Lanjut ke konten

Berkat Gajah, Nadya Hutagalung Sabet Annual Infinite Merit Award

20/08/2014

Senayan City kembali memberikan apresiasi kepada insan berpengaruh di Indonesia. Kali ini giliran Nadya Hutagalung yang mendapatkan “The 9th Annual Infinite Merit Award” atas dedikasinya terhadap lingkungan hewan dan kelestarian alam.

Nadya Hutagalung_Senci

(Nadya Hutagalung)

Penghargaan diberikan langsung oleh CEO Senayan City Veri Y. Setiady kepada presenter cantik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 69, 17 Agustus lalu.

Menandai ulang tahun kemerdekaan ini, Senayan City mengemasnya secara apik dalam program “Glorify Indonesia”.

Sesaat sebelum menerima penghargaan, dengan rendah hati Nadya mengatakan dirinya belum pantas mendapatkan penghargaan tersebut. “Saya sebetulnya belum pantas mendapatkan penghargaan ini, tapi saya berterima kasih atas semuanya,” kata Nadya.

Nadya Hutagalung merupakan seorang figur publik yang tak hanya peduli namun juga aktif dalam isu pelestarian lingkungan dan hewan.

Salah satu masalah yang paling menyita perhatian host dari Asia’s Next Top Model saat ini adalah keberlangsungan hidup gajah. Pengambilan gading gajah secara sadis khususnya di Afrika telah mengetuk pintu hatinya untuk melakukan tindakan penyelamatan populasi gajah.

Wanita cantik yang menginjak usia 40 ini bahkan sampai datang ke Kenya untuk membuat dokumenter serta melakukan kampanye ke sejumlah negara.

“Saya sangat merasa terhormat bisa disandingkan dengan penerima lainnya. Merasa bersyukur mereka mengenali apa yang saya kerjakan. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi wanita lain,” ujar ibu dua anak yang kini bermukim di Bali.

Nadya mengatakan, kepeduliannya pada gajah berawal dari rasa penasaran. Pada 2013, wanita yang menikah dengan warga Singapura ini mendapat informasi tentang pengambilan gading dengan cara gajah dibunuh secara sadis.

Merasa kaget sekaligus penasaran, ia pun langsung merencanakan perjalanan ke Kenya. Menurutnya, masalah ini adalah persoalan yang rumit dan perlu tindakan nyata.

Tanpa ragu, mantan VJ MTV ini bergabung dalam kampanye “Let Elephants Be Elephants” (LEBE).

Kampanye ini, tandas Nadya, bukanlah semata-mata mengenai penyelamatan gajah Afrika. Menurutnya, ini juga masalah di Asia. Ini mengingat konsumen utama gading gajah berasal dari negara-negara di Asia, terutama kaum wanita.

Nadya optimistis,wanita yang umumnya sangat penyayang akan mengerti jika diedukasi. Karena selama ada yang membeli, perburuan ilegal itu tak akan berhenti. “Kalau kita ceritakan tentang gajah dibunuh, anaknya jadi yatim dan harus bertahan sendiri, mereka akan kasihan. Ini juga belum pernah dilakukan,” jelasnya.

Penghargaan “For Her Infinite Personality to Inspire Indonesian Women and Dedication to the Environmental Advocacy” yang diterima Nadya membuatnya terpacu untuk terus berbuat sesuatu dalam upaya penyelamatan gajah.

Wanita keturunan Batak-Australia itu pun tak tutup mata pada persoalan yang juga terjadi di Indonesia terkait dengan konservasi gajah. “Dibutuhkan pengembangan, konservasi serta edukasi pada komunitas untuk mencegah punahnya salah satu hewan pintar ini,” tandasnya.

Nadya juga sudah punya rencana terkait gajah Sumatra namun belum bisa terlalu banyak berbicara karena masih dalam tahap penelitian.

“Penghargaan ini kami berikan tidak hanya terpaku pada satu bidang tertentu saja, tetapi dari berbagai bidang mulai dari musik, olahraga, seni, sosial, serta bidang industri pariwisata. Tahun ini, penghargaan ini kami berikan kepada Nadya Hutagalung For Her Infinite Personality to Inspire Indonesian Women and Dedication to the Environmental Advocacy,” ujar Veri saat menyerahkan penghargaan kepada Nadya.

Nadya Hutagalung dan Veri Setiadi

Kepeduliannya sebagai aktivis lingkungan dan hewan terutama gajah tersebut juga yang akhirnya membawa Nadya untuk meluncurkan kampanye penyelamatan gajah Let Elephants Be Elephants (LEBE) pada awal 2014. Dalam kampanye ini Nadya juga berperan sebagai founder LEBE.

“Kami berharap dengan adanya penghargaan ini akan dapat membuka mata dunia luas atas prestasi anakianak bangsa yang dapat kita apresiasi untuk kita jadikan panutan demi kemajuan bangsa Indonesia sendiri,” urai Veri.

Annual Infinite Merit Award

Penyerahan Annual Infinite Merit Award telah berlangsung sejak tahun 2006. Penghargaan pertama diberikan ke Obin Komara yang telah membawa nama harum batik hingga terkenal ke mancanegara. 2007 penghargaan diberikan kepada Erwin Gutawa yang telah berhasil memajukan musik Indonesia. Senayan City kembali memberikan penghargaan di tahun 2008 kepada seniman yang berjasa dalam dunia lukisan yaitu I Nyoman Gunarsa.

Pada 2009, Senayan City secara spesial memberikan penghargaan kepada artis dengan multi talenta yang juga merupakan salah satu Diva Indonesia, yaitu Krisdayanti. Dan 2010, Linda Agum Gumelar mendapatkan penghargaan untuk dedikasinya dalam hal kepedulian terhadap kaum wanita dan anak-anak.

Di tahun 2011, penghargaan Senayan City Annual Infinite Merit Award 2011 diberikan kepada Susi Susanti sebagai salah satu atlet Badminton Nasional yang telah mengarumkan nama bangsa melalui kompetisi tingkat internasional/Olimpiade.

Biyan Wanaatmadja atas dedikasi dan kontribusinya di dunia fashion Indonesia menyabet penghargaan bergengsi ini pada 2012.

Dan pada 2012, CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, salah satu anak bangsa yang sukses membawa Garuda Indonesia mendapatkan tempat yang sejajar dengan berbagai maskapai internasional lainnya, sukses memboyong Annual Infinite Merit Award.

Mengangkat Budaya Adiluhung dalam Glorify Indonesia

Di kesempatan sama, Veri didampingi Ronald Lim selaku Center Director Senayan City mengatakan program Glorify Indonesia adalah salah satu bentuk perayaan atas kemerdekaan dalam sentuhan gaya yang modern yang Senayan City gelar setiap tahunnya.

Tahun ini menjadi tahun ke-9 Senayan City dalam menggelar program Glorify Indonesia ini. Puncak dari program Glorify Indonesia setiap tahunnya adalah Senayan City menganugerahkan Annual Infinite Merit Award kepada figur lokal yang telah memberikan kontribusi dalam mengharumkan nama Indonesia kedunia internasional seperti diuraikan di atas.

Tari Bali_Senci

Berbagai penampilan menarik turut memeriahkan malam pembukaan sekaligus penganugerahan The 9th Annual Infinite Merit Award tahun ini di antaranya tarian kolosal Chivanataraja Dewi Laksmi yang arti dari tarian itu adalah mengisahkan Siwa sebagai Mahadewa memerintahkan Dewi Laksmi untuk menjaga keberlangsungan hidup ciptaannya dengan jalan melestarikan alam dan lingkungan untuk tercapainya kedamaian di dunia.

Veri menambahkan, “Sebagai salah satu bentuk apresiasi kami akan kebudayaan di Indonesia, kami bekerjasama dengan Museum Nasional Indonesia menghadirkan instalasi seni menawan yang menceritakan sejarah dan keanekaragaman budaya Indonesia.”

Instalasi bernilai sejarah dan seni tinggi ini dapat dinikmati pengunjung di beberapa titik strategis di area Senayan City mulai dari area lobi utama, lantai dasar dengan display Mahkota dari Banten-Jawa Barat dari abad ke 18 yang bertahtakan emas, batu mulia, logam dan enamel.

Sementara di area lantai dasar, pengunjung dapat menikmati instalasi sejarah bernilai tinggi berupa Jogan yang berasal dari Riau Lingga yang terbuat dari emas, batu mulia, logam dan enamel dari abad ke-18, Ketopong atau mahkota dari Kutai Kertanegara abad ke 19 yang terbuat dari emas dan dihiasi batu permata, serta Dagger atau Belati atau Jambiah dari abad ke-19 berkomposisikan emas, logam mulia dan besi dari Palembang-Sumatra Selatan.

“Kami berharap dengan hadirnya instalasi seni dan budaya ini akan dapat mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia dan semakin banyak pihak yang mengapresiasi nilai dan keanekaragaman budaya Indonesia ke dunia luas,” pungkas Veri.

Iklan

From → Latest News

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: