Lanjut ke konten

The Body Shop Rilis Produk Spa of The World

18/01/2016

Hidupgaya – Membayangkan ritual spa saat kondisi badan ‘remek’ alias capai tampaknya indah dan bikin bahagia. Namun banyak orang yang salah mengartikan spa itu sendiri.

Ritual Spa

Sekadar melakukan pijat atau lulur kadang diartikan sebagai spa. Padahal tidak demikian. Pijat dan atau lulur hanyalah salah satu dari serangkaian ritual spa – yang utamanya harus melibatkan unsur air.

Spa alias solus per aqua berarti upaya menjaga kesehatan  dengan memanfaatkan air.  Bangsa Yunani telah mengenal spa sejak 377 Sebelum Masehi. Ritual mandi orang Yunani ini diyakini menjadi dasar prosedur perawatan spa modern saat ini, dimana ditemukan peninggalan berupa bathtub dan baskom air untuk perawatan kaki.

Menurut Ita Listya, Direktur Bimasena Spa di Hotel Dharmawangsa, spa harus melibatkan unsur air. “Merendam kaki sebelum dipijat termasuk di dalamnya. Juga mandi berendam setelah pemijatan,” kata Ita di sela-sela peluncuran produk Spa of The World The Body Shop di Jakarta, baru-baru ini.

Selain diinisiasi oleh Yunani, aktivitas apa saat ini diyakini juga berasal dari kota kecil di Belgia yang bernama Spa – di dekat Liege – yang memiliki mata air mineral yang merupakan tempat bagi orang Romawi melakukan relakssasi dengan berendam usai beraktivitas.

Orang yang datang dan berendam di mata air kota Spa, konon segera sembuh dari gangguan kesehatan yang dialami. Sejak itulah spa kemudian dikenal sebagai sebuah bentuk terapi yang menggunakan “kekuatan” air mineral untuk menyembuhkan.

Orang Roma kemudian membawa kebiasaan tersebut ke Roma, dimana spa tertua Roma yang terletak di Merano masih ada sampai sekarang, yang membuktikan penggunaan  hidroterapi sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu.

The Body Shop Spa of the World

Kebiasaan Bangsa Romawi ini juga diyakini ditularkan kepada Cleopatra, ratu dari Mesir yang sering melakukan perawatan kecantikan dan relaksasi menggunakan air, termasuk mandi susu dan madu yang sekarang banyak ditiru.

Namun, spa tak harus dilakukan di salon atau fasilitas spa yang mahal. Kita bisa melakukannya di rumah kok, menggunakan bahan-bahan spa terbaik. Nah, thank God, The Body Shop meluncurkan produk terbarunya, berupa rangkaian spa yang diberi nama Spa of the World yang bertujuan agar konsumen bisa melakukan perawatan spa sendiri di rumah.

Rangkaian itu terinspirasi dari kekayaan alam di berbagai penjuru dunia. “Spa of the World merupakan rangkaian spa yang terinspirasi dari kekayaan alam di berbagai belahan dunia. Produk ini ditujukan bagi kaum urban yang ingin memanjakan tubuhnya di rumah,” kata Rika Anggraini, General Manager Corporate Communications The body Shop Indonesia saat peluncuran di Hotel Dharmawangsa di Jakarta, pekan lalu.

Spa merupakan suatu upaya kesehatan tradisional dengan pendekatan holistik  berupa perawatan menyeluruh dengan menggunakan kombinasi ketrampilan  yang terdiri dari terapi pijat seluruh badan, lulur/body scrub, masker pemutih, terapi musik, mandi susu/mandi aromaterapi dan layanan minuman sehat seperti jahe hangat atau teh panas.

Ita menjelaskan, kita bisa melakukan spa sendiri di rumah dengan sedikit bantuan orang lain (asisten rumah tangga) untuk pemijatan atau scrubbing di area yang tak terjangkau. Jika tak mau repot menyediakan perlengkapan spa sendiri, beli saja yang sudah jadi, misalnya seperti produk yang dirilis The Body Shop untuk pemakaian rumahan.

Spa of the World

Nasrullah, field trainer The Body Shop Indonesia menjelaskan, seluruh rangkaian spa ini berfungsi untuk relaksasi, blissful untuk merawat kesehatan kulit, dan merevitalisasi tubuh agar kembali berenergi.

Nasrullah menjelaskan, spa di rumah bisa dimulai dengan menggunakan Spa of The World yang terinspirasi dari lima negara.

Rangkaian Spa of The World terdiri atas French Lavender Massage Oil, African Ximenia Scrubs, Himalayan Charcoal Body Clay, Egyptian Milk & Honey Bath, dan terakhir Japanese Camelia Velvet Moisture Body Cream.

Ritual pertama, papar Nasrullah adalah melakukan pijat dengan French Lavender Massage Oil. Lakukan pijatan lembut mulai lengan, kaki, hingga punggung menggunakan French Lavender Massage Oil. “Aromaterapi bunga levender dari minyak pijat ini sekaligus dapat menenangkan pikiran,” ujarnya.

Setelah dipijat, saatnya membersihkan kulit tubuh dari sel-sel kulit mati dengan cara digosok lembut menggunakan African Ximenia Scrubs. Kandungan biji-bijian Ximenia yang juga disebut ‘pohon kehidupan’ itu sekaligus dapat melembabkan dan menutrisi kulit.

Selanjutnya ritual diteruskan dengan menggunakan Himalayan Charcoal Body Clay. Masker ini terbuat dari arang charcoal Himalaya yang dapat menyerap racun-racun di kulit. “Biarkan masker meresap di kulit selama 5-10 menit, kemudian bilas dengan air hangat,” kata dia.

Lanjutkan dengan ritual berendam selama 10-15 menit dalam air yang telah diberi susu kedelai dan madu dari rangkaian Egyptian Milk & Honey Bath. Inspirasi berendam di susu kedelai ini berasal dari Cleopatra yang teratur mandi berendam dalam susu dan madu supaya kulit menjadi lembab dan bersinar.

Setelah itu, keringkan tubuh. Sempurnakan ritual kecantikan ini dengan mengaplikasikan krim pelembab tubuh yang mengandung bunga camelia Jepang.

Tidak sulit bukan? Yuk deh, praktikkan!

Iklan

From → Beauty & Health

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: