Lanjut ke konten

Ukuran Bukan Soal, yang Penting Puas

25/04/2014

Meskipun pria ternyata masih menyoal pentingnya ukuran penis, namun urusan memuaskan pasangan tak melulu berpegang pada ukuran kejantanan.

panjang penis2

Menurut psikolog seksual Zoya Amirin, sepanjang pria merasa nyaman dengan pasangannya, ukuran penis bukanlah masalah. “Ukuran bukanlah segalanya. Toh untuk memuaskan pasangan tak butuh ukuran yang panjang-panjang amat. Jarak G-spot (titik stimulasi pada perempuan untuk mencapai klimaks) hanya empat sampai lima sentimeter. Ukuran penis normal, asalkan satu sama lain merasa nyaman, cukup bisa memuaskan kok,” kata Zoya dalam temu media yang digagas Durex di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wanita, kata Zoya, biasanya tak terlalu menyoal ukuran organ pria, sepanjang bisa digunakan dengan baik. Ukuran menjadi hal utama tak jarang justru berasal dari kaum pria sendiri. “Tidak selamanya ukuran penis mencerminkan kualitas bercinta. Selama saling merasa nyaman dan saling menerima pasangan apa adanya, maka seks bisa menjadi kegiatan yang saling mendebarkan serta membahagiakan,” ujar Zoya.

Sebaliknya, ukuran penis yang besar namun tak bisa memberikan kepuasan menjadi hal yang sia-sia. “Kuncinya komunikasi, harus terhubung dengan pasangan. Wanita harus tahu di mana zona erotisnya. Komunikasikan hal itu dengan pasangan,” saran Zoya.

Nah, ketika wanita bahagia dan bisa menjalin keintiman dan kenyamanan dengan pasangannya, ia tidak perlu lagi mencari tahu kenapa ia tidak puas dan berapa ukuran Mr P yang seharusnya. “Jadi kembali ke komunikasinya, tanya ke pasangan apa yang bisa membuat dia bergairah dan puas. Sebaliknya, katakan juga apa yang bisa membuat Anda bergairah dan puas,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, aktor Oka Antara tak memungkiri sejumlah laki-laki mungkin mempermasalahkan ukuran organ vitalnya. “Tapi sepanjang si pria sudah nyaman dengan pasangan, seharusnya ukuran bukan lagi masalah,” ujar aktor yang melejit berkat film ‘Ayat-ayat Cinta’.

“Buat pria, ukuran penis sebenarnya sangat berpengaruh. Namun, ini balik lagi pada kepercayaan diri yang dimiliki. Ada pria yang seumur hidup merasa insecure (merasa tidak aman) dengan ukuran alat kelaminnya dan ada juga yang merasa terintimidasi oleh lingkungan sekitarnya karena adanya tuntutan untuk memiliki ukuran penis yang besar,” imbuh Oka.

Intimidasi lingkungan disebut menjadi sumber rasa minder yang dirasakan oleh pria. Selain anggapan yang mengaitkan ukuran penis dan kemampuan bercinta, para pria juga sering saling membangga-banggakan propertinya itu. Akhirnya mereka percaya bahwa ukuran yang besar membuat membangkitkan rasa percaya diri. (www.dokterdigital.com)

From → Travel & Leisure

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: