Skip to content

Alleira Batik Gelar Pergelaran Tahunan Tonjolkan Budaya Adiluhung Jawa

14/10/2016

Hidupgaya – Terinspirasi keagungan dan keindahan budaya bangsa ini,  Alleira Batik mengangkat kembali inspirasi kekayaan adiluhung budaya Jawa dengan menggelar Annual Show bertema “Yavadvipa”.

Bertempat di  Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel pada awal Oktober, sejumlah 42 Looks desain terbaru Alleira Batik akan tampil diatas pentas diperagakan oleh 10 model perempuan, 4 model pria dan 24 model anak-anak.

Yang menarik dalam pergelaran busana ini adalah, tampak sejumlah sosok pecinta Alleira Batik yang turut berlenggok di panggung catwalk, antara lain Aileen H Riadi, Mien Uno, Nur Asia Uno, Widyawati, Rima Melati, Ninik L Karim, Saleh Husein, juga Linda Amalia Sari Gumelar.

alleira-yavadvipa3

Kepala desainer Alleira Batik, Anita Asmaya Sanin mengatakan, dalam setiap desain yang ditampilkan, keindahan warisan budaya Indonesia yaitu batik khas Cirebon, Yogyakarta dan Lasem  menjadi fokus peragaan kali ini yang dituangkan dalam berbagai material yang nyaman dikenakan seperti kain tenun ATBM, supersilk, katun, jacquard, taffeta, dan suede, bukan saja material yang digunakan beragam, tetapi juga desain yang ditampilkan.

Mulai dari potongan boxy, short jaket, coat hingga loose dress dikreasikan dari berbagai material dengan berbagai corak dan motif batik. Selain itu ditampilkan pula berbagai gaya jumpsuit yang trendi, fitted dress, A line dress, crop top dan long coat.

Semuanya tersaji dalam warna-warna klasik tempo doeloe yang diselaraskan dengan warna-warna masa kini yang modern dan chic yang akan menjadi pilihan yang memenuhi kebutuhan pecinta Alleira Batik dalam berpenampilan didalam segala kesempatan.

Peragaan kali ini tampil dalam 6 sequence, dimana setiap sequencenya memiliki kekuatan masing-masing

Sequence 1

Sebagai pembuka sequence ini menghadirkan koleksi, dimana koleksi ini didedikasikan untuk Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) dengan mengusung tema “Java for Charity”  berupa stola dan kemeja batik yang dibawakan oleh sosok yang sudah akrab dengan masyarakat.

Sosok yang melenggang di panggung dalam sequence pertama ini antara lain Mien Uno, Nur Asia Uno, Widyawati, Rima Melati, Ninik L Karim, Saleh Husein, dan Linda Amalia Sari Gumelar. Menggunakan material sutera ATBM yang mengangkat motif Cirebon, Lasem dan Yogyakarta, dengan warna.

alleira-yavadvipa

Sequence 2

Sebanyak 10 model perempuan  dan 4 pria menampilkan batik khas Cirebon dalam koleksi bertajuk “Mega Barong”. Terinspirasi dari Mega Mendung – motif  khas hasil budaya Cirebon- yang berfilosofi  tinggi berbentuk iring-iringan awan. Dalam faham Taoisme hal ini mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Di sini dituangkan menjadi koleksi ready to wear yang modern tanpa meninggalkan filosofi itu. Bersiluet  simple  seperti fit and flare, boxy, A line serta loose.

Sequence 3

Bertajuk “Paksi Ageng”, sequence ini menghadirkan koleksi batik Lasem yang khas  memadukan dua kebudayaan antara penduduk lokal dengan Tionghoa. Motif burung hong (burung phoenix) dan motif lainnya seperti watu pecah, sekar jagad tampil dalam gaya khas Alleira Batik. Mewah dan unik kesannya.

Warna berani, seperti merah, biru, dan putih yang dipadu dengan hitam, biru, coklat muda dan merah maroon. Di koleksi ini detail drapped hadir dibeberapa bagian seperti atasan, celana panjang atau pun dress yang longgar. Potongan asimetris, high collar, permainan kontras warna juga menjadi daya tarik disesi ini.

Sequence 4

Cerah ceria kesegaran wajah 24 anak-anak akan menghiasi panggung Alleira Batik lewat kids collections.  Menggunakan motif Cirebon, Lasem dan Jogja dalam bentuknya berupa kemeja, blazer, outer, dress flare dengan warna warna alam yang alami.

Sequence 5

Masih dengan menampilkan batik Yogyakarta, Cirebon dan Lasem sequence ke 5 ini hadir untuk Tunggadewi Foundation, dengan menampilkan sarimbit alias bermotif sama untuk ibu dan anak dalam desain busana berpotongan beragam.

Sequence 6

Terinspirasi dari kemegahan candi Borobudur yang kaya akan relief-relief, Alleira Batik menciptakan rangkaian desain bertema “Caraka Jogja”.   Di sequence ini berbagai permainan motif lar atau sayap burung, ilustrasi candi Borobudur yang dipadukan dengan motif tradisional seperti Parang dan Kawung. Selain itu, hadir pula motif aksara Hanacaraka.

Tampil dengan pilihan material  seperti hand woven silk, supersilk and organza, koleksi Yogyakarta ini terlihat ringan dengan desain yang serba melayang baik itu berbentuk  dress, celana panjang atau pun kulot dalam variasi warna mulai dari mocca, dark brown, orange, terracotta, navy blue, ash blue, abu-abu, silver, hitam dan putih yang masih ‘diperkaya’ lagi dengan sentuhan aplikasi foil berwarna silver sebagai highlight. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: