Skip to content

Waspada DBD, Bisa Renggut Nyawa Jika Terlambat Ditangani

10/10/2016

Hidupgaya – Penyakit demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan karena kerap memakan korban jiwa.

Setiap tahunnya ada 50 juta penduduk di dunia yang terserang penyakit DBD. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini, memang hanya ada di negara dengan iklim tropis. Indonesia termasuk salah satu negara endemik yang  jumlah penderita DBD nya masih banyak, bahkan menempati posisi kedua untuk kawasan Asia Tenggara.

Pasien DBD

Pasien DBD

Penyakit DBD merupakan penyakit musiman, yang terjadi di akhir musim panas atau di awal musim hujan. Namun karena saat ini mulai terjadi perubahan iklim, maka penyakit DBD bisa terjadi sepanjang tahun. Karena alasan inilah sebaiknya tetap waspada terhadap risiko penyakit ini, demikian disampaikan Tri Yunis Miko Wahyono, Epidemiologi dari Universitas Indonesia.

Banyak orang yang menganggap bahwa berakhirnya musim hujan, adalah akhir dari penyebaran penyakit DBD. Padahal kondisi cuaca di Indonesia yang tidak menentu saat ini, tidak bisa menjamin hal tersebut.

Menurut laman kesehatan terkemuka Mayoclinic.org, demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. Sedangkan demam berdarah dengue alias DBD adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.

Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS).

Nyamuk Aedes aegypti penyebab DB dan DBD

Nyamuk Aedes aegypti penyebab DB dan DBD.

Tak sedikit, penderita yang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini karena terlambat ditangani. Kebanyakan dari mereka tak berhasil diselamatkan karena kehilangan cairan tubuh, terlambat mengatasi demam tinggi, gangguan metabolisme atau kurangnya asupan gizi yang cukup yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh.

Untuk mengganti cairan yang hilang harus diberikan cairan yang cukup melalui mulut atau melalui vena. Cairan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. Cairan yang lain yang bisa juga diberikan adalah jus buah-buahan.

Tandai Gejalanya, Lekas Tangani

Demam berdarah biasanya ditandai dengan demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, otot, persendian, mual,  muntah dan kehilangan nafsu makan. Untuk memastikan seseorang terkena demam berdarah, perlu dilakukan cek laboratorium yaitu adanya penurunan trombosit.

Ketika trombosit menurun secara drastis, pembuluh darah penderita akan pecah dan mengalami perdarahan. Jika fase ini tidak terlewati, kemungkinan besar pasien DBD tidak dapat diselamatkan.

Terkait dengan penyakit DBD, PT CNI bekerja sama dengan Persatuan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Bogor, RS. Karya Bhakti, Fakultas Ekologi Manusia IPB (FEMA IPB) melakukan penelitian Chlorella Growth Factor (CGF) dalam mempercepat peningkatan trombosit pada penderita DBD.

Produk Wakasa dari CNI

Produk Wakasa dari CNI.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dokter RS Karya Bakti-Bogor pada 2009, ekstrak CGF dari Chlorella pyrenoidosa, yang terkandung dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa – produk yang dihasilkan CNI –  terbukti bekerja secara intensif meningkatkan perkembangan trombosit karena mengandung komponen gizi yang lengkap.

Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinis. Penelitian dilakukan terhadap pasien demam berdarah di Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor. Dan ini adalah penelitian CGF pertama di dunia untuk masalah penyakit tropis.

Uji klinis pada penelitian tersebut bertujuan untuk menilai efektivitas pemberian CGF dalam penyembuhan penderita DBD serta menilai perbaikan dalam perembesan vaskuler, dengan mengevaluasi penurunan hemokonsentrasi, peningkatan jumlah trombosit dan perbaikan klinik.

Uji klinis juga bertujuan untuk menilai apakah dengan perlakuan pemberian CGF dapat menjawab manfaat CGF dalam memperpendek masa penyembuhan penderita DBD.

Menurut Head of Product Marketing Department PT CNI Lingke Tirtakencana, CGF dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa mengandung berbagai macam komponen, antara lain yang berkhasiat mengatasi DBD adalah sekelompok senyawa unik yang hanya terdapat pada nukleus chlorella, merupakan 18 persen dari berat totalnya.

“CGF sangat kaya akan asam nukleat dan senyawa lain seperti asam amino, peptida, vitamin, mineral, polisakarida, glikoprotein dan beta glucan,” kata Lingke.

CGF ini secara alami mampu mengoptimalkan pertumbuhan sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mempercepat penyembuhan luka. Dari hasil pengujian klinis secara langsung terhadap penderita DBD di Bogor, CGF terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan, khususnya dalam meningkatkan jumlah trombosit.

“Selain itu, pemberian Wakasa Gold dan W Sun Wakasa terbukti pula memperpendek masa opname bagi pasien DBD yang dirawat di RS,” beber Lingke.

Produk Sun Wakasa CNI

Produk Sun Wakasa CNI.

Penyakit DBD umumnya menyerang sampai sepuluh hari, namun pemulihan total dapat berlangsung sebulan. Infeksi jadi berbahaya ketika pembuluh darah mulai bocor dan terjadi perdarahan di hidung, mulut, dan gusi. Tanpa penanganan yang tepat, pembuluh darah dapat kolaps dan berakibat fatal bagi penderitanya.

Lingke menambahkan, masa perawatan pasien demam berdarah yang mengonsumsi Wakasa Gold dan W Sun Wakasa dapat dipersingkat dari rata-rata lima hari menjadi dua hingga tiga hari. “Trombosit yang turun drastis dapat didongkrak dalam waktu relatif cepat,” bebernya.

Selain menaikkan kadar trombosit, pemberian ekstrak CGF dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa ini juga dapat membantu menurunkan hematokrit atau kekentalan darah.

Lingke lebih lanjut menuturkan, kesembuhan yang lebih cepat pada penderita DBD setelah mengonsumsi Wakasa Gold dan W Sun Wakasa ini berkat asam nukleat, asam amino dan beberapa vitamin yang terkandung di dalamnya. Sebagai informasi, asam nukleat merupakan bahan dasar pembentukan antibodi yang berperan sebagai pertahanan tubuh terhadap penyakit.

“Ekstrak CGF dalam Wakasa Gold dan W Sun Wakasa mendorong optimalisasi sintetis protein, enzim dan energi pada tingkat seluler. Di samping itu CGF merangsang perbaikan sel-sel dan jaringan dari kerusakan, meningkatkan sistem imun,” kata Lingke seraya menambahkan apabila Wakasa Gold dan W Sun Wakasa dikonsumsi secara reguler dapat bermanfaat untuk memperbaiki materi genetik sel-sel manusia yang rusak, sehingga dapat digunakan sebagai solusi untuk tujuan regenerasi sel-sel tubuh yang rusak.

“CGF sangat membantu pengobatan penderita demam berdarah, dengan konsep regenerative medicine yaitu melengkapi kebutuhan gizi secara seimbang untuk mengoptimalkan regenerasi sel,” urai Lingke.

Lingke juga menyarankan untuk secepatnya mengonsumsi Wakasa Gold dan W Sun Wakasa jika sudah dinyatakan positif menderita penyakit DBD melalui pemeriksaan laboratorium.

“Konsumsilah 30ml Wakasa Gold atau 15ml W Sun Wakasa dua kali dalam sehari untuk mempercepat proses penyembuhan,” ujar Lingke.

Lakukan Pencegahan DBD dengan Langkah Taktis

Pengembangan vaksin untuk dengue sangat sulit karena keempat jenis serotipe virus bisa mengakibatkan penyakit. Perlindungan terhadap satu atau dua jenis serotipe ternyata meningkatkan risiko terjadinya penyakit yang serius.

Saat ini sedang dicoba dikembangkan vaksin terhadap keempat serotipe sekaligus. sampai sekarang satu-satunya usaha pencegahan atau pengendalian dengue dan DBD adalah dengan memerangi nyamuk yang mengakibatkan penularan.

Aedes aegypti berkembang biak terutama di tempat-tempat buatan manusia, seperti wadah plastik, ban mobil bekas dan tempat-tempat lain yang menampung air hujan.

Waspada DBD, lLakukan pencegahan DBD dengan 3M

Waspada DBD, lakukan pencegahan dengan 3M.

Nyamuk ini menggigit pada siang hari, beristirahat di dalam rumah dan meletakkan telurnya pada tempat-tempat air bersih tergenang.

Pencegahan dilakukan dengan langkah 3M, yaitu:

1. Menguras bak air.

2. Menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

3. Mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air.

Di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate, yang bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu.

Pencegahan DBD dengan 3M.

Pencegahan DBD dengan 3M.

Di tempat yang sudah terjangkit DBD dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging (pengasapan), namun efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai. Di samping itu, partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa.

Untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat nyamuk yang dioleskan.

Nyamuk Aedes aegypti hanya menggigit pada jam-jam tertentu sekitar pukul 06.00 – 09.00 dan 15.00 – 17.00. Ketika imunitas tubuh sedang tidak baik, akan mudah tertular virus yang dibawa nyamuk tersebut.

“Usahakan untuk tidak tidur pada jam-jam tersebut. Jika Anda memang harus tidur, gunakan kelambu agar nyamuk tak menggigit,” urai Lingke.

Tak lupa dia menyarankan untuk mengonsumsi suplemen yang meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya CNI Ester-C Plus dan Sun Chlorella setiap hari dengan dosis yang tepat sehingga tubuh akan selalu fit sehingga virus tidak mudah menyerang.

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar juga merupakan hal penting untuk mencegah perkembangan nyamuk,” pungkas Lingke. (HG)

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: