makanan jenis berkarbohidrat rendah.

Serat sendiri sebenarnya termasuk golongan karbohidrat juga, namun karena usus manusia tidak bisa mencerna serat tumbuhan maka serat tersebut tidak bisa dicerna menjadi gula sederhana.

Bukan hanya penyandang diabetes saja yang harus memperhatikan asupan karbohidrat. Semua orang perlu memperhatkan karbohidrat dalam menu harian. Karbohidrat bisa menjadi teman atau musuh tergantung bagaimana kita mengonsumsinya. Makan terlalu banyak karbohidrat alias jor-joran, bisa memicu kegemukan yang pada akhirnya bisa menuntun pada diabetes.

Pemahaman gampangnya adalah begini:  Karbo mengandung gula. Nah jika tubuh mencerna gula terlalu banyak maka kerja insulin akan lebih capai. Gula yang berlebih akan ditimbun menjadi lemak yang menyebabkan obesitas dan pada akhirnya bisa memicu diabetes mellitus tipe 2.

Bicara soal mengurangi karbohidrat, kita bisa mengontrol keinginan makan karbohidrat lebih banyak dengan mengonsumsi protein di antara jam makan. Contoh gampang adalah dengan mengonsumsi SOYJOY dua jam sebelum makan.

Mengonsumsi SOYJOY di antara waktu makan diyakini dapat mengurangi hasrat makan karbohidrat lebih banyak, karena protein dalam SOYJOY membuat kenyang lebih lama.

Nah, mulailah kebiasaan pola makan sehat dengan mengonsumsi SOYJOY dua jam sebelum makan agar nafsu makan kamu terkendali.

Referensi: Healthline

Link: http://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/diet-restrictions#2

 

Iklan

From → Diet & Nutrition

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: