Lanjut ke konten

Pro-Kontra Kantong Plastik Berbayar

29/02/2016

Hidupgaya – Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menggandeng sejumlah retailer besar seperti Circle K dan The Body Shop untuk mengedukasi masyarakat tentang pembatasan penggunaan plastik untuk konsumsi harian.

Menurut Tiza Mafira, Direktur GIDKP, setelah petisi online dari 70 ribu orang lewat Change.org yang mendukung kebijakan pemerintah terkait aturan kantong plastik berbayar, pihaknya menggandeng ritel sebagai ujung tombak untuk implementasi.

Diskusi tentang kantong plastik berbayar

Diskusi tentang kantong plastik berbayar

Rika Anggraini, GM Communication The Body Shop, mengatakan Body Shop tidak lagi menggunakan kantong plastik, melainkan kantong kertas. “Walaupun kami pakai kantong kertas, kami tetap menanyakan ke customer mau atau tidak (memakai kantong),” kata Rika dalam temu media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rika menegaskan, The Body Shop Indonesia adalah bagian dari berdirinya gerakan diet kantong plasti, “sehingga kami sangat peduli terhadap edukasi konsumen agar di setiap outlet kami pun menerapkan hal yang sama,” ujarnya.

Walaupun masih banyak konsumen yang menggangap penggunaan plastik lebih murah dan mudah, namun menurut Rika, jika di edukasi secara baik, masif dan konsisten maka jangan takut akan kehilangan konsumen. The Body Shop menargetkan penggunaan kantong plastik maupun kertas turun 10 persen tiap tahun.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh akademisi dari Universitas Indonesia terhadap penggunaan kantong plastik untuk konsumen, tercatat lebih dari 80 persen responden setuju dengan kebijakan plastik berbayar dan akan mengurangi penggunaan kantong plastik apabila harganya antara Rp 500 hingga Rp 5000.

Kata Tiza, usulan harga plastik berbayar dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan serta mekanisme penyaluran dana yang diusulkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sebagai langkah awal dalam mengedukasi pemilik retail juga.

Diskusi tentang kantong plastik berbayar

Diskusi tentang kantong plastik berbayar

Sementara itu, Legal Manajer Korporasi Circle K, Arianto Soeparto mengatakan, perusahaannya mendukung dan menerima kebijakan pemerintah menetapkan harga untuk kantong plastik. Namun, ia memberi beberapa catatan.

“Kantong berbayar harus fokus untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, bukan mengenai hasil dari uang yang dipungut,” kata Arianto dalam diskusi “Kantong Plastik Tidak Gratis, Mengapa Harus Kita Dukung?” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Arianto, perlu aturan yang secara memaksa pelanggan membeli kresek. Termasuk aturan dari pusat yang menjadi cantelan untuk daerah. Arianto berujar, Circle K saat ini baru pada tahap sosialisasi dalam penggunaan kantong plastik. “Kami menawarkan pelanggan untuk memberi donasi Rp 200. Kalau dia tidak mau, kami tetap berikan (kantong plastik).”

Kepala Seksi Bina Peritel Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Supriyanto mengatakan Kementerian LHK sedang menyusun Peraturan Menteri tentang penerapan kantong plastik berbayar. “Targetnya akan terbit bulan Juni 2016,” ujarnya.

Ujicoba kantong plastik berbayar sudah dilakukan sejumlah peritel modern per 21 Februari, dimana kantong plastik dihargai Rp 200 per buah jika konsumen ingin menggunakannya.

Penggunaan kantong plastik berbayar ini memicu pro dan kontra karena sejumlah peritel dinilai tidak transparan dalam mengalokasikan dana hasil penjualan kantong plastik ini.

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: