Lanjut ke konten

Mengenal Lebih Dekat Sandiaga Uno: Etos Kerja dan Romantisme Hidup

09/03/2016

Hidupgaya – Nama lengkapnya adalah Sandiaga Salahuddin Uno, namun lebih akrab dipanggil Sandiaga Uno atau Sandi Uno saja.

Sandi, demikian Sandiaga Uno biasa disapa, juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. Saat krisis melanda Indonesia, pada 1997 Sandiaga Uno bersama rekannya yang bernama Rosan Roeslani mendirikan sebuah perusahaan yang bernama PT. Recapital Advisors. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengelolaan aset.

Sandiaga Uno. Foto: Hidupgaya

Sandiaga Uno. Foto: Hidupgaya

Selain PT. Recapital Advisors, Sandiaga Uno juga di ketahui sebagai salah satu dari pendiri dari perusahaan yang berkonsentrasi di biadng sumber daya alam dan infrastuktur yaitu Saratoga Capital.

Ia membangun perusahaan tersebut bersama temannya, Edwin Soeryadjaya pada 1998. Sandiaga Uno menjabat sebagai CEO dan memimpin beberapa perusahaan di antaranya PT. Adaro Energy Tbk, juga PT. Tower Bersama Infrastruktur Group Tbk.

Pada tahun 2009, nama Sandiaga Uno masuk dalam daftar orang terkaya ke -29 di Indonesia versi majalah Forbes.

Bapak tiga anak yang menapaki usia 46 tahun ini merupakan lulusan dari Wichita State University, Amerika Serikat pada 1990. Dari universitas tersebut ia meriah gelar Bachelor of Business Administration dengan predikat summa cum laude.

Sandi kemudian melanjutkan studinya di George Washington University. Pada tahun 1992, Sandiaga Uno lulus dengan nilai Index Prestasi Komulatif (IPK) 4.00 dan meraih gelar Masters of Business Administration

Pria yang masih langsing di usia kepala empat ini lahir di Pekanbaru, Riau pada 28 Juni 1969.

Sandiaga Uno. Foto: Hidupgaya

Sandiaga Uno. Foto: Hidupgaya

Meski sibuk berbisnis, Sandi juga aktif di berbagai organisasi, pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2005-2008. Sejak 2004 sampai September 2010 ia aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Ia juga merupakan pendiri dari AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia).

Pada 2008, Sandiaga menerima penghargaan sebagai ‘Indonesian Entrepreneur of The Year’ dari Enterprise Asia. Ia juga tercatat sebagai Fellow dan delegasi dari organisasi Asia 21 2008.

Suami dari Nur Asia ini memiliki hobi bermain basket, juga lari. Ia pernah menjadi Manajer Tim Nasional Bola Basket Putri Indonesia pada SEA Games 2005 di Manila, Filipina.

Belakangan ini Sandi santer diberitakan akan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh partai Gerindra.Menurut sang istri, majunya Sandi sebagai calon Gubernur DKI karena ingin menjadikan Jakarta yang lebih baik. “Saya sebagai orang DKI gemas. Kok dari dulu DKI begini-begini saja. Makanya saya mendorong Bapak (Sandiaga) untuk maju. Sekaranglah saatnya Bapak mengabdi,” kata Nur Asia, perempuan yang sudah mendampingi Sandiaga selama 20 tahun dan memberinya 3 anak, dalam bincang-bincang dengan media di Jakarta, pekan lalu.

Sandiaga mengenakan atasan batik cokelat bersahaja, sedangkan Nur Asia mengenakan busana batik motif mega mendung dan tas batik buatan anak negeri.

Sandiaga Uno dan istri, Nur Asia, dan anak bungsunya, Sulaiman. Foto: Hidupgaya

Sandiaga Uno dan istri, Nur Asia, dan anak bungsunya, Sulaiman. Foto: Hidupgaya

Perbincangan ini lebih banyak mengulas keseharian Sandi, sedikit menyinggung mengenai kewirausahaan. Sandi misalnya menyoroti kiprah pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim yang sukses menciptakan lapangan kerja menggunakan teknologi dan ponsel pintar. Bukan hanya menyediakan fasilitas antar jemput, namun bisnis Go-Jek juga merambah ke bisnis ikutan lain seperti Go-Food bahkan Go-Massage.

“Pemerintah perlu menyediakan ekosistem untuk menunjangnya. Jadi ada kepastian bagi mereka yang bekerja dengan Go-Jek. Jangan sampai sekarang boleh beroperasi, besok dilarang. Harus ada kepastian dalam berusaha,” kata Sandi yang sangat yakin seyakin-yakinnya kalau kita ikhlas mengerjakan sesuatu, rejeki itu tak akan pernah tertukar sedikit pun.

Kewirausahaan penting digalakkan untuk meningkatkan peluang kerja. Sandi percaya, perempuan adalah sosok yang sangat amanah jika diberikan modal kerja. “Lebih dari 90 persen perempuan akan mengembalikan modal usaha jika diberikan pinjaman. Laki-laki kalah dalam hal ini,” ujar Sandi yang memiliki semboyan “Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas adalah etos kerja yang harus selalu dipegang”.

Soal kerja keras, Sandiaga terbukti sebagai pribadi yang disiplin dan liat. Hal ini diamini Nur Asia, istrinya. “Bapak itu sosok yang sangat disiplin dan pekerja keras. Saya harus selalu mengingatkan untuk makan, apalagi Bapak rajin puasa Senin-Kamis. Jangan sampai sakit. Soalnya kalau Bapak sampai sakit, semua bisa repot,” kata Nur Asia, perempuan yang dipacari Sandiaga selama 13 tahun sebelum mereka menikah.

Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Ihwal perkenalan Sandi dengan Nur Asia terbilang unik. “Dia adik dari teman sekolah saya. Saat itu saya masih 14 tahun waktu pertama kali pacaran dengan dia. Mengalami putus sambung layaknya anak muda pada zamannya. Dan 13 tahun kemudian kami menikah. Hingga kini sudah hampir 20 tahun kami melewati semua bersama,” ujar Sandi.

Sebagai sosok yang cerdas dan pintar, Sandi ternyata tak menuntut istri yang terlalu pintar. “Nyaman diajak ngobrol saja dan saling melengkapi,” ujarnya.

Sandi mengaku segala kebutuhannya disiapkan sang istri. Mulai busana hingga sepatu, bahkan saat bepergian pun semuanya disiapkan sang istri. “Saya tahu beres saja. Semua dipilihkan dan disiapkan istri. Saya tak sempat memikirkan hal-hal semacam ini,” kata Sandi sembari tertawa.

Beruntung, Nur Asia sangat paham selera suaminya. “Bapak tak banyak protes mau pakai baju apa. Semua yang sudah disiapkan tingga pakai saja,” kata ibu tiga anak ini.

Meski sekarang berkelimpahan harta, namun penampilan Sandi tetap sederhana. Pada 1997, pria ini sempat mengecap pahitnya pemutusan hubungan kerja. Ketika itu, istrinya yang berbisnis perhiasan, merelakan perhiasannya untuk sang suami memulai usaha.

Saat kini usaha itu berbuah manis, Sandi bergurau, sang istri minta dibelikan perhiasan sebagai ‘dividen’ tiap bulan. “Dia suka belanja, sedangkan saya tidak,” ujar Sandiaga

Untuk urusan makanan dan buah-buahan, Nur Asia, tetap berbelanja di pasar tradisional. Bahkan untuk urusan busana, Sandi suka mengenakan batik buatan anak negeri.

Sandiaga Uno dan istri, Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Sandiaga Uno dan istri, Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Sandiaga berprinsip bahwa hidup itu harus disyukuri apapun yang terjadi. Karena sesungguhnya Allah sudah menetapkan jalan hidup setiap manusia. Tugas setiap manusia adalah menjalaninya sebaik mungkin.

Soal rezeki, ia mengatakan bahwa pada setiap rejeki kita sesungguhnya ada bagian dari orang miskin. Karena itu setiap ada kelebihan rejeki, Sandiaga tak pernah lupa untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Rahasia Bahagia

Jadwal Sandiaga luar biasa padat. Namun ia memiliki waktu untuk keluarga khususnya di akhir pekan. Pasangan ini terlihat bahagia, ayem, jauh diterpa gosip.

Apa rahasianya? “Kunci pertama adalah bersyukur kepada Allah atas semua nikmat dan ujian yang diberikan. Kami berdua yakin segala sesuatu yang terjadi sudah ada yang mengatur. Tugas kita ya tinggal menjalani sebaik-baiknya,” tutur pria dengan suara lembut.

Sandi mengenang, pernah mengalami masa sulit di tahun 1997. Hal itu membuatnya putar haluan dan memilih jalur menjadi konsultan keuangan. Siapa nyana ‘kecelakaan’ itu membuatnya besar seperti sekarang, membangun kerajaan bisnis dan memiliki tak kurang dari 50 ribu karyawan.

Sandiaga Uno dan Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Sandiaga Uno dan Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Ayah tiga anak ini Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan si bungsu Sulaiman Saladdin Uno (4) mengakui menjaga stamina dengan lari. Kegiatan yang ternyata tak begitu disukai Nur Asia, istrinya. “Dia memang tak suka olahraga. Lebih senang belanja,” gelak Sandiaga.

Sebagai pebisnis ulung, Sandi meyakini berbagi ilmu akan membantu anak negeri ini besar dan mandiri. Melalui wadah Indonesia Setara dan Mien R Uno Foundation, Sandi juga menyalurkan hasrat dan kecintaannya dalam membina dan mendidik para pelaku usaha mikro dan pengusaha pemula.

“Ini bertujuan supaya para pemuda Indonesia kelak dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, buka justru mencari kerja,” kata Sandi.

Sedangkan istrinya yang juga dikenal sebagai sosialita dan kerap muncul di majalah gaya hidup ibukota, juga aktif di kegiatan YAMSA (Yayasan Abang Mpok Sayang Anak), yayasan yang peduli dan fokus pada pendidikan dan tumbuh kembang anak di usia dini.

Bos PT. Saratoga Investama Sedaya ini mengaku, banyak liku yang dia hadapi selama menjalani rumah tangga dengan Nur Asia. Namun meski begitu, sang istri katanya, adalah orang hebat yang selalu bisa membuatnya terus semangat dan selalu terhibur. Meski punya kegemaran yang berbeda, tapi, keduanya bisa saling mengisi. Ini, jadi resep sederhana keharmonisan rumah tangga mereka.

Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

Nur Asia Uno. Foto: Hidupgaya

“Kami punya kegemaran, mulai makanan sampai hobi yang berbeda. Tapi menurut saya ini justru menarik, di tengah rasa lelah saya dengan aktivitas di luar rumah, saat kembali ke rumah mendengar celotehan istri, menceritakan banyak hal, buat saya itu seperti obat penawar lelah,” ujar pria berkacamata yang banyak diidolakan para mamah muda ini.

Dalam mendidik anak, Sandi dan pasangan menetapkan disiplin dan kerja keras. “Disiplin akan membentuk karakter mereka menjadi orang-orang yang tangguh,” tandasnya.***

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: