Lanjut ke konten

Warnatasku Melanglang Buana dengan ‘Napas’ Indonesia

14/03/2016

Hidupgaya – Salah satu yang mencuri perhatian di perhelatan Indonesia Fashion Week 2016 yang berlangsung 10-13 Maret adalah Warnatasku. Mungkin merek ini terdengar belum familiar, namun nyatanya sejumlah karya kakak adik dari Bekasi ini bisa dibilang telah melanglang buana.

Mengusung tema “Etnik Modern”, Warnatasku mengangkat kain tradisional seperti batik, ulos, dan kain tenun untuk dijadikan kombinasi material pembuatan tas.

Warnatasku di IFW 2016

Warnatasku di IFW 2016

Warnatasku  dibesut dua saudara Ervina Ahmad dan Yusnita Mukri. Keduaya mantan pramugari yang mencium adanya peluang bahwa bisnis tas masih menjanjikan.

Namun mereka tak ingin membuat sembarang tas. Karena khasanah budaya Indonesia amat kaya, dua bersaudara ini memutuskan menggunakan material kulit dipadu dengan kain tradisional seperti batik tulis, ulos, dan kain tenun dituangkan dalam berbagai jenis tas perempuan, mulai tas kempit (clutch bag) hingga tas tangan.

Warnatasku menghadirkan beberapa model tas yang didesain minimalis modern, dipadukan dengan kain tenun dan batik tulis, dengan warna pink, cokelat dan hijau. Ada pula tas yang hadir dengan warna-warna pastel.

Warnatasku berpadu dengan desain Errin Uggaru di IFW 2016

Warnatasku berpadu dengan desain Errin Uggaru di IFW 2016

100 Persen Material dari Dalam Negeri

Yang unik dari Warnatasku adalah material yang digunakan dari kulit asli seperti kulit sapi, domba, ular, dan buaya. Materi kulit ini dipadukan dengan batik dan tenun dari dalam negeri.

Sebisa mungkin material yang digunakan dalam pembuatan tas ini buatan Indonesia. “Kulitnya memakai kulit ular dan buaya. Kain tradisional dari Garut, Surabaya, Papua, dan juga Serang,” ‎ujar Ervina saat ditemui Gulalives di  Indonesia Fashion Week 2016, Jakarta Convention Center.

Warnatasku pernah mengikuti ASIA World Expo 2015 di Hongkong ini menawarkan produksi buatan tangan, yang semuanya dirancang dengan sistem jahit manual.

Kolaborasi Warnatasku dengan Jenahara di IFW 2016. Foto: IFW

Kolaborasi Warnatasku dengan Jenahara di IFW 2016. Foto: IFW

Warnatasku sudah melanglang ke sejumlah negara seperti Saudi Arabia, Singapura, ‎Australia, hingga Hongkong. “Dibawa teman-teman ke sana, karena kami belum mengekspor secara resmi,” kata Ervina yang memulai bisnis Warnatasku pada 2012.

Koleksi yang ditawarkan Warnatasku diusahakan sebisa mungkin tidak pasaran alias dibuat dalam jumlah terbatas. “Setiap satu lembar kain tradisional hanya untuk empat model tas. Inilah yang membuat koleksi tas kami unik ketimbang merek lainnya,” klaim Ervina yang dalam menjalankan bisnisnya dibantu suami, Yudha Pratomo.

“Kami memakai kain batik tulis dan tenun yang semuanya terbuat dari tangan. Oleh sebab itu pengerjaan untuk satu tas berbahan dasar kulit buaya misalnya, membutuhkan waktu sekitar satu minggu,” kata Ervina yang memastikan produksi Warnatasku mencapai 500-700 buah per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar, juga pemesanan.

Pengerjaan yang rumit dan bahan yang mahal, ditegaskan Ervina menjadikan Warnatasku dibanderol dengan harga mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp5 juta, untuk setiap desain tas.

Kolaborasi Warnatasku dengan Kursein Karzai di IFW 2016. Foto: IFW

Kolaborasi Warnatasku dengan Kursein Karzai di IFW 2016. Foto: IFW

Untuk meluaskan pasar, Warnatasku juga menyasar konsumen anak muda.Hal tersebut dilakukan, guna mengedukasi kaum muda agar lebih mencintai produk dalam negeri.

Selain itu, agar konsumen lebih tertarik, label fashion yang didirikan sejak 2012 ini memberikan layanan garansi seumur hidup (lifetime guarantee).

“Jadi kalau ada konsumen yang memiliki tas kami lalu rusak pada awal pembelian, kami akan memberikan layanan perbaikan secara gratis. Namun bila tidak bisa, kami akan menggantinya dengan yang baru tanpa tambahan biaya. Namun garansi ini tidak berlaku jika disebabkan oleh pihak ketiga, misalnya robek akibat pencopetan,” tandas Ervina yang menggaji para perajin tasnya secara bulanan demi menjaga kualitas.

Untuk memenuhi permintaan pasar, label fashion yang telah memiliki penggemar di beberapa negara seperti Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, dan Hongkong ini rajin mengikuti pameran. Salah satunya adalah di perhelatan Indonesia Fashion Week yang berlangsung 10-13 Maret 2016.

Selain membuka booth, di IFW 2016 Warnatasku berkolaborasi dengan sejumlah desainer, antara lain Jenahara, Errin Uggaru, Melia Wijaya, Rasyid Salim, Kursein Karzai, dan Susan Zhuang. ***

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: