Lanjut ke konten

Produk Palsu Matikan Inovasi

28/04/2014

Maraknya peredaran dan kepemilikan produk “serupa tapi tak sama”, yang sering disebut dengan produk KW, telah mengundang keprihatinan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP).

tas kw

Dasar keprihatinan ini adalah fakta bahwa produk palsu merupakan produk pengecoh yang merugikan konsumen, karena memiliki kualitas sub-standar dan tidak lahir melalui perjalanan riset dan inovasi –yang prosesnya bisa tahunan– yang dilakukan oleh produsen merek yang asli.

“Inovasi produk adalah menciptakan karya baru dan mengusung merek sendiri, bukan mendompleng merek terkenal. Ini yang patut dihargai dan dibanggakan, bukan kebiasaan membeli dan menggunakan produk KW,” kata Ketua MIAP Widyaretna Buenastuti dalam keterangan tulisnya, Senin (28/4).

Di samping itu, pemalsuan terhadap nomor registrasi/sertifikasi yang tercantum pada beberapa produk palsu jelas merupakan tindakan pengelabuan terhadap konsumen.

Salah satu contoh kerugian yang menimpa konsumen ketika membeli sebuah produk palsu adalah tidak adanya servis purnajual dari produsen, karena barang yang dimiliki oleh konsumen tersebut adalah produk yang tidak diproduksi oleh produsen produk asli.

“Produk-produk yang secara resmi telah terdaftar dengan hak merek maupun hak cipta tentunya telah melewati proses riset dan inovasi sehingga menjadi produk yang layak untuk digunakan maupun dikonsumsi oleh masyarakat. Keaslian dan kualitas produk sangat dijaga oleh produsen produk tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada konsumen, dilengkapi dengan layanan purnajual yang disediakan. Produk palsu atau produk KW tidak memiliki itu semua,” urai Widya. “Produk KW telah mengambil hak dari produk asli yang telah beredar sebelumnya, untuk kemudian dijual dengan harga yang lebih murah dengan materi serupa tapi tak sama.”

Widyaretna menegaskan, produk KW sama sekali bukan merupakan hasil inovasi baru, justru produk tersebut adalah produk palsu yang menjerumuskan konsumen karena kualitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

MIAP mempunyai misi untuk secara berkelanjutan mengajak masyarakat luas untuk cerdas dan teliti dalam memilih produk konsumsi dan memahami hak-hak mereka sebagai konsumen untuk mendapatkan produk yang berkualitas, baik dan aman dipergunakan/dikonsumsi   sesuai dengan yang dijanjikan oleh produsen, dan untuk mendapatkan layanan purnajual yang sewajarnya.

Sejauh ini MIAP secara kontinyu mengedukasi masyarakat untuk hanya membeli produk yang asli dan resmi serta menghindari poduk palsu.

Semangat MIAP ini selaras dengan semangat dalam “Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk Dalam Negeri” yang diangkat dalam Peringatan Hari Konsumen Nasional 2014 dan dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Melalui gerakan tersebut diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya meningkatkan harkat dan martabat mereka dalam perlindungan diri sebagai konsumen, sekaligus mengajak para pelaku usaha untuk bertanggung jawab dan mengedepankan perlindungan konsumen.

Menurut peneliti dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha, sebuah survei yang tengah berjalan baru menyelesaikan tahapan persepsi masyarakat dan pelaku usaha perantara mengenai barang palsu pada enam sektor industri, yaitu perangkat lunak komputer (software), kosmetika, farmasi, pakaian, barang kulit, serta makanan-minuman.

“Hasil survei menunjukan bahwa responden konsumen antara (penjual yang diteliti) di beberapa lokasi di wilayah Jabodetabek dan Surabaya tidak memprioritaskan keaslian barang yang diperjualbelikan,” tambah Eugenia.

Ditambahkan Widya, MIAP mendukung upaya pemerintah mewujudkan konsumen yang cerdas. “Merujuk pada temuan-temuan tersebut, termasuk persepsi yang beredar di masyarakat luas, MIAP tentunya mendukung gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah untuk membangun perilaku konsumen yang cerdas, mandiri dan cinta produk asli,” tandasnya.

 

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: