Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan bagi investor asing untuk meraup peluang bisnis. Investasi emas masih dianggap sebagai lahan yang menguntungkan bagi pemodal di tengah pasar dunia yang turun naik tajam.

Pegasus bullion

Investasi di emas masih dipandang menguntungkan dan seksi. Saat gejolak global, harga emas hanya turun 7 persen, sementara mata uang melemah hinga 20 persen.

Pegasus Bullion, lembaga investasi emas yang berpusat di Hongkong, menjajaki pasar Indonesia dengan target transaksi emas di 2014 sekitar Rp6 miliar. Angka tersebut memang minimalis mengingat Pegasus masih menunggu ijin regulasi untuk aktivitas bisnisnya di Indonesia.

Manajer Operasional Pegasus Bullion Max Tan mengatakan Pegasus Bullion akan beroperasi di Indonesia pada akhir Januari 2014. “Jadi kita targetkan transaksi emas di kisaran 6 miliar rupiah di tahun depan,” ungkap Max Tan dalam temu media di Jakarta, Baru (14/12).

Namun saat ini melalui kantor Pegasus Indonesia, investor bisa melakukan pemesanan terdahulu untuk pembelian emas, kemudian akan diteruskan ke Pegasus Hongkong. Pegasus memberikan peluang investasi mulai dari 1 gram hingaga 1 kg emas. Proses dan struktur harga emas di Pegasus Bullion, menurut Max Tan, tak merepotkan.

Pegasus bullion2

Max menjelaskan, sebagai langkah awal, emas yang diperdagangkan masih diimpor dari Hongkong, sembari menunggu partner bisnis utuk bahan baku emas lokal.

Ditambahkan dia, berbeda dengan kompetitor yang sudah ada di Indonesia yang menerapkan pajak penjualan emas di kisaran 7-9 persen, Pegasus membebaskan investor dari pajak tersebut.  Perusahaan memetik untung dari fluktuasi harga emas itu sendiri.

Dia optimistis strategi tersebut sangat memudahkan investor sehingga berdampak bagi kinerja perusahaan. Max mengklaim, bahkan dengan pajak penjualan di China yang mencapai 17 persen, Pegasus masih mencatat pertumbuhan double digit.

Potensi populasi China yang besar turut menunjang kinerja perusahaan. Di Indonesia, dengan fundamental ekonomi yang baik, kita juga menargetkan potensi populasi yang cukup tinggi, terutama kelas menengah yang tumbuh pesat.

Dia mengakui, investasi emas tidak terlepas dari fluktuasi mata uang dan inflasi. Maka dari itu butuh edukasi kepada investor.