Lanjut ke konten

Toilet Jongkok Jauh Lebih Baik Ketimbang Kloset Duduk, Ini Alasannya

17/10/2016

Hidupgaya – Toilet duduk sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Jarang kita temukan toilet jongkok dewasa ini. Padahal, toilet jongkok ini dipandang lebih menyehatkan, khususnya terkait urusan wasir.

Wasir alias ambeien tak bisa dipandang sepele. Bahkan penyakit ini bisa mengganggu produktivitas dan aktivitas keseharian lho.

Toilet duduk bisa picu munculnya wasir.

Toilet duduk bisa picu munculnya wasir.

Banyak faktor yang memicu terjadinya wasir, yang paling kerap kita dengar adalah karena kurangnya konsumsi makanan berserat. Namun sejumlah faktor lain juga berkontribusi pada munculnya wasir, misalnya kehamilan, seraing menahan buang air besar yang menyebabkan sembelit sehingga memaksa kita mengejan terlalu keras.

Yang mungkin tak banyak diketahui orang adalah, penggunaan toilet duduk juga dapat meningkatkan risiko wasir.

Menurut dokter spesialis bedah dari Rumah Wasir Jatiasih Bekasi, Asrul Muhadi, orang cenderung berlama-lama saat buang hajat di toilet duduk. Sembarai BAB, orang juga kerap melakukan kegiatan lain, misalnya membaca buku, mendengarkan musik, bahkan melamun saat  berada di WC duduk.

Memang kelihatannya nikmat. Namun, perilaku berlama-lama di toilet duduk ini dapat memicu penurunan intra andomen sehingga menyebabkan bantalan anus menonjol ke luar atau juga disebut ambeien alias wasir.

Dengan alasan ini, Asrul menilai toilet jongkok masih lebih baik ketimbang toilet duduk. “Saat jongkok, kita sekaligus menguatkan otot-otot rektum yang mencegah terjadinya wasir,” kata Asrul dalam temu media di Bekasi, baru-baru ini.

Di kesempatan yang sama Asrul juga mengingatkan kebiasaan mengejan terlalu keras bisa memicu masalah wasir. Mengapa? Karena saat mengejan rentan terjadi penyempitan pembuluh darah, kemudian pecah dan menyebabkan peradangan hingga memicu timbulnya benjolan di anus.

Asrul mencontohkan, pada orang yang kurang minum atau kurang makanan berserat cenderung akan mengejan saat BAB karena feses keras. “Penderita TBC yang batuk terlalu keras, atau atlet angkat berat, itu risiko mengejan akan lebih tinggi dan meningkatkan risiko ambeien,” ujarnya.

Dokter spesialis bedah yang humoris ini juga wanti-wanti, jangan mengabaikan buang air besar disertai darah. “Jangan anggap remeh darah pada feses. Kondisi ini tak melulu menunjukkan adanya wasir,” ujarnya.

Bisa jadi BAB berdarah bukan sekadar wasir melakukan indikasi adanya kanker usus besar (kolorektal). “Wasir memiliki gejala yang sangat mirip dengan kanker usus besar (kolorektal),” papar Asrul.

Mereka yang memiliki kanker kolorektal biasanya mengalami sembelit yang tak kunjung sembuh. Jadi jika menandai adanya darah saat BAB, segeralah temui dokter. (www.dokterdigital.com)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: