Lanjut ke konten

Pentingnya MPASI Fortifikasi untuk Cukupi Kebutuhan Gizi Harian Buah Hati

22/03/2015

Indonesia mengalami masalah beban gizi ganda, khususnya pada anak-anak. Bukan saja bagi kalangan keluarga ekonomi terbatas, yang umumnya mengalami masalah gizi buruk, namun juga pada keluarga kelas menengah, yaitu gizi salah.

Data terkini dari Global Nutrition Report (2014) menunjukkan bahwa Indonesia mangalami masalah gizi kompleks yang antara lain terjadi karena gizi salah. Gizi salah berbeda dengan gizi buruk dimana gizi salah berarti kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu.

Gizi salah bisa terjadi akibat kesalahpahaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil yang bisa mengakibatkan stunting (perawakan pendek) atau wasting (perawakan kurus).

Berdasarkan acuan Label Gizi Produk Pangan yang dirilis oleh BPOM (2007), kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1.5 kali, kebutuhan proteinnya meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidratnya meningkat 2.4 kali dan kebutuhannya akan zat besi meningkat 26 kali lipat.

Namun, menilik tabel nutrisi, kebutuhan gizi harian bayi usia 6 bulan terlalu besar untuk kapasitas perutnya. Misalnya saja, bayi usia 6 bulan membutuhkan zat besi sebesar 8 mg, yang bisa didapatkan dari 3 potong daging (150 gr), namun porsi tersebut terlalu berat untuk dikonsumsi si kecil. Belum lagi kebutuhannya akan zat gizi lainnya.

Peran Penting MPASI Fortifikasi

Nah, di sinilah peran penting MPASI (makanan pendamping ASI/air susu ibu) fortifikasi. Fortifikasi merupakan upaya dalam meningkatkan mutu gizi bahan pangan dengan sengaja menambahkan satu atau lebih zat gizi mikro, yang bertujuan untuk melengkapi atau menambah komponen gizi yang tidak ada, dalam rangka perbaikan gizi masyarakat.

MPASI fortifikasi ini memungkinkan anak mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya, terutama selama 1000 hari pertama pertumbuhannya yang akan menentukan perkembangan fisiknya saat dewasa nanti.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi PBB yang mengurusi anak-anak (UNICEF) turut merilis Global Strategy for Infant and Young Child Feeding yang menyatakan bahwa makanan tambahan yang diproses oleh industri makanan bisa menjadi pilihan ibu dalam memberikan makanan tambahan yang mencukupi kebutuhan nutrisi dan aman.

Menurut Regulasi SNI 01-7111-1-2005 butir ke-5, penggunaan pengawet buatan tidak diperkenakan pada  produk MPASI.

Pemerintah Indonesia juga merilis Peraturan Presiden nomor 42 (2013) mengenai Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memerangi masalah kekurangan gizi antara lain dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia akan pemenuhan AKG (Angka Kecukupan Gizi) anak dan nutrisi ibu hamil.

Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition Milna, yang bernaung di bawah PT. Kalbe Nutritionals mengungkapkan, Milna merupakan rangkaian produk nutrisi yang diformulasikan untuk bayi usia 6 bulan ke atas, sebagai makanan pendamping ASI.

Dikatakan Helly, Milna ikut mendukung program pemerintah dalam rangka perbaikan gizi nasional, lewat inovasi dan kelengkapan produknya (termasuk rangkaian untuk anak yang mengalami alergi ataupun menambah berat badan bayi) serta kandungan nutrisi yang paling lengkap di antara produk-produk MPASI yang ada di pasaran.

Sesuai dengan Regulasi SNI yang berlaku, Milna tidak memiliki kandungan bahan pengawet. Kombinasi antara proses dan pemilihan bahan baku serta bahan kemas, merupakan faktor utama yang menentukan umur simpan produk Milna.

Bahan baku yang digunakan memiliki kadar air dan aktifitas air yang rendah, lalu kemasan yang dipilih adalah alumunium foil, sehingga pemilihan bahan baku dan kemasan, mampu mencegah berkembangnya bakteri pathogen (bakteri berbahaya).

Hal penting lainnya adalah proses pengolahan di pabrik dalam kondisi steril. Secara keseluruhan, kualitas produksi ini bisa menjaga umur simpan produk hingga 18 bulan.

“Ini sebuah dedikasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil untuk bisa tumbuh kembang yang optimal sesuai tahapan usianya,” ujar Helly dalam keterangan persnya.

Ketika sang buah hati bisa tumbuh sehat dan cerdas, para ibu tentu merasa bangga. Nah, untuk memfasilitasi kebangaan Bunda yang senang mengabadikan momen-momen perkembangan emas si kecil, Milna kembali mengadakan Bayi Hebat Milna 2015 untuk Bayi Hebat usia 6 bulan sampai dengan 3 tahun.

Program ini sudah berjalan sejak Februari lalu dengan dilansirnya www.bayihebatmilna.com, dan akan terus berjalan hingga November nanti.

Helly mengatakan, Bayi Hebat Milna 2015 merupakan sebuah program nasional yang membuka kesempatan bagi Bunda di seluruh Indonesia, untuk merayakan pencapaian milestone sang buah hati.

“Melalui Bayi Hebat Milna 2015 ini, Milna siap mendukung program pemerintah untuk menciptakan bayi-bayi hebat Indonesia yang memiliki gizi dan tumbuh kembang baik,” tandas Helly.

Nah, jangan lupa daftarkan buah hati di ajang ini ya, Bun!

Iklan

From → Diet & Nutrition

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: