Lanjut ke konten

Empat Perempuan Peneliti Raih L’Oreal-UNESCO For Women in Science 2013

17/11/2013

Empat perempuan peneliti Indonesia berhasil memenangi L’Oreal-UNESCO For Women in Science (FWIS), masing-masing berhak mendapatkan fellowship senilai Rp 80 juta untuk mendanai penelitiannya.

Fellows FWIS National 2013

Dari kategori Life Sciences, penghargaan diberikan kepada Dr. Yosi Agustina (32) dari Institut Teknologi Bandung (Bandung ITB) dengan judul penelitian “Analisis korelasi penyakit tuberkulosis dengan komorbilitas diabetes mellitus untuk mencari pengobatan yang optimal melalui pendekatan farmakologi dan management science”.

Kemudian, Ratih Asmana Ningrum (34) dari Bioteknologi LIPI. Ia meneliti pengembangan anti kanker mutein rekombinan interferon Alpha-2B agar lebih tahan terhadap protease untuk tujuan terapi oral.

Yusnita Rifai, Ph.D, Apt (37) dari Fakultas Farmasi Universitas Hassanudin berhak memperoleh penghargaan untuk membiayai penelitian Deteksi biosensor terhadap c-terminal telopeptida untuk analisis degradasi kepadatan massa tulang dan pencegah osteoporosis.

Sedangkan dalam kategori Material Sciences, penghargaan diberikan kepada Dr. Indri Badria Adilina (31), dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Judul penelitian Pengembangan material nanokomposit berbasis bentonit sebagai katalis untuk konversi selektif komponen minyak atsiri Adi menjadi bahan kimia bernilai tinggi.

“Dengan empat fellows baru dari L’Oreal-UNESCO For Women in Science Nasional 2013, maka telah ada 34 fellows yang menerima dukungan pendanaan untuk penelitian mereka, dimana 5 fellows di antaranya juga menerima penghargaan di tingkat internasional,” kata Vismay Sharma, Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia.

Indonesia merupakan negara dengan penerima fellowship tertinggi hingga saat ini. Hal ini membuktikan bahwa perempuan peneliti muda Indonesia memiliki potensi yang besar.

Prof. Dr. Arief Rachman MPd, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KNIU Kemdikbud) mengatakan, sejak awal, pemerintah telah mengakui potensi dan kemampuan perempuan Indonesia di bidang sains dan penelitian.

“Inilah sebabnya tiga kementerian Indonesia yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Riset dan Teknologi memberikan dukungan yang tiada henti sepanjang 10 tahun program ini diadakan,” ujar Arief.

Program ini tidak hanya menyediakan dukungan bagi perempuan peneliti muda saat ini tetapi juga memberikan tokoh panutan yang dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menjadi peneliti masa depan.

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: