Lanjut ke konten

Susah Ungkapkan Perasaan? Tulislah Surat

31/03/2014

Dalam kehidupan masyarakat urban yang luar biasa sibuk, tanpa disadari komunikasi yang dilakukan seringkali bersifat semu dan bukan merupakan obrolan yang mendalam, meskipun tinggal di satu atap.

sariwangi kirim surat

Orangtua dan anak yang tinggal serumah namun jarang berkomunikasi sehingga kurang dekat secara psikologis memiliki dampak yang lebih negatif terhadap tumbuh kembang anak, jika dibandingkan dengan keluarga yang tinggal terpisah namun lebih sering berkomunikasi dan memiliki kedekatan psikologis yang baik .

Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, yang biasa disapa Nina menyayangkan hal ini, karena mestinya kesempatan yang dimiliki oleh keluarga yang dekat secara fisik dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Keluarga yang dekat secara fisik sesungguhnya memiliki kesempatan untuk memulai obrolan mendalam minimal 15 menit sehari dan melihat langsung perkembangan anak. Bahkan ini merupakan keistimewaan yang patut disyukuri karena tidak didapat oleh keluarga yang terpisah jarak jauh,” ujar Nina dalam temu media yang digagas SariWangi di Jakarta, baru-baru ini.

Nina menambahkan, orangtua yang terpisah jarak dari anak tentunya memiliki keterbatasan keterlibatan dalam pengasuhan anak. “Namun, pengaruh negatif terhadap perkembangan anak dapat dihindari jika keluarga, baik yang dekat atau jauh secara fisik dapat menerapkan komunikasi yang efektif sejak dini,” ujarnya.

Dampak negatif dari komunikasi yang kurang efektif dalam keluarga terkadang tak terlihat sebab bergulir dari hari ke hari tanpa disadari. “Padahal apabila dibiarkan lebih lanjut, anak akan merasa diabaikan dan dalam kehidupan sosial akan tumbuh menjadi pribadi yang cenderung individualis atau kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Ini pun bisa berdampak terhadap prestasi akademis sang anak,” ujarnya.

Salah satu cara untuk mendekatkan hubungan antar-keluarga adalah menuangkannya dalam bentuk tulisan, alias lewat surat. “Walaupun tidak dapat menggantikan komunikasi lisan, melalui surat, anggota keluarga bisa lebih bebas mencurahkan isi hatinya yang sulit terucap. Berterus terang dengan mencurahkan perasaan terpendam bisa membuat perasaan lebih lega, seperti ungkapan terima kasih atau sayang yang terkadang sulit terucapkan secara lisan,” ujarnya.

Nina menjelaskan, dalam suatu studi laboratorium, subyek yang diminta menulis surat cinta mengekspresikan rasa sayangnya kepada anggota keluarganya mengalami perbaikan respon terhadap stres, dan mengalami level kolesterol lebih rendah, detak jantung dan tekanan darah lebih normal.

”Kedekatan secara psikologis dapat dicapai apabila anggota keluarga sering mengomunikasikan perasaannya secara terbuka satu sama lain dalam cara yang positif, dan ini memberi manfaat terhadap kesehatan yang lebih baik, lebih puas dalam hidupnya, dan lebih berbahagia,” pungkasnya.

 

 

From → Travel & Leisure

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: